
Begitu tiba di Mall X, mereka langsung mencari keberadaan Jennie dan yang lainnya. Disana juga ada Charles yang sedang duduk disamping Jennie.
"Lo mau kemana L? Mau ngantor?" ledek Charles.
"Mau ngelayat!" jawab Vishnu.
"Kamu ini, ngomong ga disaring dulu." omel Vivi menutup mulut Vishnu.
"Kamu juga, jahil banget sih." oceh Jennie pada Charles yang sekarang sudah menjadi kekasihnya itu.
"Les, kalau gue jadi lo sih ga mau LDR." ucap Vishnu.
"Kenapa?"
"Takut dibawa orang."
"Itu mah elo kali L! Takut Vivi jatuh cinta sama cowok Arab yang hidungnya kaya gunung itu."
"Mana ada?"
"Ada! Warga Dubai lebih kaya dari lo L."
"Sssttt udahan deh ledek ledekkannya. Aku ga akan berpaling dari yang lain. Berjumpa dengan kamu itu anugerah. Bisa menikah denganmu adalah suatu hadiah terbesar dalam hidup aku. Ok?" ucap Vivi yang tidak ingin membuat suaminya itu cemburu.
"Denger tuh!" kata Vishnu sambil mendorong Charles.
"Kalian ini seperti anak kecil aja."
Setelah perdebatan itu, Vivi mengantar Vishnu untuk membeli baju yang sesuai dengan seleranya. Usai berganti baju, mereka kembali bergegas.
"Sayang, aku lapar." bisik Vishnu pada Vivi.
Vivi mengajak yang lainnya untuk makan bersama. Vishnu juga berusaha menenangkan Charles yang semakin gelisah karena harus berpisah dengan Jennie. Setelah selesai semuanya, mereka semua pun bergegas menuju bandara karna sudah waktunya bagi Jennie untuk meninggalkan sejenak zona nyamannya.
"Kalau kangen tinggal ke India, Les." ucap Vishnu.
"Tapi gue sibuk L. Lo tau kan papa selalu kasih gue tugas kerja terus." keluh Charles.
"Lo malam ini nginap aja di rumah gue. Besok gue ga ada jam terbang kok. Vivi sama bunda juga ada di rumah, jadi ramai."
"Sepertinya gue harus nginap dirumah lo L."
"Ga berani gue Jen. Bisa bisa L ngamuk sama gue kalau gue jagain laki lo." ucap Vivi.
"Ih maksud gue, lo hibur dia, dan jangan sampai dia terpukul karna gue pergi ke India."
"Ah, iyaiya. Itu mah tenang aja Jen. Si Jordy sangat jago menghibur orang." kata Vivi yang dijawab oleh anggukkan Jennie.
"Teman teman, gue harus masuk ke dalam. Thank you for today! Tunggu gue balik ya." ucap Jennie.
"Gue selalu menunggu lo Jen! Jangan lost contact!" kata Vivi.
Jennie pun masuk ke dalam bandara untuk menyelesaikan administrasi yang diperlukan. Setelah Jennie tak terlihat lagi, Vishnu, Vivi beserta Charles pun pulang bersama meninggalkan Luna, dan Leo.
"Jor, lo bawa mobil gue aja. Besok lo kembalikannya ke rumah ya!"
"OK Vi siap! Abang abang, gue pulang duluan ya! Bye." pamit Jordy.
#####################################
Beberapa hari kemudian, Luna dan Leo juga pergi ke negeri orang untuk menimba ilmu. Vivi tidak begitu sedih kepada Leo, karna Leo akan melanjutkan studi di negara tetangga yaitu Singapore. Bahkan jika ia mau, Leo bisa pulang setiap minggu ke Indonesia. Berbeda dengan Luna yang akan pergi ke Eropa yaitu Paris untuk melanjutkan studinya.
"Lun, kabari gue selalu ya! Gue pasti akan kangen lo banget. Kalau libur kuliah, pulang ya." ucap Vivi.
"Gue pasti akan pulang Vi. Lo tenang aja. Jor, semoga nanti saat gue pulang, otak lo udah normal. Aminnnn." ujar Luna.
"Cepet pulang, Lun. Nanti Leo rindu." kata Jordy.
"Benar benar up normal." saut Luna.
"Sudah baby, kamu jangan hiraukan dia. Anggap saja angin. Begitu sampai langsung kabari aku ya?" ucap Leo.
Luna pun menganggukkan kepalanya. Mereka masuk bersama dan berpisah di arah tujuan. Hanya tersisa Vivi dan Jordy yang melanjutkan studinya di dalam negeri. Bahkan, Jordy meminta agar satu kampus dengan Vivi. Karena Vivi memilih jurusan Teknik, Jordy memilih jurusan Filsafat. Vivi juga berharap untuk membuat Jordy menjadi lebih dewasa lagi kedepannya, karna ia bukan ibunya Jordy yang harus menjaganya selama berada diluar rumah.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰