
WARNING ⚠⚠⚠
DALAM EPISODE INI ADA ADEGAN 21+
HARAP KEBIJAKAN BAGI YANG MASIH DIBAWAH UMUR, SKIP SAJA BAGIAN INI. TERIMAKASIH.
Tak lama, Vivi dan Dharma tiba di depan kantor Wijaya's Group. Terlihat bahwa sebelum mereka sampai, Vishnu telah sampai dan menunggu terlebih dahulu.
"Kemana aja sih kamu? Aku khawatir!" ucap Vishnu memeluk Vivi.
"Aku lupa kalau sudah berjalan terlalu jauh. Maaf." jawab Vivi.
"Ini siapa?" tanya Vishnu.
"Ini orang yang sudah membantuku menghubungimu. Namanya Dharma dia juga karyawan Wijaya's Group di cabang sini loh."
"Terimakasih Dharma sudah membawa istri saya pulang. Saya Vishnu, suami Victoria."
"Sama sama tuan."
"Panggil saja Vishnu. Kamu akan saya angkat menjadi atasan."
"Tidak tuan... eh maksud saya Vishnu, tidak perlu sampai seperti itu. Ini sudah kewajiban saya saling menolong sesama manusia dan rakyat tanah air."
"Ini hanya imbalan untuk kebaikanmu. Terimalah, aku tidak menerima penolakan."
"Terimakasih Vishnu, Vivi."
Setelah itu, Vishnu dan Vivi kembali ke hotel untuk beristirahat. Karna Vivi tersesat di Amsterdam, dan lelah mencari jalan pulang, Vivi pun beristirahat saja.
"Belum tidur?" tanya Vishnu.
"Ini aku baru mau tidur. Kamu ga tidur?"
"Aku jetlag sayang. Sudah terbiasa penerbangan domestik dan tidak melakukan penerbangan internasional lagi jadi aku terbiasa dengan waktu Indonesia." jelas Vishnu.
"Baiklah, kalau begitu, aku tidur duluan ya hubby. Good night." ucap Vivi.
"Good night sweety." jawab Vishnu sambil mengecup kening Vivi.
Vishnu melakukan pekerjaannya beberapa jam. Hanya untuk sekedar mengirim email dan mengecek email yang dikirimkan oleh Gavin dan Sam ke akun email Vivi karna biasanya, Vivi yang akan mengecek email tersebut saat Vishnu sedang bertugas.
Tak lupa, Vishnu juga mengirimkan berkas data Dharma kepada Sam untuk memberikan surat kenaikan jabatan yang telah diberi Vishnu pada Dharma. Dharma dipercaya menjadi manajer perusahaan dicabang Amsterdam. Setelah dirasa kelah, Vishnu pun akhirnya tertidur.
*
Keesokkan harinya, Vivi telah bangun terlebih dulu sebelum Vishnu. Ia melihat ke sampingnya dimana Vishnu yang bertelanjang dada sedang tertidur lelap dengan wajah tampannya.
"Kamu ganteng banget sih, aku jadi makin cinta deh sama kamu." ucap Vivi lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mandi pagi.
Ketika keluar dari kamar mandi, Vivi hanya menggunakan bathrobe saja. Ia menyeduh kopi di dapur, dan berjalan menuju balkon untuk menikmati pemandangan kota Amsterdam. Saat menyeruput kopinya, Vivi dikejutkan oleh Vishnu yang tiba tiba memeluknya dari belakang.
"Kamu pagi pagi sudah menggodaku saja." ucap Vishnu pada Vivi.
"Aku tidak menggodamu tuan Vishnu."
"Lalu kenapa kamu hanya keluar memakai bathrobe?"
"Ingatlah tujuan kita berada disini sayang."
"Aku ingat hubby. Kau juga, kenapa tidak pakai baju?"
"Pemanas dikamar sangat gerah sayang."
"Ayo masuk." ucap Vivi.
"Ayo. Tapi kau harus tanggung jawab karna sudah menggodaku dengan hanya menggunakan bathrobe yang memamerkan dadamu itu. Yang dibawah telah bangun sayang."
"Penghuni bawah?" tanya Vivi berpura pura tidak mengetahuinya.
"Kamu ini berpura pura saja!" jawab Vishnu dengan langsung menutup tirai jendela besar dengan cepat dan menghampiri Vivu. Ia mulai mencium Vivi dengan nafsu yang menguasainya.
Vishnu membawa Vivi ke atas ranjang yang besar itu. Perlahan Vivi menikmati permainan Vishnu, dia pun mulai membalas ciuman Vishnu. Tangan Vishnu mulai menjelajah menuju dada Vivi yang terasa kenyal karna saat itu Vivi memang tidak tidak memakai b** . Terdengar suara desahan Vivi akibat permainan Vishnu yang sedang dikuasai oleh nafsu tersebut. Suara desahan Vivi, semakin membuat birahi Vishnu memuncak.
Tangannya pun berlanjut ke seluruh tubuh Vivi dan membuka bathrobe yang digunakan Vivi hingga sekarang tubuh Vivi tidak tertutupi oleh sehelai benangpun. Vishnu pun melanjutkan aksinya, kini mulutnya beralih mengulum sesuatu di dada Vivi dan menggigitnya pelan.
Vivi terus mendesah hingga membuat Vishnu tak kuat lagi menahan singa miliknya untuk segera memasuki kandang. Hanya terdengar suara desahan yang menyelimuti ruangan itu.
Setelah 2 jam berolahraga, Vivi merasa lelah namun tidak dengan Vishnu.
"Kau ini kuat sekali, hubby."
"Tubuhmu sungguh enak sayang."
"Baru 3 hari yang lalu kamu minta jatah dan itupun kau membuat aku tidak bisa tidur sayang. Sekarang kau bermain lama sekali."
"Aku rindu tubuhmu ini."
"Aku harap ini bisa membuat kita segera punya dedek bayi ya sayang." ucap Vivi.
"Semoga saja. Kita harus sering sering berusaha sayang."
"Itu sih mau kamu! Sudahlah, aku mau mandi dulu."
"Bareng." pinta Vishnu.
"No! Nanti jadi lama."
"Nanti malam aku akan minta lagi. Jika kamu tidak mau, aku akan memaksa. Pokoknya selama disini kita harus melakukannya setiap hari hingga berhasil!" teriak Vishnu pada Vivi yang sedang berjalan menuju kamar mandi.
"Up to You, hubby."
Dan begitulah mereka selama di Amsterdam. Vishnu benar benar menepati kata katanya bahwa setiap hari ia akan melakukannya dengan Vivi hingga membuat Vivi kelelahan dibuatnya. Semoga dengan ini, Vishnu dan Vivi bisa segera memiliki keturunan yang sudah ditunggu tunggu oleh seluruh anggota keluarga.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰