THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Belum saatnya



Flora, Daisy dan juga Donnie sedang dibuat bingung karna sudah setahun Vishnu dan Vivi menikah namun belum dikaruniakan anak. Daisy meminta Vivi untuk mencoba alat tes kehamilan yang dibeli olehnya belakangan ini. Para orang tua belum mengetahui hal sebenarnya bahwa Vivi dan Vishnu baru "SAH MENIKAH" setelah Vivi selesai ujian.


"Kita belum dikaruniai anak mah." ucap Vivi.


"Coba dulu sayang, walaupun jika hasilnya nanti negatif, ga papa kok." ujar Daisy.


"Aku takut L kecewa mah."


"Gapapa Vi, coba dulu aja. Ayah yakin suami kamu itu akan baik baik saja."


Akhirnya Vivi pun mencoba alat tersebut. Tak lama, ia pun keluar dari toilet dan menyerahkan alat tersebut kepada Vishnu. Setelahnya, Vivi berjalan keluar rumah. Vishnu dan yang lainnya melihat hasil dari alat tersebut yang hanya terdapat satu garis di dalam alat itu.


"Sudahlah, belum saatnya." ucap Flora dihadapan semuanya sambil menepuk bahu Vishnu beberapa kali dengan tujuan menenangkan anaknya itu.


"Aku ga papa bunda. Permisi, aku mau menyusul Vivi dulu." pamit Vishnu.


Vivi berjalan dipinggiran dengan menggunakan kaos, celana pendek, dan sandal jepit. Bahkan penampilannya sekarang, sangat jauh dari kesan bahwa ia sebenarnya adalah wakil pimpinan Wijaya's Group.


"Sayang!" panggil Vishnu.


Vishnu menghampiri Vivi. Dengan segera ia menghapus air mata yang telah mengalir di pipinya.


"Hm?" Vivi menoleh ke arah Vishnu.


"Kamu nangis? Maaf."


"Aku ga papa kok."


"Kamu mau kemana?" tanya Vishnu.


"Aku mau ke taman."


"Ayo aku temani."


*


*


"Mau ice cream?" tanya Vishnu pada Vivi.


Vivi menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Bukan salahmu. Sudahlah tak apa."


"Mereka tidak tau yang sebenarnya."


"Biarlah mereka hanya mengetahui hal yang diketahui oleh mereka. Untuk hal yang lainnya, mereka tidak perlu tau." jawab Vivi.


Vishnu dan Vivi pun terdiam sejenak. Vivi mengaku kesalahannya yang belum siap untuk menjadi istri Vishnu saat itu, dan Vishnu juga yang tidak mau meniduri Vivi sebelum ia selesai dengan ujian ujian di sekolahnya. Keduanya diam seribu bahasa.


"L, apakah kamu ingin anak?" tanya Vivi membuka obrolan.


"Tentu saja aku mau. Semua orang yang sudah menikah pasti menginginkan hadirnya seorang anak, sayang. Tapi, jika kita belum siap dan Tuhan belum memberikan, kita bisa apa?" jelas Vishnu.


"Maaf aku belum bisa memberikan kebahagiaan bagi kamu."


"Apa kamu sudah siap menjadi seorang ibu?" tanya Vishnu.


"Apapun keinginan kamu, dan hal yang membuat kamu bahagia, aku pasti siap dan berusaha untuk memberikan segalanya bagi kamu."


"Aduh, anak ini sekarang sudah dewasa. Aku juga akan berusaha membuat kamu bahagia, dan memberikan apapun yang kamu mau jika hal tersebut untuk kebaikan. Aku sayang kamu Victoria. I love you." ucap Vishnu.


"I love you too." jawab Vivi tersenyum.


"Kita akan mencoba terus ya sampai berhasil."


"Tapi tidak setiap malam juga, my hubby."


"Kalau ga setiap hari, bagaimana bisa berhasil sayangku?"


"Itu sih mau kamu! Ayo, aku mau pulang."


Vivi merasa bahwa Vishnu adalah seorang Dewa baginya. Karna kesabarannya, dan kepribadiannya mampu membuat Vivi jatuh sangat jatuh kepadanya. Dengan hadirnya saja, Vishnu bisa membuat Vivi tersenyum kembali dan mendapatkan hal yang hilang ketika ia sedih. Hanya Vishnu lah yang mampu membuat Vivi berubah tidak seperti sebelumnya yang terkenal dengan keangkuhannya selama ini.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰