THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Good news



Flora begitu terkejut melihat Vishnu bersama Vivi yang sedang berada di ruang tamu.


"Anak bunda kapan pulang?" tanya Flora.


"Tadi, saat bunda sedang dikantor." saut Vishnu.


"Kenapa mendadak sekali nak?"


"Istriku ingin supaya aku pulang lebih cepat bun, jadi aku mengusahakan untuk segera bertemu dengannya."


"Sebelum menikah aja kamu ga pernah pulang untuk menemui bunda. Bahkan saat bunda memintamu L!"


"Aku pulang setahun sekali untuk bertemu sama bunda."


"Bunda iri sama Vivi." Flora merajuk kepada Vishnu.


"Bunda dan Vivi itu adalah dua orang perempuan yang paling aku sayang dan aku cintai dalam hidup. Sekarang aku punya kabar bahagia untuk kalian." ucap Vishnu.


"Kabar Vivi hamil?" tanya Flora yang seketika membuat Vishnu dan Vivi terkejut.


Bahkan Vishnu saja belum seutuhnya menjadikan Vivi sebagai seorang istri bagi dirinya.


"Bunda sayang, menantu bunda ini masih sekolah. Dan sebentar lagi dia akan ujian. Jika nanti kami sudah siap menjadi orang tua, Tuhan pasti akan memberikan kado dikeluarga kita bund." jelas Vishnu.


"Ya terus kamu punya kabar bahagia apa?"


"Iya aku juga penasaran. Kamu punya kabar bahagia apa sih?" tanya Vivi.


"Aku mengikuti saran bunda untuk meminta penerbangan dalam negeri, dan perusahaan menyetujui permohonanku." ucap Vishnu.


"Benarkah?" tanya Vivi dan Flora secara bersamaan yang mendapat anggukkan oleh Vivi.


"Benar. Dan setiap hari aku akan pulang ke rumah, walau kadang tengah malam pulangnya. Bagaimana?"


"Aku sih ga masalah, itu tuntutan pekerjaan kamu." ujar Vivi.


"Bunda malah senang kalau kamu tiap hari pulang. Bisa membantu bunda mengerjakan tugas kantor."


"Bunda boleh ga kalau Vivi mulai sekarang akan berkerja di kantor dan membantu bunda?" tanya Vivi.


"Sangat boleh dong sayang. Tapi nanti setelah kamu selesai ujian ya."


"Baik bunda!"


#######################################


Ditempat lain, Jennie datang ke markas kakaknya yaitu Jenno.


"Gimana bang udah tau siapa pemilik mobil sport itu?" tanya Jennie.


"Anak buah gue udah cari tau, mobil itu punya Fashion Desainer terkenal namanya Martha." saut Jenno.


"Martha?" Jennie bingung karna ia tidak mengenal orang itu.


"Lo punya masalah apa sama dia dek?"


"Kenapa dia bisa nekat mau nabrak elo?"


"Terus bantu cari info dari pemilik mobil itu ya bang. Gue serahin semuanya ke elo. Dia hampir membunuh gue dan Vivi."


"Vivi teman lo yang anaknya om Donnie?"


"Ya, Victoria Wales."


"Mungkin Martha mengincar teman lo kali, dek. Coba lo tanya dulu sama teman lo itu."


"Nanti gue tanya Vivi deh bang. Lo tetap bantuin gue cari tau siapa dia. Kabari gue kalau ada perkembangannya." ucap Jennie.


Setelah berbicara dengan kakaknya, Jennie menelepon Vivi untuk menanyakan mengenai Martha.


("Halo. Kenapa Jen?")


"Vi, gue udah tanya bang Jenno," ucap Jennie menggantung.


("Hm, terus gimana hasilnya?")


"Lo kenal sama Fashion Desainer yang namanya Martha ga?"


(Vivi sejenak berpikir tentang seseorang yang mungkin ia kenal.)


("Tante Martha? Gue kenal Jen sama dia. Dia teman bunda Flora, kenapa sih Jen? Lo juga kenal?")


"Dia pemilik mobil sport yang tadi hampir menabrak kita!"


("Yang bener? Serius lo? Salah kali. Tante Martha baik kok orangnya.)


"Gue ga kenal siapa Martha. Bang Jenno ga mungkin salah Vi. Lo pernah salah apa sama dia?"


("Itu pertemuan pertama dan terakhir gue sama tante Martha, Jen. Dan itu pun hanya sebentar. Gue langsung pergi sama VL. Itu loh yang gue kenalin lu sama kak Charles.")


"Apa motifnya dia melakukan itu ya?"


("Gue juga ga tau Jen.")


("sayang!") Vishnu terdengar memanggil Vivi yang sedang berbicara dengan Jennie melalui telepon.


("Jen, tolong minta bang Jenno selidiki lebih lagi ya, dan kabari gue.") ucap Vivi.


"Ok, akan gue kabari begitu ada info terbaru."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰