
Vishnu saat itu baru saja membelokkan mobilnya memasuki halaman sekolah Vivi ketika Vivi menekan tombol penyebrangan disana untuk menyebrangi jalananan dari sekolah untuk ke minimarket yang berada diseberang sekolah. Ketika ditengah jalan menyebrang, sebuah mobil sport dengan kecepatan tinggi melaju ke arah Vivi.
Vivi melihat ke arah mobil tersebut, ingin ia menghindari mobil tersebut, namun sayangnya sudah tidak ada kesempatan untuk Vivi menghindar. Sehingga mobil tersebut menabrak tubuh Vivi dengan keras dan membuat suara yang cukup kencang. Bahkan suara tersebut terdengar hingga ke halaman sekolah yang membuat orang orang disana berlari ke arah sumber suara termasuk Jennie dan Vishnu.
Begitu melihat siapa yang tertabrak, Vishnu seketika berlari menghampiri Vivi yang sudah berlumuran darah. Lain dengan Jennie, 7nity dan para warga sekolah khususnya para guru yang masih berada di sekolah, mereka langsung menghadang dan menghampiri pengemudi yang menabrak Vivi.
"Tolong hubungi ambulans, tolong!" pinta Vishnu.
Pak Rius yang melihat hal itu pun menjadi kaget dan segera menghubungi ambulans.
"Sayang, bangun ini aku!" panggil Vishnu yang meletakkan kepala Vivi yang berdarah di pangkuannya.
"Vivi sayang! Buka mata kamu. Please, aku mohon! Jangan tinggalin aku." ucap Vishnu dengan air mata.
Jennie terlihat membuka pintu mobil itu dan menarik pengemudi itu keluar dari mobil dengan paksa. Bukannya merasa bersalah, sang pengemudi tersebut malah tertawa melihat Vivi berlumuran darah.
"Jadi elo yang namanya Meghan? Model terkenal yang Psycho!" tanya Jennie.
"Iya gue Meghan! Kenapa?"
"Lo itu benar benar psikopat gila!"
"Hahahaha." Meghan tertawa.
Tak lama, ambulans datang ke TKP. Vishnu ikut di ambulans untuk memastikan keadaan Vivi setelah sebelumnya ia meminta tolong kepada Jennie untuk memberitahu keluarga Vivi.
Jennie menelepon Jenno dan menyuruhnya untuk segera datang ke TKP bersama timnya. Selanjutnya ia juga menghubungi keluarga Wales.
#################################
Di rumah sakit, Vishnu mengikuti Vivi yang akan dibawa ke ruang operasi karna analisa dokter saat di ambulans tadi bahwa Vivi mengalami cidera pada kepalanya yang cukup parah.
"Maaf pak, anda tidak boleh masuk. Silahkan tunggu di luar." ucap salah seorang perawat.
Vishnu tak berdaya. Ia dengan tampilan lusuh dan dibajunya tersebut yang dipenuhi banyak darah karna memeluk Vivi terus sedari tadi, menjadi perhatian orang orang yang berada dirumah sakit sana.
Sudah 60 menit Vivi berada didalam kamar operasi. Saat itu juga Donnie, Daisy, Flora, dan Victor datang ke rumah sakit menghampiri Vishnu. Ditempat lain sudah ada Gavin dan Sam yang berjaga jauh dari kamar operasi.
Vishnu dengan segera menghampiri dan memeluk Flora dengan erat.
"Aku ga liat Vivi ada di depan sekolah bun. Andai aku lihat Vivi disana, pasti ia tidak akan tertabrak." ungkap Vishnu.
"Ini bukan salah kamu L. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri." saut Flora.
"Aku terlambat untuk mencegah hal tersebut."
"Nu, sudahlah. Ini sudah takdir dan musibah tidak dapat dicegah." ucap Donnie.
"Iya benar kata ayahmu. Sudahlah, kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Vivi." sambung Daisy.
"Aku ga mau Vivi meninggalkan aku bun." ucap Vishnu.
"Suuttt jangan bicara seperti itu! Vivi pasti selamat." timpal Flora.
"Keluarga pasien Victoria?" tanya Dokter yang keluar dari kamar operasi.
"Kami keluarganya dok. Bagaimana keadaan Vivi?" tanya Flora.
"Mohon maaf, untuk saat ini pasien dalam kondisi koma. Cidera dikepalanya sangat parah akibat benturan sangat keras. Kami masih memastikan apakah ada kerusakan lain atau tidak." ucap Dokter.
"Dokter tolong usahakan agar Vivi selamat." pinta Daisy.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Ibu dan bapak berdoalah agar Vivi bisa pulih kembali. Saya permisi."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰