
Begitu tiba di Amsterdam, Vivi dan Vishnu segera pergi ke kantor cabang disana. Mereka disambut oleh beberapa staff yang mengenali mereka. Vishnu pernah satu kali datang ke cabang di Amsterdam, namun hal itu sudah lama sekali.
"Panggil dewan direksi dan kumpul di ruang meeting sekarang." ucap Vishnu pada pemimpin karyawan cabang itu yang bernama Tyo.
Dengan segera, Tyo melaksanakan perintah Vishnu. Ia memanggil para petinggi perusahaan di kantor cabang Amsterdam. Dalam waktu singkat, para petinggi kantor cabang pun masuk ke ruangan meeting yang di dalamnya telah ada Vishnu dan Vivi.
"Where's Mr. Fred?" tanya Vishnu.
"Mr. Fred sedang dijalan, Tuan." jawab Tyo.
"Kemana dia? Pergi disaat jam kerja?" tanya Vishnu lagi.
"Dia sedang pergi berolahraga tuan."
"Sangat tidak profesional." celetuk Vivi.
Vishnu pun memulai rapat yang dipimpin oleh Tyo. Tyo merupakan orang kepercayaan Flora sekaligus mata mata yang ia kirim untuk menjaga cabang Belanda. Tak lama setelah rapat dimulai, Mr. Fred datang dengan tergesa gesa.
"Are you busy, Mr. Fred?" tanya Vivi pada Mr. Fred sekaligus menyindirnya.
"No, Miss. I'm not busy." jawab Mr..Fred dengan pasti.
"Mas Tyo, berbicaralah. Aku tidak suka melihat penghianat ada di kantor Wijaya's Group." ucap Vivi pada Tyo.
Tyo pun menjelaskan permasalahan yang terjadi. Mr. Fred dengan sengaja menggunakan uang perusahaan untuk kehidupan sehari harinya. Tak ada satupun karyawan yang melapor pada pusat Wijaya's Group yang berada di Jakarta, Indonesia karena di ancam oleh beliau. Ya, Mr. Fred adalah direktur di cabang Amsterdam. Bagaimana kantor pusat bisa mengetahui?
Sebenarnya, Vishnu dan Vivi sudah curiga semenjak 3 bulan lalu mengenai kelonjakkan anggaran perusahaan yang keluar. Vivi mengirim salah satu dari anggota tim Jenno yaitu Blackjack untuk mengawasi Mr. Fred. Ternyata, dia melakukan hal tersebut untuk dirinya sendiri. Ia hidup mewah dan uang tersebut dia pakai untuk ke club dan menyewa gadis gadis pemuas nafsu untuknya di Belanda. Mengetahui hal tersebut, Vivi dengan segera mengambil tindakan untuk memberitahukan semua petinggi perusahaan terkait masalab atau kelicikan yang telah dilakukan oleh pemimpin mereka.
Vivi bersusah payah di Jakarta untuk meminta kerja sama kepada perusahaan bawah yang lain, hanya sekedar untuk menutupi anggaran di cabang Amsterdam. Ia sangat marah akan hal tersebut. Tyo menjelaskan bagaimana Vivi dan Vishnu dapat mengetahui hal tersebut dan juga maksud mereka datang ke Amsterdam.
"Sayang, mana surat pemecatan Mr. Fred?" tanya Vishnu pada Vivi.
"Ada di tas ku. Aku akan ke bawah dulu untuk mengurusi pemecatannya." ucap Vivi.
Vivi pergi ke lantai bawah ditemani oleh Tyo yang disuruh Vishnu. Sedangkan Vishnu ia melanjutkan rapat dan membahas yang lain. Walaupun mungkin ada anggota direksi yang tidak mengerti apa yang Vishnu sampaikan karena menggunakan bahasa inggris. Vishnu tidak fasih sama sekali dengan bahasa Belanda.
Vivi pergi ke lantai bawah untuk melengkapi surat pemecatan Mr. Fred dan juga mengambil upah nya bulan ini. Kedatangan Vivi membuat seisi kantor menjadi sunyi. Karna merasa canggung, Vivi meminta Tyo untuk menyampaikan kepada karyawan bahwa tidak perlu takut dan formal pada Vivi dalam bahasa Belanda.
Karyawan pun perlahan menjadi nyaman dengan kehadiran istri bos bahkan wakil CEO pusat di Wijaya's Group. Setelah menyelesaikan segalanya, Vivi meminta Tyo untuk melanjutkan urusannya pada Mr. Fred. Vishnu sudah keluar dari ruang rapat.
"Koper kami dimana mas?" tanya Vivi pada Tyo.
"Koper tuan dan nona masih di mobil." jawab Tyo.
"Baiklah. Terimakasih atas hari ini mas Tyo." ucap Vivi.
"Sama sama nona."
"Urus dia dengan baik dan jangan biarkan anak serta keluarganya berurusan dengan Wijaya's Group. Saya tidak mau melihatnya lagi." ujar Vishnu pada Tyo.
"Baik tuan, akan saya laksanakan"
Vivi dan Vishnu pun masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan gedung kantor yang terdapat puluhan lantai itu.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Ayo kunjungi karya terbaru aku ya judulnya Love Racer (cinta pembalap).
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰