THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Asap rahasia



Hari ini, Vivi telat ke sekolah dan mendapat hukuman dari pak Rius. Hukumannya yaitu ia harus berdiri didepan tiang bendera hingga jam istirahat. Kebetulan saat itu Agnes dan teman temannya sedang lewat di depan Vivi dan mereka mulai merundung Vivi.


"Aduh kasihan ya yang telat datang ke sekolah karna harus urus keluarganya!" ucap Agnes.


"Kasian banget deh! Panas panas gini eh dijemur, kaya ikan asin jadinya." ejek teman Agnes pada Vivi.


"Memang susah sih kalau udah menjadi ibu rumah tangga." sindir Agnes.


Vivi terkejut karna dari mana Agnes tau bahwa ia telah menikah. Sepengetahuan Vivi, yang tau mengenai pernikahannya hanya 7nity saja. Bagaimana Agnes mengetahui pernikahannya.


"Ibu rumah tangga? Kok si Vivi jadi IRT sih, Nes?" tanya teman Agnes yang lain.


"Nanti juga lo bakal tau!" jawab Agnes.


"Woi! Selagi ada di sekolah, lebih baik mulut kalian di didik deh biar ga ngomong sembarangan. Jangan sampai gue sikat mulut kalian pakai sikat WC sekolah! Mau?" tanya Vivi pada Agnes dan geng nya.


"Udah yuk girl's kita pergi dari sini! Cyus!" ajak Agnes.


###############################


Ketika waktu istirahat tiba, Vivi dan 7nity yang lain berkumpul untuk istirahat bersama di kantin. Selain untuk menghabiskan waktu istirahat di kantin, dan makan, Vivi juga berencana untuk bertanya mengenai perkataan Agnes kepada mereka.


"Kalian pernah bahas soal pernikahan gue ke anak lain?" tanya Vivi dengan sedikit berbisik kepada mereka.


"Gue ga pernah kasih tau anak lain mengenai pernikahan lo Vi." saut Jennie.


"Le, lo keceplosan ke anak basket ga?" tanya Vivi pada Leo.


"Gue selalu menutupi rahasia kawan dengan rapat." jawab Leo.


"Kenapa memang Vi?" tanya Tiffany.


"Agnes kayaknya tau kalau gue udah nikah." ucap Vivi.


"Ah lo salah dengar kali." tambah Luna.


"Asap ga selamanya bisa ditutupi Vi, pasti juga terhendus." ucap Vincent.


Mereka tidak percaya dengan apa yang di khawatirkan oleh Vivi. Lantas Vivi pun menceritakan kejadian antara dirinya dan Agnes tadi pagi.


"Disekolah ini hanya kalian yang tau kalau gue udah nikah." ujar Vivi.


"Tapi kita betul betul ga pernah bilang ke orang lain, Vi." jawab Vincent.


"Pasti ada seseorang dibalik ini semua. Gue takut kalau semua guru udah tau kebenarannya, bisa bisa gue di drop out dari sini."


"Kita cari tau sama sama ya Vi. Lo sabar dulu." tenang Tiffany.


###############################


Ketika Vivi sedang mencari sebuah buku, ia dipanggil oleh seorang anak kecil.


"Kak Vivi!" sapa anak kecil itu.


"Aryn? Hay!"


"Kak Vivi sama siapa?"


"Kakak sendirian. Aryn sama siapa? Sama bibi?"


"Aryn? Dasar anak nakal! Papa bilang jangan main main." omel Darren.


"Aryn ga nakal pa!"


"Vivi? Long time no see baby!" ucap Darren.


"Hay om!"


"Kak Vivi, ayo main ke rumah Aryn! Kak Vivi pernah janji mau main ke rumah Aryn."


"Nanti setelah kak Vivi selesai ujian, kakak ajak Aryn main deh seharian."


"Aryn maunya sekarang kak!"


"Kak Vivi harus belajar! Aryn jangan seperti anak kecil."


"Papa jahat!" ucap Aryn menangis yang menghambur ke pelukan Vivi.


"Papa ga jahat sama Aryn, dia sayang banget sama Aryn. Ya sudah, kita makan yuk. Aryn lapar kan?" tanya Vivi.


Aryn menjawab dengan anggukkannya. Darren seketika terpesona dengan kepribadian Vivi yang dapat membuat Aryn menjadi penurut. Sedangkan sebenarnya, Aryn adalah anak yang sangat tidak mau berteman dan mengobrol selain dengan papa dan bibinya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Maaf ya hari ini aku telat up nya, karena lagi sibuk banget 🙏 mohon pengertian dari kalian ya terimakasih sobat TPIMFH.


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰