THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Missing



Vivi yang sudah dibawa ke rumah sakit mengerang kesakitan saat berada di IGD.


"Jor, sakit jor!" ucap Vivi pada Jordy.


"Sabar Vi tahan sebentar ya, bentar lagi dokternya datang." jawab Jordy yang panik melihat Vivi kesakitan.


Tak lama, dokterpun datang dan memeriksa keadaan Vivi.


"Maaf pak, kami harus segera mengeluarkan janin yang ada didalam. Karna bila tidak nyawa ibunya bisa dalam bahaya." ucap dokter.


"Tolong selamatkan keduanya dokter." pinta Jordy.


"Anda harus memilih salah satu pak. Selamatkan ibunya atau bayinya. Mohon segera untuk metanda tangani surat izin melakukan operasinya pak." kata dokter lagi.


"Saya bukan suaminya. Bagaimana bisa saya memberikan izin?"


"Saya butuh izin dari pihak keluarganya sekarang pak. Sudah tidak ada waktu lagi."


"Jor, jangan tanda tangan. Gue mohon." ucap Vivi dengan sedikit terbata bata.


Ketika dokter sedang memaksa Jordy untuk segera menandatangani surat izin, Flora datang bersama Daisy dan Donnie.


"Bunda, dokter memaksa Jordy untuk tanda tangan surat itu." adu Jordy pada Flora.


"Ada apa lagi? Dokter, cepat selamatkan anak saya!" kata Donnie.


"Begini pak. Kami harus segera mengeluarkan janinnya bila tidak, nyawa ibunya dalam bahaya." jelas dokter.


"Lakukan segala cara untuk menyelamatkan anak saya dok." ucap Daisy.


"Saya akan lakukan yang terbaik bu." jawab dokter.


"Berikan surat itu pada saya. Saya ayahnya." pinta Donnie.


Donnie segera menandatangani surat itu dan memberikannya kepada dokter.


"Ayah, aku ga mau kehilangan bayiku." ucap Vivi.


"Maaf, ayah harus menyelamatkan kamu, sayang." kata Donnie.


"Mama, bunda, tolong.... Vivi ga mau kehilangan anak Vivi." erang Vivi sambil menangis.


Flora dan Daisy tidak bisa menolong Vivi. Ini memang keadaan yang sangat mendesak. Vivi dibawa oleh dokter ke ruang operasi. Ketika di dalam ruang operasi, Vivi memberontak pada dokter. Setelah diberi obat bius barulah Vivi diam karna tidak sadarkan diri.


################################


Sudah satu minggu semenjak operasi, Vivi tidak mau makan sama sekali sehingga membutuhkan infus makanan untuk memberikan tenaga dan nutrisi bagi Vivi.


"Vi ayolah makan dulu." ujar Jordy.


"Gue ga lapar Jor." saut Vivi.


Dia hanya diam dan melamun seharian hingga tertidur lagi.


"Vi, maaf ya gara gara gue lo harus kehilangan anak lo." ucap Jordy.


"Ini bukan salah lo Jor. Ini semua udah takdir." jawab Vivi.


"Tapi kalau bukan gara gara mantan gue lo mungkin aja ga seperti ini Vi."


"Udah Jor. Mungkin memang belum saatnya gue untuk jadi ibu."


"Gue tau lo kuat, tapi kalau lo mau nangis, gue siap untuk jadi sandaran lo Vi."


Seketika Vivi pun menangis sejadi jadinya. Jordy memeluk Vivi dan berusaha untuk menenangkannya.


"Gue salah apa Jor? Gue kehilangan anak dan juga suami gue. Gue sayang dan cinta sama mereka. Gue kangen sama L." ucap Vivi sesengukkan.


"Orang orang bunda juga sedang mencari keberadaan kak Vishnu, Vi. Kita tunggu kabar baiknya ya?"


Vivi mengangguk.


"Lo sama Keira gimana Jor?"


"Gue sama dia udah putus. Gue ga mau punya pacar yang seperti iblis."


"Memang kenapa?"


"Nanti juga lo tau sendiri."


###################################


Hari ini, Vivi dibolehkan pulang oleh dokter. Meskipun keadaan fisiknya sudah membaik, namun tetap saja luka dihatinya belum bisa diobati oleh apapun.


Saat Jordy dan Flora sedang membantu Vivi untuk membereskan barang barangnya, Keira datang menemui Vivi.


"Mau apa lagi lo kesini?" ketus Jordy yang sangat tidak suka melihat keberadaan Keira.


"Jordy! Ga boleh gitu hey!" kata Flora.


"Sini sayang masuk."


"Jor, aku minta maaf. Aku tau aku salah dan terlalu cemburu saat itu." ucap Keira.


"Lo tau ga, gara gara kecemburuan lo itu Vivi keguguran! Dan lebih parahnya, lo ga mau bantu gue untuk membawa Vivi ke rumah sakit." maki Jordy.


"Aku tau aku salah."


"Lo memang salah! Secara tidak langsung lo membuat bayi yang bahkan belum lahir ke dunia, meninggal! Vivi itu sangat berharga dihidup gue melebihi mama dan papa gue sekalipun!"


"Gue udah ngaku salah, tapi segitu bencinya lo sama gue, Jor?"


"Dia lebih penting dari keluarga gue! Dia lebih dari pacar, istri, orang tua, bahkan keluarga bagi gue!" ucap Jordy dengan tegas.


Mendengar hal itu, Flora dan Vivi pun juga terkejut.


"Jor, udah!" kata Vivi.


"Orang kaya gini harus dikasih pelajaran Vi."


"Jor, gue bilang stop! udah!" bentak Vivi.


Jordy pun terdiam dan ruangan menjadi hening.


"Dan lo Keira! Pergi dari sini, lo cuma datang untuk membuat keributan disini! Gue minta dengan baik baik, lo pergi dari sini!"


"Bunda, Vivi ga mau liat muka dia."


Flora membawa Keira keluar dan berbicara diluar.


"Tante kecewa sama kamu Kei."


"Maafkan Keira, tante."


Flora tidak menanggapi ucapan Keira dan kembali masuk ke dalam kamar rawat Vivi.


"Jordy, Vivi. Bunda ingin bicara sama kalian."


"Ya bunda, silahkan." jawab Vivi.


"Bunda mau bertanya. Jordy kamu suka sama Vivi?"


Jordy terkejut mendengar pertanyaan Flora.


"Dulu saat kelas 1 SMA, Jordy suka sama Vivi. Namun Vivi hanya anggap Jordy teman. Akhirnya kita sahabatan dan Jordy sayang sama Vivi sebagai sahabat."


"Tadi kenapa kamu bilang kalau Vivi lebih penting dari orang tuamu dan bahkan nanti istrimu?"


"Vivi pernah menyelamatkan hidup Jordy bun. Jordy sayang sama Vivi bahkan Jordy cinta sama Vivi. Tapi lagi lagi Jordy sayang dan cinta sama Vivi sebagai sahabat."


"Dalam hubungan pria dan wanita, ga ada yang namanya sahabat, Jor." ucap Flora.


"Tapi Jordy benar benar anggap Vivi sebagai sahabat Jordy bun."


"Jor, status gue sekarang itu istri Vishnu. Kita memang sahabatan, dan gue juga sayang sama lo. 7nity semua saling menyayangi. Gue betul betul terharu sama ucapan lo tadi. Ini yang gue takutkan. Gue takut kalau nanti pasangan lo cemburu sama gue Jor. Kita cukup saling menyayangi aja ya. Jangan ada cinta. Dihati gue cuma ada satu laki laki dan itu adalah Vishnu."


"Gue paham maksud lo kok Vi. Dan selama ini gue anggap lo sebagai sahabat gue sekaligus tuan putri bagi gue karna lo pernah menyelamatkan hidup gue Vi."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰