THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Kenyataan pahit



Siang ini, Darren menyempatkan waktunya untuk ke rumah Vivi dan berbicara kepada orangtuanya. Darren berjalan memasuki rumah keluarga Wales. Ia tahu betul bahwa dia pasti tidak akan diterima dikeluarga Wales. Daisy menatap Darren dengan tatapan sinis.


"Mau apa kesini?" tanya Daisy.


"Masuklah dulu, kita bicara di dalam." suruh Donnie.


Mereka berjalan ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.


"Tumben ke rumah gue Ren, ada apa?" Donnie bertanya pada Darren.


"Mas, mba, saya kesini dengan tujuan mau melamar Vivi untuk menjadi istri saya." ucap Darren.


"Lo gila? Anak gue mau lo jadikan istri!" teriak Daisy.


"Saya serius ingin menikahi Vivi." jawab Darren pasti.


"Lo ga akan bisa membuat Vivi bahagia!"


"Saya akan membuat Vivi bahagia mba."


"Vivi sudah bahagia sekarang! Jangan ganggu dia!"


"Maksudnya?"


"Vivi sudah saya nikahkan, Ren." saut Donnie.


"Tunggu tunggu, maksud mas Donnie, Vivi sudah menikah?"


"Ya dia sudah saya nikahkan dengan putra dari keluarga Wijaya. Anaknya almarhum Krishna." jelas Donnie pada Darren.


"Sejak kapan?"


"Sudah cukup lama mereka menikah. Saya harap kamu tidak merusak kebahagiaan yang sudah Vivi tunggu selama ini. Mereka sudah saling mencintai."


"Baiklah, aku menyerah mendapatkan Vivi. Maaf sudah mengganggu kalian. Permisi." pamit Darren.


Darren pergi dari rumah keluarga Wales. Ia tidak menyangka akan mengetahui kebenarannya. Pantas saja saat ia melamar Vivi, Vivi segera menolaknya dan pergi. Bahkan Vivi pun tidak menjawab teleponnya belakangan ini. Termasuk saat Aryn menelepon Vivi. Darren merasa kecewa pada dirinya sendiri. Ketika ia mulai mencintai Vivi, ia harus menerima kenyataan bahwa ia mencintai istri orang.


############################


Hari ini Vishnu dengan sengaja pulang tanpa mengabari Vivi terlebih dahulu. Ia menepati janjinya yang akan pulang dalam 10 hari. Bahkan hari ini saja baru masuk hari ke delapan. Vishnu pulang membawa kabar baik untuk Vivi dan ingin memberinya kejutan.


Vishnu sampai dirumah dengan menggunakan taksi. Flora tidak ada dirumah karena ia sangat disibukkan dengan kegiatan kantor perusahaannya. Vishnu berjalan memasuki kamarnya dan segera bersiap untuk menuju sekolah Vivi.


*


*


"Ga papa Jen, nanti gue bisa balik sendiri kok." saut Vivi.


"Sorry ya Vi, gue duluan. Bye." ujar Jennie.


"Bye."


Vivi pun berjalan sendirian menuju pintu gerbang untuk mendapatkan angkutan umum. Ia merutuki pak Gerry karna memberikan kelas tambahan yang lama hingga kelas Vivi pulang cukup lama. Vivi berniat untuk mengirim pesan kepada Vishnu bahwa ia baru keluar kelas.


Ketika Vivi sudah sampai di depan gerbang, ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang sangat ia kenal dan sangat ia rindukan. Begitu Vivi menyadari bahwa Vishnu berada di depan sekolahnya, ia langsung berlari menghampiri Vishnu dan memeluknya.


"Hay sayang." sapa Vishnu.


"Kamu kok ga kabari aku sih?"


"Surprise! Aku mau buat kejutan."


"Aku kangen banget sama kamu!" rengek Vivi.


"Aku juga kangen sama kamu."


"Ayo pulang, sudah sore." ajak Vishnu.


"Ayo! Tapi aku lapar."


"Baiklah kita makan dulu."


Vivi dan Vishnu bergegas meninggalkan halaman sekolah. Tanpa mereka ketahui, Agnes memperhatikan mereka sedari tadi. Agnes pun bahkan memotret beberapa foto atas kejadian yang ia lihat di depan matanya.


"Lo bener perempuan ****** Vi! Bahkan lo juga jalan sama om om lain selain pria ini! Pantas saja lo bisa beli apapun yang lo mau! Tunggu pembalasan gue Vi!" pekik Agnes.


#


#


#


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Mohon maaf kepada para pembaca setia TPiMFH kemarin aku ga up karna sangat sibuk sekali belakangan ini. Mohon pengertiannya dari kalian.


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰