
Hari ini adalah hari pertama Vishnu datang kembali ke kantor setelah berita kecelakaan pesawat yang menimpa pemimpin Wijaya's Group itu terkuak oleh karyawan kantor.
Para karyawan membungkukkan badannya menyapa Vishnu. Kini, Vishnu belum kembali bertugas dan mengurus kepentingannya di dunia penerbangan. Ia dinyatakan hilang saat 6 bulan lalu oleh tim SAR. Sekarang, dia kembali dengan keadaan sehat. Hanya saja rambutnya yang tidak terawat seperti dulu, membuatnya terlihat aneh.
"Kamu potong rambut, sana." ucap Vivi.
"Aku maunya kamu yang potong."
"Aku hanya bisa tipe gundul aja, hubby. Mau?"
"No! Nanti suami mu yang tampan ini jadi bahan cemooh oleh para karyawan."
"Kamu tetap menawan walaupun botak."
"Thanks baby. But, aku ga mau."
"Ya kamu pergi ke salon aja. Rambut mu itu sudah seperti gimbal."
"Temani......." pinta Vishnu dengan manja.
"Sure! Nanti ku temani."
Saat sore hari, Vivi benar benar menemani Vishnu pergi ke salon langganan Flora dan Vivi. Salon tersebut tidak hanya menerima wanita saja, melainkan menerima pria juga.
"Mau di potong model apa cyinnn?" tanya Mami Syahruni sang pemilik salon itu.
"Tanyakan pada nyonya Wijaya." jawab Vishnu.
"Lho kok ke aku? Kan kamu yang mau potong rambut." saut Vivi yang terkejut.
"Karna apapun yang kamu pilih, aku suka. Dan apapun yang kamu suka, aku juga suka." gombal Vishnu.
"Aduh cyinn mesra banget sih...... Mami jadi mau deh punya suami kaya Vishnu." ucap Mami Syahruni.
"Gombal kamu!" kata Vivi sambil mencubit kedua pipi Vishnu.
Vishnu yang mendapat cubitan dikedua pipinya oleh Vivi, segera membalas mencubit kedua pipi Vivi juga.
"Awww sakit sayang." pekik Vivi.
"Tadi kamu duluan yang memulainya."
"Aku hanya emesh aja."
"Akupun gemez sama kamu."
"Lepasin ga?" tanya Vivi.
"Kamu dulu yang lepas."
"Ladies first, baby." jawab Vishnu tak mau kalah.
"Kamu pria bukan? Ga mau mengalah sama perempuan!"
"Kamu kan sudah pernah liat kalau aku pria atau bukan? Aku b***** sayang, bukan t****."
"Kalau gitu, barengan aja!"
"Ok."
"Satu..... dua..... tiga....."
Bukannya melepaskan, mereka malah semakin kencang mencubit satu sama lain.
"Sudaaahhhh......... Kalau kalian seperti ini terus, kapan mami mau memulai potong rambutnya? Client mami masih banyak lho say yang menunggu....." ucap Mami Syahruni.
Setelah mami Syahruni berucap demikian, Vivi dan Vishnu pun melepaskan cubitan satu sama lain. Mami Syahruni pun akhirnya melakukan pekerjaannya. Hasil karya mami Syahruni, memang tidak pernah diragukan lagi. Beliau telah sering memenangkan penghargaan dari acara perlombaan internasional dalam cabang kategori hair stylist no. 1.
Begitu sampai di parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil mereka, Vishnu secara tiba tiba mencium pipi Vivi.
"Wow aku di serang." kaget Vivi.
"Ini bukan serangan. Maaf aku hanya bercanda tadi."
"Terus yang kamu maksud serangan itu seperti apa?" tanya Vivi.
"Mau tau aja apa mau tau banget?"
"Nyebelin ya kamu!" kata Vivi dengan wajah datarnya.
"Yang namanya serangan itu seperti ini......"
Vishnu menarik lengan Vivi yang duduk dikursi penumpang dan memberinya hot kissing.....
Setelah selesai dengan ciuman panas itu, Vivi mendorong bahu Vishnu.
"Sayang! Kalau mau 'itu' jangan langsung menyerangku dengan ganas seperti tadi!" seru Vivi.
"Kalau dibicarakan dulu, namanya bukan menyerang sayang. Tapi musyawarah!" jawab Vishnu.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰