
Sam sudah menemukan latar belakang data dari tempat pemasok bahan makanan yang bekerja sama dengan Wijaya's Group. Tidak disangka bahwa hasil perbuatan pemasok itu selama beberapa tahun belakangan ini, ternyata untuk membuat keluarganya hidup sejahtera. Vivi tersentuh mendengar hal itu, namun apalah daya jika hasil yang diterima oleh keluarganya selama ini berasal dari perbuatan tercela kepala keluarganya.
"Nona, apakah yang harus kita lakukan?" tanya Sam kepada Vivi saat sarapan di restoran hotel.
"Tetap saja, aku harus menegakkan keadilan Sam. Dia telah merugikan perusahaan."
"Tetapi akan seperti apa keluarganya nanti?"
"Akan aku pikirkan tindakan apa yang harus dilakukan."
Tiba tiba ada yang menutup mata Vivi. Secara refleks Vivi memputar tangan orang tersebut yang tak lain adalah Vishnu.
"Sakit sakit!" keluh Vishnu.
"Ah, sorry hubby. Aku refleks. Kamu buat aku kaget aja!"
"Aku mau buat surprise untuk kamu."
"Aku sudah terkejut sekarang. Ayo aku bantu bawa barangmu ke atas."
#####################################
"Aku harus bagaimana?" tanya Vivi pada Vishnu setelah menjelaskan masalah yang terjadi di Kota S.
"Aku sudah disini untuk membantu kamu."
"Tapi aku khawatir dengan apa yang akan terjadi pada keluarganya."
"Mereka harus menanggung apa yang telah diperbuat, sayang."
"Bila kepala keluarga mereka dipenjara, bagaimana dengan perekonomian dikeluarga mereka? Aku ga bisa membayangkan mereka sengsara."
"Hey, sayang! Ayah dan bundaku dulu pernah jatuh seperti yang akan terjadi pada mereka. Mungkin dimasa depan mereka akan bangkit. Perihal bisnis, jangan mencampurkannya dengan perasaan. Tidak akan ada hasilnya, sweety." jelas Vishnu pada Vivi.
"Baiklah, aku mengerti."
Dihari selanjutnya, Vivi dan Vishnu beserta Sam pergi ke restoran untuk bertemu kepala gudang terlebih dahulu.
"Ini pekerjaanmu sayang, aku tidak bisa mencampuri keputusanmu. Aku hanya sebagai pendengar saja." ucap Vishnu pada Vivi menjelaskan tanpa membuatnya tersinggung.
"Aku mengerti. Terimakasih telah mendampingiku." jawab Vivi.
Vishnu begitu mendukung dan memberikan kebebasan pada Vivi untuk bertindak sebagai pemimpin. Selain untuk memberikan pelajaran atau pengalaman kepada Vivi, Vishnu ingin agar nanti dimasa depan Vivi bisa menjalankan perusahaannya dengan baik. Perihal pekerjaan, harus dilakukan secara profesional.
"Manajer, saya pinjam ruangan ini, dan panggilkan kepala gudang ke sini." suruh Vivi.
Dengan segera manajer cabang itu memanggilkan kepala gudang yang terlihat seperti seumuran dengan Vishnu.
"Selamat pagi, nona Wijaya." sapa kepala gudang itu.
"Selamat pagi pak. Apakah anda tau kenapa saya panggil dan mengapa saya ada disini?" tanya Vivi.
"Tidak tau nona. Saya tidak melakukan kesalahan apapun sehingga membuat pemimpin Wijaya's Group datang untuk bertemu dengan saya."
"Belum sadar rupanya dirimu, pak." celetuk Vivi.
"Saya benar benar tidak melakukan kesalahan apapun nona."
"INI APA?" tanya Vivi dengan suara tinggi kepada KG tersebut sekaligus melemparkan berkas yang ada.
"Saya tidak mengerti nona."
"Sudah, tidak perlu berpura pura bodoh pak! Kami semua sudah tau! Kamu dan pemasok kami melakukan kerja sama untuk korupsi dan membohongi perusahaan." bentak Sam.
"Maafkan saya nona. Saya terpaksa melakukan hal tersebut."
"Terpaksa kamu bilang? Sudah 3 tahun anda melakukan hal tersebut disetiap bulan pemasokan barang! Perusahaan akan melakukan penyelidikan menyeluruh di semua cabang. Dan kontrak kerja anda dengan Wijaya's Group berakhir minggu depan, saya tidak mau ada perpanjangan kontrak kerja lagi. Anda tidak akan diterima kerja di perusahaan yang bekerja sama dengan Wijaya's Group!" jelas Vivi.
"Saya mohon nona, jangan pecat saya. Bagaimana cara saya mengganti kerugian perusahaan jika saya tidak bekerja?" tanya KG tersebut sambil berlutut dihadapan Vivi.
"Saya tidak peduli pak! Rumah, aset, dan yang lainnya akan disita." jawab Vivi.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Part ke 2 akan segera di up ya kawan.
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰