THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Profesionalitas



Akhir akhir ini, Vivi setiap hari harus ke kantor untuk menggantikan Flora yang saat ini lebih berdiam diri di rumahnya. Ia harus mengerjakan proyek proyek yang telah Flora tinggalkan, dibantu oleh Sam dan Gavin sebagai body guard dan sekretaris, Vivi juga dibantu oleh Rany. Vivi secara pribadi menunjuk Rany untuk menjadi anggota Tim nya dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan.


"Kamu ini sangat mengerti bisnis loh Vi. Dan jiwa kepemimpinan kamu tinggi sekali." ungkap Rany.


"Aku belajar dari ayah sejak lama. Ayah selalu mengajariku tentang bisnis. Sedangkan kepemimpinan, aku belajar dari bunda." jawab Vivi.


"Aku salut pada kamu." ucap Rany.


"Apa jadwal kita hari ini, Sam?" tanya Vivi.


"Hari ini kita ada meeting untuk kerja sama dengan perusahaan D/A." jawab Sam.


"D/A?"


"Ya nona, dia adalah pesaing bisnis kita. Dia berada di nomor empat." jelas Sam.


Ya, benar. D/A adalah perusahaan milik Darren Frederick yang ia bangun bersama mantan istrinya Angelina. Vivi sangat mengetahui hal tersebut. Ingin rasanya ia tidak bertemu dengan Darren kembali, namun ia harus profesional terhadap pekerjaannya. Apalagi kini ia menanggung beban tanggung jawab sebagai Pimpinan perusahaan.


"Nona, apakah kita batalkan saja kerja sama dengan D/A?" tanya Gavin.


"Tidak papa kak." jawab Vivi.


"Tapi ............" ucap Gavin menggantung.


"It's okay, aku baik baik saja kak. Aku harus profesional dalam pekerjaan." saut Vivi.


Akhirnya, tim perencanaan dan tim Vivi pergi ke sebuah ruangan di dalam Wijaya's Group untuk menghadiri dan menandatangani kerja sama mereka. Begitu Vivi berada di ambang pintu, mata Darren dan Vivi bertemu. Vivi langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari Darren.


Tim perencanaan mempresentasikan mengenai keunggulan Wijaya's Group kepada D/A dan membuat pihak lain memiliki ketertarikan untuk bekerja sama. Begitu pula beberapa orang yang hadir dari D/A.


"Kami telah membaca proposal yang di ajukan oleh D/A dan itu cukup menarik. Ini akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi industri bisnis kedua perusahaan. Bila saling menguntungkan, kenapa tidak?" ujar Vivi.


"Saya juga tertarik dengan hal yang ditawarkan oleh Wijaya's Group. Dan saya harap Wijaya's Group dan D/A segera dapat melangsungkan pekerjaan proyek bersama." ucap Manejer D/A.


Darren pun segera menandatangani surat tersebut dan Vivi juga mewakili Wijaya's Group menandatangani perjanjian tersebut. Sekilas Vivi dan Darren seperti orang yang tidak saling mengenal satu sama lain. Tidak ada orang yang mengetahui bahwa Darren dan Vivi memiliki history berdua. Hanya Gavin dan Sam saja yang mengetahuinya karena mereka berdua sudah lama mengikuti Flora.


Tim perencanaan dan yang lainnya sudah meninggalkan ruangan tersebut kecuali Vivi yang sedang membereskan laptop serta dokumen dokumen lainnya di dalam ruangan itu bersama Darren yang terlihat ingin berkomunikasi dengannya. Dan benar saja bahwa Darren menegur sapa terlebih dahulu pada Vivi.


"Apa kabar Vi?"


"Saya baik. Bagaimana kabar Aryn om?"


"Aryn juga baik."


"Nona, kita masih ada meeting dengan perusahaan yang lainnya." ucap Sam mengingatkan Vivi sekaligus juga ingin membuat Darren tidak menyita waktu Vivi.


"Saya ingin bicara dengan kamu Vi, bisa?" tanya Darren.


"Baiklah. Sam kamu tunggu saja diluar." suruh Vivi.


"Om mau bicara apa?" tanya Vivi ketika sudah melihat Sam keluar dari ruang itu.


"Saya hanya ingin meminta maaf atas segalanya Vi. Saya tidak tau jika kamu sudah menikah."


"Om ga perlu minta maaf. Ini semua salah saya. Saya yang sudah jatuh cinta kepada om Darren dari lama dan akhirnya berlabuh kepada suami saya. sekarang. Maaf, saya harus pergi sekarang. Tolong sampaikan salam saya kepada Aryn ya om. Terimakasih atas segalanya. Semoga kerja sama kita berjalan lancar." ucap Vivi lalu berjalan keluar dari ruangan itu.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰