
Ketika sedang mengipasi tubuhnya yang terasa gerah, Vivi melihat seseorang yang memiliki wajah sangat mirip dengan orang yang sangat dicintainya keluar dari sebuah gubuk desa bersama para anak anak kecil mengikutinya.
Perlahan Vivi pun berjalan menuju salah satu gubuk yang cukup luas dipinggir sawah situ.
"Mau kemana dek?" tanya Jenno yang tiba tiba saja sudah datang bersama dengan air mineral ditangannya.
"Bang Jenno... Itu disana ada L." ucap Vivi.
Jenno menoleh ke arah tunjukkan jari Vivi. Namun tidak ada apa apa disana.
"Sabar ya, pasti kita akan menemukan suami lo dek."
"Itu bener Vishnu, bang."
"Ayo kita ke sana."
Jenno dan Vivi pun berjalan mendekati gubuk besar itu. Tapi, lagi lagi mereka tidak menemukan apa apa.
"Tadi L ada disini, bang."
"Kita ke tempat kepala desa dulu ya..... Kita tanya dia apakah ada korban pesawat jatuh yang kesini ga? Okey?"
##############################
Ketika sampai dikantor desa setempat, Jenno terlebih dahulu masuk dan berbicara dengan kepala desa lalu ia menyuruh Vivi untuk masuk. Tak disangka, kepala desa berkata bahwa beberapa bulan lalu ada seseorang yang datang ke desanya. Saat datang, orang tersebut terdapat banyak luka ditubuhnya.
"Bisa kami bertemu dengan beliau pak?" tanya Vivi.
"Boleh boleh, mari saya antarkan." jawab pak kades.
Vivi dan Jenno bingung. Mengapa pak kades mengantarkannya ke sebuah sekolahan.
"Permisi bu, pak Louis ada?" tanya pak kades pada seorang ibu guru yang ada di kantor saat itu.
"Ada dikelasnya pak."
"Bisa tolong dipanggilkan kesini?"
"Bisa pak."
Ibu tersebut memasuki sebuah ruang kelas dan keluar bersama dengan seorang pria.
Begitu memasuki kantor guru, pria tersebut membulatkan matanya ketika melihat kedatangan Vivi dan Jenno.
"L?" panggil Vivi begitu menoleh menatap Vishnu.
Vivi berhambur memeluk Vishnu dan menangis dipelukkannya. Begitupun sebaliknya.
"Vivi? Ini bener kamu?" tanya Vishnu.
"Iya ini aku Victoria."
"Thank God, Aku kangen kamu." ucap Vishnu.
"Aku lebih kangen kamu. Aku kira kamu selama ini........"
"Aku baik baik saja disini sayang. Kamu kok bisa tau aku ada disini?"
"Aku punya bang Jenno. Dia yang mencari keberadaan kamu dan ternyata kamu benar ada di desa sini. Kamu kenapa ga kabarin aku?"
"Disini ga ada ponsel. Semua barang barangku hilang saat kecelakaan pesawat."
"Kamu kenapa ga pulang aja jika selamat?"
"Tim penyelamat tidak menemukan aku. Seminggu aku tinggal dihutan dalam keadaan terluka, mencari desa terdekat. Hanya ada baju yang aku pakai saja yang ku punya. Aku ga punya ongkos untuk kembali ke Jakarta, sayang."
"Aku kangen kamu. Banyak hal yang terjadi selama kamu ga ada." ucap Vivi.
"Eh jangan nangis dong. Kamu sekarang sudah bertemu aku." kata Vishnu sambil menghapus air mata Vivi.
"Bang, lo juga kenapa ajak Vivi kesini? Ini jauh banget loh. Dia ga boleh naik pesawat." tanya Vishnu pada Jenno.
"Tenang, dia aman kok." jawab Jenno.
"Wanita hamil, bahaya naik pesawat bang."
"Kok anak kita belum tumbuh besar sih sayang?" tanya Vishnu.
Melihat suasana kantor yang saat ini ada Jenno, bu guru, dan pak kades membuat Vivi terdiam.
"Ayo ikut aku." ucap Vishnu.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰