THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Worry About You



Vishnu menghubungi nomor Vivi secara terus menerus. Tapi yang ia dengar adalah bunyi operator yang mengatakan bahwa nomor Vivi sedang tidak aktif. Tidak biasanya Vivi pulang telat tanpa memberi kabar kepada orang rumah. Bahkan Flora saja menjadi khawatir pada Vivi.


"Vivi kemana ya bun? Aku khawatir." ucap Vishnu yang sudah seperti kehilangan seseorang.


"Coba bunda yang hubungi." ucap Flora pada Vishnu.


Flora segera menghubungi Vivi menggunakan nomornya. Hasilnya pun sama ia hanya mendengar suara operator yang berbicara.


"Bunda istirahat aja." suruh Vishnu.


"Gimana bunda mau istirahat? Bunda ga bisa tenang L sebelum menantu bunda pulang." ujar Flora.


"L ngerti bun. Sekarang bunda tenang, L akan cari Vivi." ucap Vishnu.


"Cepat L, bunda takut Vivi kenapa napa."


Ia pun kembali ke kamarnya mengambil kunci mobil dan ketika akan berjalan keluar, dari pintu utama, Vishnu melihat mobil Vivi yang masuk ke area pekarangan rumah. Ia pun segera masuk kembali ke dalam rumah.


"L!" teriak Flora.


"Astaga! Kenapa bun?" tanya Vishnu.


"Kenapa kamu balik lagi bukannya cari Vivi?" tanya Flora.


"Ngapain aku cari bun?" ucap Vishnu dengan cuek.


"Kamu ini benar benar ya! Istrimu belum pulang L!" bentak Flora.


"Bunda sayang, menantu kesayangan bunda udah datang. Jadi kenapa harus aku cari?" jelas Vishnu pada Flora.


"Bohong!"


"Kapan aku pernah bohong sama bunda?"


"Sering! Udah, bunda mau ke depan memastikan ucapanmu itu!"


"Silahkan bunda bungaku yang cantik." ucap Vishnu.


Flora berjalan menuju halaman depan untuk memastikan ucapan anaknya itu. Dan dilihatnya Vivi yang masih menggunakan seragam seperti tadi pagi hanya saja sekarang seragamnya itu terlihat kusam.


"Sayang kamu kemana aja sih? Kenapa ga kabarin bunda atau VL? Tau ga bunda tu khawatir sama kamu!" ucap Flora bertubi tubi.


"Bunda sayang, aku tadi ada tugas kelompok dan harus presentasi besok. Aku ga bisa kasih tau bunda karna hapeku hancur." jelas Vivi.


"Hancur gimana?" tanya Flora.


Vivi mengambil ponselnya yang berada didalam tas dan menujukkannya kepada Flora.


"Ya Tuhan! Kenapa bisa hancur gini?" tanya Flora.


"Tadi ada orang yang ga sengaja tabrak aku saat disekolah. Ketika itu aku sedang memegang ponsel, dan ponselnya jatuh ke lantai 1 bun." jelas Vivi.


"Ya sudah, lain kali kabari orang rumah ya sayang. Jangan diulangi lagi. Kamu bisa minta tolong temanmu. Jangan membuat bunda dan suamimu itu khawatir. VL seperti orang gila ketika nomormu ga bisa dihubungi Vi." ujar Flora.


"Maafkan Vivi bunda." ucap Vivi.


"Ga papa sayang. Sudahlah, kamu temui suamimu itu dikamar, dan istirahatlah." suruh Flora.


"Baik bunda." saut Vivi.


Setelah itu, Vivi langsung berjalan ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya.


"Kemana aja kamu?" tanya Vishnu dengan wajah dinginnya.


"Woah ternyata ya kamu care banget sama aku. Jadi terhura." canda Vivi dengan ekspresi heboh.


"Aku ada tugas kelompok tadi." tambah Vivi.


"Terharu!" benar Vishnu.


"Itu maksudku." ujar Vivi


"Masih ingat pulang kamu? Ga usah pulang sekalian!" ucap Vishnu yang marah pada Vivi.


"Jangan marah marah dong, nanti gantengnya luntur." goda Vivi.


"Aku serius Victoria!"


"Aku juga serius L. Jangan marah, aku akan jelaskan."


"Aku ga mau dengar penjelasan kamu!"


"Tapi aku mau menceritakannya sama kamu." kukuh Vivi.


Vishnu pun terdiam karna ia tau bahwa istrinya itu adalah sosok yang keras kepala. Vivi menarik tangan Vishnu untuk mengikutinya duduk disebuah sofa dalam kamar Vishnu.


"Tadi saat disekolah ada murid baru yang sedang keliling sekolah, dan aku ga sengaja bertabrakan sama dia lalu ponselku jatuh dari tangga lantai 2 ke lantai 1. Hasilnya jadi gini, taadaaa." ucap Vivi sambil menunjukkan ponselnya yang hancur itu pada Vishnu.


"Murid baru itu perempuan atau laki laki?" tanya Vishnu menyelidik.


"Laki laki namanya Ryan, dia pindahan dari Seoul."


"Kamu marah sama dia?"


"Jelas aku marah dong. Dia udah buat hapeku jadi rusak."


"Gimana kamu marah ke dia?" tanya Vishnu dengan sedikit kikikan menertawakan hal yang menurutnya lucu.


"Aku pergi saat dia minta maaf padaku. Dan aku menyalahkannya karna dia hapeku jadi tak berbentuk lagi."


Mendengar jawaban itu, Vishnu langsung tertawa.


"Kamu ini seperti anak kecil aja." ledek Vishnu.


"Anak kecil bagaimana?" tanya Vivi tak mengerti.


Vivi pun hanya menggelengkan kepalanya saja untuk menjawab pertanyaan Vishnu.


"Bagus! Suamimu ini sanggup untuk membelikan kamu ponsel keluaran terbaru sayang!" bangga Vishnu.


"Aku bisa pakai uang tabunganku kok."


"No no no! Uangmu adalah uangmu tapi uangku adalah uangmu. Ayo cepat!" suruh Vishnu.


"Kemana?" tanya Vivi.


"Beli ponsel baru! Cepatlah, ayo." ajak Vishnu.


Tetapi Vivi terdiam saat Vishnu mengajaknya pergi untuk membeli hape baru untuknya.


"Kamu ga marah?" tanya Vivi.


"Aku ga marah, hanya khawatir denganmu." jawab Vishnu.


"Aku minta maaf udah buat kamu khawatir." ucap Vivi dengan menundukkan kepalanya.


"Ga papa, lain kali kabari aku setiap saat." tegas Vishnu lalu membalikkan badannya untuk bersiap siap pergi.


Tiba tiba Vivi memeluk Vishnu dari belakang.


"Aku mohon jangan campakkan aku seperti kemarin kemarin. Aku tersiksa." ujar Vivi.


"Aku lebih tersiksa jauh darimu karna sikap dan permintaan anehmu itu."


"Hah? Jadi kamu ga setuju dengan permintaanku?"


"Jelas aku ga setuju."


"Kenapa kamu ga bilang dari awal? Udah 4 hari kamu cuekin aku!"


"Aku hanya ingin lihat sampai kapan kamu mempertahankan arogansimu itu?"


"Aku udah membuang arogan dan keinginanku itu. Aku tersadar bahwa aku sudah terbiasa dengan hadir kamu seperti saat saat kita belum menikah." jelas Vivi.


"Anak baik! Maafkan aku juga yang sudah mencampakkanmu selama beberapa hari ini. Aku sangat sangat menyayangi kamu Victoria." ujar Vishnu mengelus tangan Vivi yang berada dipinggangnya itu.


"Mulai sekarang aku akan berusaha menerima semua ini dan menjadi istri yang baik untuk kamu." ucap Vivi.


"Baiklah, tapi sekarang lepaskan pelukanmu dulu, kita harus beli ponsel baru untukmu sebelum hari semakin malam."


"Ga mau! Tunggu sebentar lagi."


"Sayang, aku ga kuat kalau harus berlama lama seperti ini."


"Kenapa? Kamu masih marah sama aku?"


"Bukan."


"Terus apa?"


"Kamu mau aku bohong atau jujur?"


"Jujur dong!"


"Itu kamu terlalu menempel dibelakangku sayang."


"Itu apanya? Aku hanya mau seperti ini sebentar."


"Itu kamu! Ayo lepaskan sekarang." ujar Vishnu yang berusaha untuk melepaskan tangan Vivi yang melingkar dipinggangnya.


"Ga mau!" bersikeras Vivi.


"Sungguh aku ga kuat menahannya!"


"Aku sedang memeluk kamu, bukan digendong olehmu!"


"Tapi bebannya lebih berat daripada menggengongmu sayang! Ya Tuhan! Aku ga kuat." erang Vishnu.


Vivipun akhirnya melepaskan pelukannya.


"Kamu ini kenapa sih? Ga kuat apa?" tanya Vivi.


"Itu kamu terlalu menempel Vi!"


"Apa?" tanya Vivi lagi.


"Kamu ini benar benar ga peka ya! Aku bisa merasakan dada kamu saat tadi kamu tiba tiba memeluk aku dari belakang, aku ga kuat menahan nafsuku sayang!" jelas Vishnu.


"Dasar kamu pria mesum!" ucap Vivi yang malu ketika Vishnu menjelaskan hal itu.


"Aku pria yang sudah menikah, jadi wajar sayang! Sekarang tanggung jawab!"


"Tanggung jawab apanya?"


"Tanggung jawab sudah membangunkan sesuatu dalam diriku!" pinta Vishnu yang berjalan mendekati Vivi.


"DASAR VISHNU MESUM!"


Teriak Vivi yang langsung berlari ke arah kamar mandi meninggalkan Vishnu yang tertawa terbahak bahak melihat Vivi yang wajahnya bersemu jadi merah.


**TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰**