THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Sayang" dia ada yang punya



Pagi hari, Vivi sudah berada dikampus dan disibukkan dengan kelas kuliah seorang dosen killer. Karna jadwal kuliahnya yang padat, Vivi harus belajar ekstra sekaligus memimpin perusahaan jika Vishnu bertugas. Bahkan, ia juga harus bertemu dengan klien di sela sela jam kuliahnya.


"Hi!" sapa Bayu yang datang bersama Jordy dan kawan kawannya ke kantin.


Vivi hanya menjawabnya dengan senyuman saja. Dirinya sekarang sangat fokus terhadap perincian dana perusahaan yang keluar setiap bulannya.


"Mau gue bantu?" tanya Alvin.


"Thank you. But, it's okay ini tugas gue." jawab Vivi yang menolak bantuan Alvin secara halus.


Alvin adalah anak ekonomi maka ia pasti tau mengenai perincian tersebut. Vivi hanya tidak mau masalah internal perusahaannya harus diketahui oleh orang luar. Selama ini, Vivi memang menjadi dekat dengan Bayu dan kawan kawannya, namun ia tetap menjaga jarak dengan mereka karna dirinya tidak mau melukai perasaan Vishnu. Dan juga Bayu serta yang lain tidak pernah bertanya pada Vivi mengenai pernikahan dan kehidupan pribadinya.


"Vi, lo suka pakai perhiasan ya?" tanya Alvin.


"Hm."


"Selera lo yang polos polos seperti cincin kawin Vi?"


"Ya, gue orangnya simple jadi apa aja gue suka." jawab Vivi.


Bayu, dan kawannya termasuk Jordy hanya bercanda gurau saja ketika dikantin, berbeda dengan Vivi yang sangat disibukkan oleh laptop dan kertas kertas. Hari ini, ia sudah ada janji untuk bertemu dengan klien.


"Semuanya, gue duluan ya." pamit Vivi.


"Mau kemana lo Vi?" tanya Bayu.


"Mau ketemu klien, udah dulu ya gue udah telat ni."


Vivi pun pergi meninggalkan mereka semua dan berjalan menuju parkiran.


"Eh Jor, emang si Vivi dari keluarga ga mampu? Sampai sampai dia kerja dan kuliah gitu?" tanya Bayu pada Jordy.


"Dia memang sudah mulai kerja setelah lulus SMA. Dia anaknya Donnie Wales yang pengusaha nomor 1 di majalah F**b*** itu." jawab Jordy.


"Donnie Wales?"


"Hm."


"Terus dia kerja dimana?"


"Di Wijaya's Group."


"Sebagai apa? Sibuk banget keliatannya."


"Dia itu wakil pimpinan CEO di Wijaya's Group."


"Kok bisa?"


"Ya pasti bisa. Vivi itu sangat disayang sama Bunda Flora."


"Flora Wijaya? Pemilik Wijaya's Group itu?"


"Gue serius nanya!" jawab Bayu.


"Tapi Jor, kata bokap gue pemimpin Wijaya's Group sekarang bukan Flora Wijaya lagi, tapi sudah diberikan kepada anaknya, Vishnu Louis Wijaya." jelas Alvin.


"Tuh lo pinter Vin." saut Jordy.


"Lo udah berapa lama bersahabat sama Vivi?" tanya Bayu pada Jordy.


"Sejak awal masuk SMA. Awalnya dia dingin banget, dan karna teman gue suka sama teman dia, jadi kita semua sahabatan. Dia itu Ice Queen SMA Garuda." jelas Jordy.


"Lo tau banyak tentang Vivi, tapi kenapa lo bukan pacar Vivi?" tanya Frans yang sedari tadi menyimak percakapan mereka.


"Gue bukan tipe dia." jawab Jordy dengan wajah sedih.


Frans menertawakan Jordy karna ia sangat jujur sekali. Bayu pun semakin penasaran dengan sosok Vivi yang sebenarnya.


"Jujur, gue tertarik sama Vivi." ucap Bayu yang membuat Jordy terkejut. Frans dan Alvin tidak terkejut akan hal itu, mungkin ia sudah mengetahuinya.


"Hah? Serius lo?" tanya Jordy.


"Ya serius Jordy!"


"Gue saranin jangan suka sama Vivi deh Bay."


"Why?"


"Dia udah ada yang punya!"


"Bercanda lo ga lucu Jor! Serius gue suka sama Vivi sejak hari pertama ospek." jelas Bayu.


"Ta....tapi...." ucap Jordy terbata bata.


"Lo kalau iri sama gue bilang aja Jor!"


"Serius gue Bay, Vivi udah ada yang punya."


"Gue juga pernah lihat si Vivi di antar sama cowo ke kampus. Itu pacarnya?" kata Frans.


"Itu suaminya!" ucap Jordy yang merasa bahwa mereka semua tidak mempercayai perkataannya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰