
Ketika sedang menanti Vishnu pulang dari kantor, Vivi sudah mengalami kontraksi berkali kali. Hanya ia belum sadar dan hanya merasakan sakit biasa. Rasa sakitnya semakin lama semakin sakit, hingga membuat Vivi berkeringat dan diam ditempat.
"Non, kenapa?" tanya bibi saat melihat Vivi menundukkan kepalanya di meja makan.
Vivi menjawab hanya dengan gelengan kepalanya saja. Ia bahkan tidak menjawab dengan kata kata. Tidak seperti biasanya.
Merasa ada hal yang aneh, bibi segera menghubungi Vishnu melalui sambungan telepon rumahnya.
Vishnu POV.
Vishnu telah menyelesaikan berkas berkas yang harus segera di tand tangani oleh dirinya. Setelah selesai, ia pun menyerahkan berkas berkas itu kepada Gavin untuk di cek kembali dan bila ada yang kurang, akan ia perbaiki esok hari. Entah mengapa Vishnu ingin sekali segera pulang ke rumah dan beristirahat karna hari ini ia bekerja lembur.
Saat mengeluarkan mobilnya dari gedung Wijaya's Group, Vishnu mendapat telepon dari pembantunya dirumah.
Bibi : Den, non Vivi sepertinya mau melahirkan.
Vishnu : Bibi hubungi bunda agar segera kembali, lalu dampingi Vivi dulu, saya segera pulang.
Vishnu pun menutup panggilannya. Ia juga segera menghubungi Gavin dan Sam untuk segera ke rumahnya.
Akhirnya, Vishnu tiba dirumah dan segera berlari mencari Vivi. Ketika menemukan istrinya itu, Vivi dalam keadaan banyak sekali keringat dan menahan rasa sakit.
"Sayang. Sadarlah ini aku." ucap Vishnu.
"Kita ke rumah sakit sekarang."
"Bibi persiapkan barang barang yang mungkin akan diperlukan nantinya. Susul kami ke rumah sakit bersama Gavin dan Sam."
Vishnu menggendong Vivi ke mobil dan melaju ke rumah sakit dengan panik.
"Jangan ngebut, aku takut." ucap Vivi.
"Kamu bertahan sayang. Sebentar lagi kita tiba di rumah sakit." jawab Vishnu.
Selama 30 menit menuju rumah sakit, Vivi langsung dibawa oleh suster menuju IGD. Sedangkan Vishnu, dia mencari dokter kandungan kepercayaannya yang juga teman sekolah Vishnu di rumah sakit itu. Begitu dokter datang, ia langsung mengerti dan memindahkan Vivi ke dalam ruang inap VVIP.
"Istrimu baru bukaan 4, jadi kita masih harus menunggu." ucap dokter Vania.
Vishnu menunggu cukup lama hingga Sam dan Gavin datang ke rumah sakit.
"Bunda sudah dimana?" tanya Vishnu pada Gavin.
"Bu Flora masih harus menunggu jadwal penerbangan besok." jawab Gavin.
"Aku tidak mengerti kondisi orang yang akan melahirkan. Kalian pulang saja dan beristirahat."
"Kami berdua akan menemani pak Vishnu disini." ucap Sam.
Walaupun Vishnu sudah menyuruh mereka untuk pulang, namun keduanya tidak ada yang beranjak dari rumah sakit dan memilih untuk menemani Vishnu.
8 Jam berlalu, Vivi mengalami kontraksi lagi.
"Hubby. Ini sakit sekali. Aku tidak kuat menahannya." ucap Vivi.
"Kamu bertahanlah."
Vishnu menekan tombol untuk memanggil dokter mengecek keadaan Vivi lagi. Dokter Vania datang dan memeriksa keadaan Vivi.
"Baiklah, kita bisa bawa pasien ke ruang bersalin sekarang. Karna beliau sudah siap untuk melakukan persalinan sekarang."
"Boleh saya ikut?"
"Tentu saja boleh. Tapi jangan sampai pingsan di ruang bersalin ya." pinta dokter Vania.
#Di ruang bersalin
Vivi mengerang secara terus menerus.
"Dorong terus." ucap Dokter.
"Kamu pasti bisa sayang."
"Aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh."
Setelah jeritan terakhir Vivi, keluarlah seorang bayi yang ia lahirkan secara normal tanpa kekurangan apapun.
"Selamat ya, baby boy telah lahir ke dunia ini." ucap dokter.
"Terimakasih dok."
"Terimakasih sayang, kamu membuat hidupku jadi lengkap sekarang. Aku mencintaimu." ujar Vishnu.
Vishnu sangat diselimuti oleh sukacita karna kelahiran putranya ke dunia ini.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰