
Sebagai sahabat yang baik, Jordy mengajak Vivi berjalan jalan ke sebuah taman untuk mencari udara segar. Sudah satu minggu Vivi selalu murung dengan tidak ada kabar dari Vishnu suaminya itu. Namun, ketika Vivi berjalan bersama Jordy, tak disangka bahwa Keira juga berada ditaman itu dan melihat Jordy kekasihnya sedang berduaan dengan seorang wanita hamil.
"Jordy!" panggil Keira dengan wajah yang sudah memerah.
Keira sedari tadi melihat bagaimana perlakuan Jordy pada Vivi yang terlihat seperti pasangan suami istri. Jordy mengelus kepala Vivi yang bahkan tidak pernah dilakukan oleh Jordy pada Keira. Bahkan Jordy merangkul dan sangat peduli dalam menjaga kandungan yang ada didalam perut Vivi.
"Kei? Kamu kenapa ada di Jakarta?" tanya Jordy bingung.
"Kenapa kamu kaget? Merasa ke GEP?" tanya Keira sinis.
"Maksud kamu apa?"
"Sinting kamu ya? Ini siapa? Istri kamu? Istri kamu lagi hamil tapi kamu pacaran sama aku? Dasar b*j*ng*n kamu Jor!" maki Keira.
"Kei dengar aku dulu..."
"Apa lagi yang mau kamu jelaskan Jor?"
Melihat Vivi dan Keira bertengkar, Vivi merasa bersalah karna menyebabkan pertengkaran antara Keira dan Jordy. Vivi memang belum pernah bertemu Vivi sebelumnya dan tidak tahu jika Vivi adalah istri Vishnu.
"Vivi ini bukan istri aku ataupun pacarku!" kata Jordy.
"Ya Tuhan, tega kamu Jor! Dia lagi hamil dan kamu tidak menganggapnya? Itu anak kamu!" kata Keira menunjuk ke perut Vivi.
"Maaf, tapi saya bukan istri Jordy." ucap Vivi setelah sedari tadi menyimak.
"Jika kamu bukan istri Jordy, mana suami kamu?" tanya Keira.
"KEI STOP!" teriak Jordy membentak Keira ketika ia menanyakan suami Vivi yang sedang menjadi problem dihati Vivi.
"Kamu bentak aku?" tanya Keira lagi.
Ketika ingin menjelaskan yang sebenarnya, Vivi mendapat panggilan masuk dari Flora yang berkata bahwa orang suruhannya sudah mendapat perkembangan dari keberadaan Vishnu.
"Jor, gue pamit pulang dulu ya, bunda mendapatkan informasi tentang Vishnu. Keira, maaf aku belum bisa menjelaskan keadaan sekarang, nanti akan aku jelaskan ketika kita bertemu lagi." pamit Vivi.
"Biar gue antar Vi."
Vivi langsung meninggalkan Keira dan Jordy. Vivi sedikit berlari untuk mencari taksi.
"VIVI! JANGAN BERLARI!" teriak Jordy.
Ditengah jalan Vivi menoleh pada Jordy yang terdengar samar samar, dan ketika ia ingin melanjutkan langkahnya, Vivi terkejut dengan sebuah mobil yang melaju ke arahnya dengan membunyikan klaksonnya.
"MINGGIR MINGGIR! REMNYA BLONG!" teriak sang pengemudi.
Vivi menghindar dari mobil itu namun masih terkena serempetan spion mobil dan terjatuh.
Melihat itu, Jordy dengan segera berlari dan meninggalkan Keira yang sedang mengomel padanya.
"VI, VIVI! BANGUN!" kata Jordy menepuk pipi Vivi secara terus menerus.
"Jor! Itu, darah... darah..." ucap Keira menunjuk pada darah segar yang mengalir pada kaki Vivi.
"Kamu jagain Vivi disini. Aku ambil mobil." kata Jordy.
"Kenapa aku harus jagain istri kamu?" tanya Keira.
"YA AMPUN! UDAH GUA JELASKAN KALAU VIVI BUKAN ISTRI GUA! SUDAHLAH KITA PUTUS!" teriak Jordy.
Jordy langsung menggendong Vivi dan berlari menuju mobilnya.
Diperjalanan Jordy menelepon Flora dan berkata bahwa Vivi menuju ke rumah sakit terdekat.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰