THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Dari mata turun ke hati



Flora, kedatangan tamu dari kawan sekolahnya dulu. Dia adalah Martha. Martha adalah seorang pebisnis dibidang kosmetik yang telah berhasil tembus pasar internasional. Ia datang bersama putrinya bernama Meghan yang merupakan seorang model internasional.



Flora berbincang bincang mengenai bisnis yang dikelola oleh mereka masing masing. Martha Taylor sama seperti Flora yang sudah kehilangan sosok seorang suami.


"Bagaimana pekerjaanmu Meg?" tanya Flora.


"Akhir akhir ini aku sangat sibuk sekali dengan banyak pemotretan dimana mana tan." saut Meghan.


"Impian dan cita citamu sudah tercapai Meg, segeralah menikah. Umurmu sudah cukup untuk menikah sayang." ucap Flora.


"Aku masih ingin tampil di catwalk, tan." jawab Meghan.


Disisi lain, Vishnu yang sedang bersiap siap untuk pergi menemui Charles, kehilangan salah satu arloji kesayangannya.


"Terakhir kali kamu taruh dimana?" tanya Vivi yang ikut mencari arloji Vishnu.


"Aku rasa sudah taruh disini." ujar Vishnu.


"Kalau kamu taruh disini, sekarang ada dong!" kata Vivi.


"Aku lupa sayang. Habis yang aku pikirkan hanyalah dirimu." ucap Vishnu.


"Ucapan gombalmu itu tidak bereaksi kepadaku, hubby! Coba kamu tanya bibi dibawah. Biar aku yang mencari disini." suruh Vivi.


"Baiklah." saut Vishnu.


Vishnu turun ke bawah dan melihat bahwa Flora kedatangan tamu. Namun, ia tidak peduli dengan tamu bundanya itu. Ia menghampiri bibi di dapur yang berada sangat dekat dengan ruang tamu.


"Bibi kemarin membersihkan kamarku ga?" tanya Vishnu.


"Iya den, bibi kemarin yang membersihkan kamar den bagus. Masih ada yang kotor ya den?"


"Tidak tidak. Semuanya bersih, hanya saja apakah bibi melihat arloji yang biasa ku pakai?" tanya Vishnu lagi.


"Bibi ga lihat den."


"Baiklah, terimakasih."


Vishnu ingin kembali ke kamarnya dan membantu Vivi mencari arlojinya itu. Saat sudah 2 anak tangga ia naiki, Flora yang mendengar bahwa Vishnu berbicara dengan bibi pun bertanya kepada anaknya itu untuk memastikan.


"Kenapa L?" tanya Flora.


"Aku lupa dimana arlojiku bun." jawab Vishnu.


"Kebiasaan deh kamu L. Sudah cari dulu dikamarmu sana." suruh Flora sambil kembali mengobrol kepada tamunya.


"Dari tadi juga sudah ku cari bun." saut Vishnu yang juga kembali menaiki anak tangga lagi.


Vishnu masuk ke dalam kamar dan dikejutkan oleh Vivi yang telah menemukan arlojinya.


"Taa daaa." ucap Vivi sambil menunjukkan arloji yang ia temukan.


"Akhirnya ketemu juga!" ujar Vishnu merasa lega.


"Selanjutnya, biasakan taruh barang ditempatnya! Jangan taruh disembarang tempat." omel Vivi.


"OK istriku sayang....... Ayo kita berangkat. Charles sudah menunggu."


Mereka pun keluar dari kamarnya untuk segera menemui Charles.


"Sudah ketemu arlojimu L?" tanya Flora.


"Sudah bunda. Vivi yang menemukan." saut Vishnu.


"Kalian berdua, perkenalkan ini Martha teman bunda. Dan ini anaknya Meghan. Mar, Meg, mereka anakku Vishnu dan Victoria." ujar Flora.


Vivi dan Vishnu pun menyalami Martha dan Meghan secara bergantian. Begitu Vishnu bersalaman dengan Meghan, Meghan seperti enggan melepaskan jabatan tangan mereka. Vishnu terpaksa menarik keras tangannya karna merasa tidak nyaman.


"Kalian mau kemana?" tanya Flora.


"Ke rumah Charles bun." jawab Vishnu.


"Biasanya Charles yang ke sini. Sekarang kamu yang ngapélin Charles, L?"


"Bunda apaan sih? Aku normal ya!"


Hal itu mengundang gelak tawa Vivi dan yang lainnya.


"Kamu ikut L ke rumah Charles, sayang?" tanya Flora pada Vivi yang langsung dijawab dengan anggukkan oleh Vivi.


"Kalian ini, ada apa sebenarnya?" Flora mulai menyelidik.


"Urusan anak muda bun, kami punya misi. Kami pergi dulu ya bun. Permisi tante." pamit Vishnu yang langsung keluar menuju mobilnya.


"Bun, aku sama VL jalan dulu ya." pamit Vivi pada Flora.


"Maaf ya tante kita ga bisa ngobrol lama, soalnya kami sudah ditunggu oleh teman. Permisi tante." kata Vivi pada Martha.


"Sopan sekali anakmu Ra." puji Martha.


"Aku sudah mendidiknya sejak kecil."


"Tante, Vishnu umur berapa?" tanya Meghan.


"23, kenapa Meg?"


"Wah, kita seumuran. Aku juga 23 tan."


"Benarkah? Woah kebetulan sekali."


"Dia meneruskan perusahaan Wijaya Group's tan?"


"Vishnu kerja sebagai pilot. Belakangan ini dia mengambil cuti." jelas Flora.


("Aku harus mendapatkannya! Sejak pertama kali melihat dia, aku jatuh cinta pada dirinya. Dari mata turun ke hati.") ujar Meghan dalam hatinya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Wah aku mencium bau bau orang ketiga ni. 😁


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰