THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Menantikan pembalasan



Jenno tiba di lokasi TKP tepat setelah Vivi dibawa oleh ambulans. Jennie, Jordy, dan Pak Rius saat itu menahan Meghan agar tidak kabur dari perbuatannya. Sedangkan Leo, Vincent, Tiffany dan Luna pergi ke rumah sakit menyusul ambulans yang membawa Vivi.


"Bang, ini cewe psycho yang udah nabrak Vivi." ucap Jennie.


"Bawa dia ke markas!" suruh Jenno pada tim nya.


Meghan digiring oleh tim Jenno menuju ke dalam mobil.


"Lo ikut gue dek. Dan lo juga." ajak Jenno pada Jennie dan Jordy.


"Mau dibawa kemana dia? Bawa saja ke kantor polisi!" tanya Pak Rius.


"Saya diutus oleh keluarga Wales untuk menyelidiki kasus ini." saut Jenno pada Pak Rius dengan tatapan dingin.


"Baiklah saya juga akan melapor ke polisi." jawab Rius.


"Silahkan saja. Ayo dek kita pergi."


Jenno, Jennie, dan Jordy pun pergi dari TKP. Beberapa anggota Jenno yang lain mengolah TKP dan segera membawa mobil yang dipakai Meghan untuk dijadikan barang bukti atas motif tersangka.


###############################


"Lo siapa?" tanya Meghan dengan tangan yang sudah diikat oleh Jenno.


"Lo ga perlu tau siapa gue!" saut Jenno.


"Kenapa lo bawa gue ke sini bukannya ke kantor polisi?"


"Tempat ini lebih menakutkan dari pada penjara! Tunggu dan lihatlah!" ancam Jenno.


"Dasar wanita ib**s! Lo udah menabrak orang dengan sengaja! Dan lo juga yang pernah hampir buat gue mati!" ucap Jennie dengan emosi yang sudah meledak.


"Gue bahkan berharap kalau lo dan teman lo yang b*t*h itu MATI!" ujar Meghan.


Jennie langsung menampar wajah Meghan dengan keras. Jenno langsung menahan Jennie untuk meredakan amarahnya. Ia takut bahwa Jennie akan berbuat nekat kepada Meghan.


"Dek. Lo tolong bawa Jennie keluar dari sini. Gue masih harus menginterogasi dia." ucap Jenno pada Jordy.


"Siap bang!" jawab Jordy.


Jennie dibawa keluar oleh Jordy keluar dari ruangan itu. Jenno pun melanjutkan proses investigasi.


"Mobil yang lo pakai itu akan jadi barang bukti dan gue sita." ucap Jenno.


"Berani banget lo main sita aja mobil gue! Itu mobil punya nyokap gue! Lo ga tau siapa nyokap gue?" saut Meghan.


"Gue sudah tau silsilah keluarga lo! Dan lo akan mendapatkan hal yang setimpal dengan hal yang sudah elo lakukan!" ujar Jenno.


###############################


Sudah 6 jam dokter tidak keluar dan memberi kabar dari ruang operasi. Hal itu membuat keluarga dan kawan kawan Vivi menjadi cemas akan hasilnya.


"Kalian pulanglah. Orang tua kalian pasti menunggu dan mencemaskan kamu semua." ucap Flora pada Leo, Vincent, Tiffany, dan Luna.


"Ga papa tante kami juga ingin mengetahui perkembangan Vivi." jawab Leo.


"Disini sudah ada suami dan orang tua Vivi, kalian pulang saja. Gavin akan mengawal kalian pulang ke rumah." suruh Flora.


"Sudah, kalian pulang saja. Nanti akan saya kabarkan bila sudah ada hasilnya." ujar Vishnu dengan lemas.


"Baiklah, kami semua permisi dulu." pamit Vincent.


"Gavin! Antar mereka sampai rumah." titah Flora.


"Baik nyonya."


Leo, Luna, Vincent, dan Tiffany pun pergi dari rumah sakit. Tiba tiba ponsel Daisy berdering.


"Permisi saya angkat panggilan dulu."


*


*


Daisy kembali dengan wajah yang berbeda dari sebelumnya.


"Kenapa ma?" tanya Donnie pada istrinya itu.


"Orang yang menabrak Vivi hingga seperti ini melakukannya dengan sengaja." jawab Daisy.


"Siapa maksudmu?" Flora bertanya.


"Model internasional yang sedang populer, Meghan." ucap Daisy.


"APA??!! Meghan? Berani sekali ular itu mencelakai istriku! Akan aku balas perbuatannya." ujar Vishnu dengan amarahnya.


"Dia sudah diamankan. Kamu tenang saja Nu. Dia akan menerima akibat dari perbuatan yang telah dia lakukan." ucap Donnie.


"Memang Meghan mengenal Vivi, mba?" tanya Daisy pada Flora.


"Ibunya Meghan, Martha. Dia kawanku dan pernah ke rumahku. Meghan terobsesi dengan VL sehingga dia mencelakai Vivi." jelas Flora.


"Tunggu saja apa yang akan keluarga Wales lakukan padanya." ancam Donnie.


Vishnu tak berdaya. Ingin sekali ia membunuh Meghan si wanita ular itu. Namun, Vivi juga pastinya tidak ingin memiliki suami pembunuh, sehingga ia mengurungkan niatnya.


Akhirnya setelah lama berada di dalam ruang operasi, dokter pun keluar.


"Bagaimana keadaan Vivi dok?" tanya Vishnu.


"Operasi berjalan lancar. Dan ada bagian tengkorak yang mengalami keretakan akibat benturan keras. Untuk selanjutnya kami masih belum bisa memastikan apakah ingatan pasien juga terganggu atau tidak. Kits masih harus memeriksanya ketika pasien sudah siuman." jelas Dokter.


"Baiklah, terimakasih banyak dokter." ucap Donnie.


"Sama sama. Saya permisi."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰