
"Vi, ada yang mau aku tanya sama kamu." kata Vishnu.
"Hem? Apa?"
Vishnu terlihat mengambil sebuah kotak dari disakunya dan ia pun berlutut dihadapan Vivi.
Vivi terkejut karena tindakan Vishnu ini yang dilihat juga oleh para pengunjung yang berada di dalam ruangan yang hanya terbatasi oleh kaca bening.
"Victoria Wales, will you marry me? I promise, I will never leave you." tanya Vishnu.
"Kamu lagi ngapain sih?" tanya balik Vivi yang sedang kebingungan.
"Melamarmu."
"WHAT?"
"Aku serius Vi. Will you marry me?"
Vivi mematung untuk sementara waktu. Ia tak percaya bahwa Vishnu melamarnya secara langsung bukan melalui perbincangan Flora ataupun terkait perjodohan.
"Aku tau kamu belum bisa mencintai aku. Aku akan membuat kamu mencintai aku. Ini bukan karena perjodohan keluarga kita. Aku tulus ingin mempersunting kamu menjadi pendamping hidup aku." jelas Vishnu.
"Yes!" saut Vivi.
"Ya untuk apa?"
"Untuk pertanyaan kamu tadi."
"Kamu mau nikah sama aku?" tanya Vishnu lagi.
"Iyah." jawab Vivi.
"Apa aku ga denger!"
"I SAID YES!"
"Thank you so much." ucap Vishnu bahagia mendengar jawaban Vivi.
Sorak riuh dari pengunjung didalam ikut merayakan acara lamaran ini. Dan sebenarnya, Flora juga menyaksikan hal tersebut. Sebelum Vishnu dan Vivi datang, Flora terlebih dahulu menelepon pegawainya dan memintanya untuk memvideokan hal tersebut. Walaupun ia tidak tau apa yang diucapkan di luar balkon itu, tapi ia merasa sangat senang karena mereka yang berawal dari keinginan Krishna untuk menjadikan Vivi adalah menantunya dan ditambah juga Donnie yang berusaha untuk menyatukan mereka. Setelah sebelumnya Vivi yang merasa jengkel dengan Vishnu karena menabrak mobilnya, kemudian saat ini mereka mulai berjalan maju satu langkah, yaitu PDKT.
Rupanya Vivi teryakini dengan ucapan Vishnu yang akan membuat dirinya mencintai Vishnu. Dan Vivi juga sejujurnya mulai bingung dengan perasaannya pada Vishnu. Vivi terpukau dengan perbuatan Vishnu pada dirinya selama ini. Mulai dari melindungi, mengkhawatirkan dirinya, dan juga membahagiakannya.
Vivi menerima cincin yang dipasangkan oleh Vishnu di jari manisnya. Lantas ia pun memasangkan pasangan cincinnya di jari Vishnu.
"From now, can I call you my fiancé?" tanya Vishnu.
"Sure! From now, you are my fiancé." jawab Vivi.
Tiba tiba ponsel Vivi berdering.
📞 Connected
("Halo Vi, lo dimana?") tanya Tiffany.
"Gue lagi di resto ni."
("Sama Kak Vishnu?")
"Ya iyala! Gue kan ga tau jalanan kota Fan."
("Gue sama yang lain boleh ke sana ga?")
Vivi menanyakan bahwa kawan kawannya boleh ikut bergabung atau tidak dengan dirinya tanpa mengeluarkan suara.
Setelah mendapatkan izin dari Vishnu, Vivi pun memberikan jawabannya ke Tiffany.
"Boleh Fan. Restaurant XXX di jalan XXXXXXXXXXXX. Lo ke sini aja. See you Fan!"
("Ok! See you Vi.")
📞 ENDED
"Ga papa mereka ke sini dan gabung sama kita?" tanya Vivi pada Vishnu.
"Ga papa. Acara kejutan untuk kamu juga udah selesai kok." jawab Vishnu.
"Bener?"
"Beneran! Oh ya beb, besok pagi aku pergi kerja, mungkin saat kamu bangun, aku udah pergi, dan jadwal terbangnya ke London. Kamu ga papa aku tinggal dua hari?"
"Bukannya kamu free 3 hari?"
"Memang 3 hari. Aku bisa temani kamu cuma 3 hari selama disini."
"Maksudnya, selang seling gitu sayang."
"OH!"
"Jangan marah ya, aku janji secepatnya pulang ke Indonesia."
"Aku ga marah. Itu memang tugas kamu. Aku tunggu kamu di rumah."
"Kalau kamu kangen hubungi aku aja."
"Geer banget sih kamu!" ucap Vivi sambil tertawa.
TING! Bunyi pesan masuk di ponsel Vivi.
TIFFANY : Vi, gue didepan. Lo bisa turun jemput kita ga?
Me: Gue jemput sekarang.
"Sebentar ya, aku jemput mereka dulu." pamit Vivi pada Vishnu.
"Aku aja yang jemput mereka."
"Ga papa, aku aja."
Vivi pun akhirnya turun menjemput kawan kawannya yang berada dibawah, dan tak lama, Tiffany, Jennie, Vincent, dan Jordy datang. Pelayan pun melayani mereka.
"Kak Vishnu, maaf ya kita ganggu." kata Jennie.
"Ga ganggu kok. Santai aja." jawab Vishnu.
"Luna sama Leo mana?" tanya Vivi.
"Ga tau, katanya mereka berdua mau ngobrol. Paling sekarang pada nyesel tadi ribut." saut Tiffany.
"Oh ya udah. Kalian pesen aja, gue sama kak Vishnu udah makan." suruh Vivi.
Kawan kawan Vivi pun mulai memesan makanan. Sedangkan Vivi dia hanya mengobrol dengan Vishnu. Setelah selesai, Vishnu pun turun ke bawah dan ke kasir.
"Padahal ini resto bunda Flora tapi dia bayar juga." ucap Vivi.
"Ini resto kak Vishnu?" tanya Tiffany.
"Punya bundanya." jawab Vivi.
"Sama aja Vi. Gue ga nyangka, Resto XXX kan ada di berbagai negara loh." saut Vincent.
"Memang."
"Vi, sejak kapan lo pake cincin?" tanya Jennie.
"Sejak tadi." jawab Vivi lagi.
"Hah?" Jennie yang tak paham maksud Vivi.
"Jadi tadi kak Vishnu ngelamar gue sebelum kalian datang ke sini. Rencananya hanya mau dinner berdua aja, ternyata lo telpon gue! Kalian ganggu aja sih." jelas Vivi.
"WHAT?" Tiffany terkejut.
"Ga usah kaget gitu Fan. Gue bercanda. Tapi gue beneran di lamar sama dia."
"Wah selamat Vi." ujar Jordy.
"Thanks Jor."
"Waahh selamat Vivi sayangku. Gue keduluan lo yang udah dilamar sama kak Vishnu. Padahal yang pacaran gue dulu sama Vincent." kata Tiffany.
"Vin, tu kode! Tiffany minta dilamar." canda Vivi.
"VIVI! LO NGESELIN TAU GA?" teriak Tiffany.
Vivi hanya menganggapnya sebagai guyonan belaka. Hingga akhirnya Vishnu kembali dan mereka pun mengucapkan selamat kepada pasangan itu.
Mereka pun berpisah dan pulang masing masing setelah tak lupa mengucapkan terimakasih pada Vishnu.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰