
Setelah menyuruh pelayan untuk melayani Sam, Vivi segera beralih dan pergi untuk melihat keadaan gudang. Gudang penyimpanan yang saat ini kosong dan tidak begitu banyak bahan pokok untuk restoran, terlihat sangat sangat kosong.
"Saya mau melihat data pemasokan setahun terakhir." ucap Vivi.
"Baik nona, akan saya ambilkan."
Begitu Vivi membaca dan meneliti, ia menemukan penurunan jumlah bahan saat melakukan pemesan. Ia segera menelepon Gavin yang berada di kantor pusat.
"Halo kak Gavin, tolong carikan berkas permintaan bahan dan pemasokan gudang untuk cabang di Kota S. Segera kirimkan kepadaku." ucap Vivi di dalam telepon pada Gavin.
Tak lama, Vivi mendapat email dari Gavin yang berisikan berkas yang diminta oleh Vivi. Begitu melihat itu, Vivi langsung menyadari bahwa ada tindakan korupsi yang dilakukan oleh kepala gudang dengan tempat pemasokan bahan di kota S.
"Manajer, panggilkan kepala gudang ke hadapan saya sekarang!" suruh Vivi pada manajer dengan nada tinggi.
"Maaf nona, Kepala Gudang saat ini sedang OFF. Dan esok ia mengajukan cuti selama 2 hari." jawab manajer cabang.
"Baiklah, saya akan datang kembali saat ia masuk kerja. Dan jangan ada orang yang memberitahukan bahwa saya datang ke sini."
"Baik nona." jawab para karyawan disana.
"Ayo Sam." ajak Vivi.
Vivi dan Sam pun pergi dari restoran itu.
"Ke Bandara pak." ucap Sam pada supir taksi.
"Kita ke Hotel G pak." ucap Vivi pada supir taksi juga.
"Penerbangan kita sebentar lagi nona."
"Batalkan saja Sam. Kita harus stay disini selama 3 hari. Dan segera menyelesaikan masalah yang terjadi."
Sam tidak berani menjelaskan kepada Vivi karena saat ini Vivi dalam kondisi marah atas apa yang terjadi. Sam yang tidak mengetahui hal itu pun memendam rasa keingintahuannya.
Begitu tiba di hotel, Vivi segera memesan 2 kamar untuknya dan Sam.
"Kepala gudang dan pemasok bahan langganan kita telah menipu dan membohongi perusahaan." jelas Vivi.
"Saya akan mencari tahu latar belakang dari si pemasok barang."
"Baiklah. Kau istirahat saja dulu. Hubungi aku begitu ada perkembangannya."
Vivi pergi ke kamarnya. Ia mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan bahwa selama ia memimpin di perusahaan, cabang di Kota S telah melakukan kesalahan. Dan kantor pusat selama ini tidak teliti mengenai tindakan korupsi yang dilakukan oleh karyawannya. Namun, tiba tiba ia dikagetkan oleh bunyi getaran ponselnya.
Drrrrtttt drrrtttttttt
("Hey! Kamu kenapa sweety?")
"I'm ok, hubby."
("Liar! You're not okay. Tell me.")
"I'm failed."
("Bicaralah secara perlahan. Aku akan mendengarkanmu.")
Vivi lalu menceritakan bahwa selama ia menjabat menggantikan Flora sebagai pemimpin perusahaan, ia tidak memperhatikan bahwa ada karyawan yang melakukan korupsi. Vivi sangat merasa bersalah dan merasa bahwa ia tidak pantas atas jabatannya saat ini.
("Kamu sudah melakukan yang terbaik, sayang. Aku akan segera menyusulmu ke Kota S.")
"I can handle this problem, hubby. Trust me."
("I believe you can do it, sweety! I'm always by your side.")
"I know that, hubby. Aku tau."
("Kamu di hotel mana? Sama siapa?")
"Aku di hotel G bersama Sam. Aku memesan 2 kamar."
("Berapa hari kamu disana?")
"Rencana 3 hari, tapi mungkin bisa lebih."
("Aku ke sana sekarang.")
"Eh?"
("I'm serious.")
Vivi menyerah pada keinginan Vishnu yang ingin menyusulnya ke Kota S. Ia merasa benar benar bersyukur memiliki pasangan hidup seperti Vishnu yang selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh Vivi. Walaupun terkadang Vivi melakukan kesalahan, Vishnu hanya menegur dan menasihati Vivi agar kembali bersemangat dan melakukan sesuatu yang baru.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰