THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Jealousy means Love



Pria yang memanggil Vivi tak lain dan tak bukan adalah Ryan. Merasa dipergoki oleh Ryan, Vivi segera melepaskan tangan Vishnu dari pundaknya. Ryan datang bersama seorang perempuan hamil disampingnya.


"Hi Vi!" sapa Ryan.


"Hi!" jawab Vivi.


"Woah, takdir mempertemukan kita di Bali Vi." kata Ryan.


Vivi hanya menjawabnya dengan tertawa pelan dan senyuman. Ia tidak nyaman jika bertemu dengan Ryan. Apalagi sekarang disampingnya ada Vishnu.


"Lo ke sini sama siapa Vi? Sama geng?" tanya Ryan.


"Gue ke sini sama dia." jawab Vivi dan langsung merangkul lengan Vishnu.


"Pacar lo?" tanya Ryan penasaran.


"Dia Vishnu, suami gue." jawab Vivi mengakui bahwa Vishnu adalah suaminya.


"Ah sebentar, calon suami maksud lo?"


"Perkenalkan saya Vishnu Wijaya suami Victoria." ujar Vishnu yang membuat Ryan terkejut.


"Hah?" Ryan terkejut.


"Pak Vishnu anak Bu Flora dari Wijaya Group's?" tanya sang wanita disamping Ryan yang sedang hamil.


"Kamu kenal saya?" tanya Vishnu pada wanita itu.


"Saya karyawan Bu Flora dari cabang Seoul. Dan saya baru ditugaskan oleh beliau untuk stay di cabang Bali. Saya pernah melihat pak Vishnu."


"Hm." saut Vishnu.


"Ini siapa lo Yan?" tanya Vivi.


"Ini kakak perempuan gue. Kim Rany." jawab Ryan.


"Hallo kak, nama saya Victoria temannya Ryan disekolah." ujar Vivi memperkenalkan dirinya.


"Halo nona Vivi. Senang bertemu denganmu."


"Panggil Vivi saja kak."


Setelah mengobrol ringan dengan Ryan dan Rany kakaknya, Vivi dan Vishnu kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap siap. Perlakuan Vishnu berbeda kepada Vivi sedari tadi. Vivi yang menyadari itu pun bertanya kepada sang suami.


"Kamu pikir saja sendiri." jawab Vishnu ketus.


"Kok begitu? Ayolah aku melakukan kesalahan apa kepadamu?" tanya Vivi lagi.


"Kamu dekat sama Ryan?" tanya Vishnu.


"Ah, jadi kamu cemburu sama Ryan?"


"Ya! Aku melihat dia sepertinya menyukai kamu!"


"Ya ampun hubby, aku tau Ryan memang terpesona akan kecantikan aku. Tapi aku hanya menganggapnya sebagai teman sekelas saja. Bahkan kami belum menjadi sahabat." jelas Vivi.


"Tetap saja dia menyukai kamu."


"Aku sudah bilang kalau kamu suami aku kan, L. Kenapa harus di permasalahkan? Cemburu kamu itu berlebihan!"


"Ya dia tidak separah Darren yang mengejar kamu terus!"


"Kenapa harus bahas om Darren sih? Apa kamu tau kalau om Darren datang ke rumah untuk melamarku juga?"


"Ya aku tau!"


"Kenapa kamu ga marah saat itu? Pasti ayah dan mama yang sudah memberitahukan hal itu kepada kamu."


"Aku marah saat itu dan aku kecewa."


"Jika aku belum mengenal kamu, akan aku terima lamaran om Darren untuk menjadi ibu sambung bagi Aryn! Karna aku juga cinta sama om Darren." ucap Vivi dengan nyolot dan tidak mau mengalah.


"Ya sudah, nikah aja sama Darrenmu itu!" jawab Vishnu yang langsung berjalan keluar kamar dan menutup pintunya dengan keras.


Vivi memang memiliki sifat yang keras kepala dan tidak mau mengalah. Di mata Vivi, kali ini ia tidak melakukan kesalahan. Bahkan, ia pun sudah menjaga jarak dengan Ryan sejak dahulu karna memang Vivi tidak ingin memberikan harapan kepada Ryan dan juga tidak ingin menyakiti hati Vishnu.


Ia akhirnya keluar kamarnya dan bersiap untuk berangkat ke tempat cabang restaurant yang baru buka. Vivi menggunakan pakaian santai namun elegant, berjalan menuju lobby untuk mencari taksi karena pikirnya bahwa Vishnu sudah meninggalkan ia terlebih dahulu. Namun, Vivi mendengar suara klakson mobil yang tak lain adalah Vishnu. Vivi langsung masuk ke dalam mobil karena takut mereka akan telat di acara peresmian.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰