THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Lamaran tak terduga



Vivi makan bersama Aryn dan Darren disebuah restoran di dalam mall itu. Aryn menjadi manja dengan Vivi. Darren telah selesai menyuapi Aryn makan, kini giliran Darren dan Vivi yang makan.


"Kapan kamu mulai ujian Vi?" tanya Darren di sela sela makan mereka.


"Bulan depan om. Tapi Vivi mulai persiapan dari sekarang." jawab Vivi.


"Kenapa ga ikut bimbel aja?"


"Aku lebih suka belajar sendiri."


"Mau saya carikan guru?"


"Aku sudah punya guru pribadi om. Terimakasih atas tawarannya."


"Maaf saya ga bisa mengajari kamu Vi. Saya bukan anak sains. Kalau kamu minta ajari bisnis, saya bisa."


Hal itu membuat Vivi tertawa.


"Kok malah minta maaf sih om? Aku lebih nyaman belajar sendiri. Dan selama uji coba kemarin, Vivi diajari oleh tutor."


"Kak Vivi pintar ya?" tanya Aryn.


"Kamu harus seperti kak Vivi, Ryn." kata Darren.


"Aryn mau jadi seperti kak Vivi?" tanya Vivi.


"Mau! Kak Vivi itu seperti mama bagi Aryn." saut Aryn.


Vivi terkejut mendengar penuturan Aryn yang bilang bahwa ia seperti seorang ibu bagi Aryn. Sosok seorang ibu mungkin banyak di idolakan oleh seorang anak termasuk Aryn, namun disatu sisi Aryn telah kehilangan ibunya sedari kecil.


"Aryn! Jangan bicara seperti itu! Kak Vivi tidak menyukainya." bentak Darren pada Aryn.


"Aryn hanya mau kak Vivi yang jadi mama Aryn!" maksa Aryn secara tiba tiba.


"Aryn!" bentak Darren yang menaikkan suara bicaranya pada Aryn.


Aryn yang ketakutan segera memeluk Vivi yang berada disampingnya. Darren hanya terdiam melihat Aryn yang membuat malu dirinya. Darren merasa benar benar malu kepada Vivi karena ucapan Aryn.


"Mulai sekarang, Aryn boleh anggap kak Vivi sebagai mama kamu." ucap Vivi untuk menenangkan Aryn.


"Kak Vivi mau jadi mama Aryn?" tanya Aryn memastikan.


Vivi hanya terdiam saja saat itu.


"Papa bujuk kak Vivi untuk jadi mama Aryn."


"Papa, ayo bujuk kak Vivi."


Aryn terus meminta agar Darren mau membujuk Vivi untuk menjadi ibu bagi Aryn. Akhirnya, Darren yang juga belakangan ini menyadari bahwa ia mencintai Vivi pun mendapat ide untuk membuat Vivi menjadi istrinya.


"Vi, kamu mau menikah dengan saya?" kata Darren dengan tiba tiba.


"Ha?" kaget Vivi.


"Saya serius mau menikahi kamu dan meminta kamu untuk menjadi ibu sambung bagi Aryn." ucap Darren.


"Maaf om, saya ga bisa. Permisi."


###############################


("Om Darren itu masa lalu lo, Vi. Sekarang masa depan lo itu VL bukan om Darren.") ucap Vivi dalam hatinya memberikan sugesti ke pikirannya.


Tiba tiba ponsel Vivi berdering dan ternyata Vishnu melakukan panggilan Video kepada Vivi. Dengan segera, Vivi pun mengeser tombol hijau.


Terlihat bahwa Vishnu sedang berada di dalam kamar apartemennya di Dubai.


"Hubby!!! I miss you so much!" ucap Vivi dengan keras melalui panggilan video itu.


"Aku juga kangen banget sama kamu sayang! Tunggulah sebentar lagi aku pulang."


"Ini udah 2 bulan semenjak kamu bilang pergi ga lama."


"Aku pasti kembali sayang, tunggu ya sebentar lagi. Karna cinta tau arah jalan pulang."


"Gombal. Aku butuh bukti bukan perkataan."


"Aku masih harus mengurus hal yang lain sayang."


"Bohong!"


"Aku ga bohong sweety. Begini deh, kalau aku ga pulang dalam 2 minggu aku rela ngelakuin hukuman dari kamu. Gimana?" tanya Vishnu.


"2 minggu masih lama! Kamu janji sebelum aku ujian akan pulang! Aku ujian bulan depan."


"Dalam 10 hari aku pulang."


"No! 5 days?"


"Ten days baby."


"Ok sepuluh hari! Kalau kamu ga pulang, aku pindah ke rumah ayah!" ancam Vivi.


"Baiklah baiklah sepuluh hari. Itu belum termasuk perjalanan aku pulang ya sweety?"


"10 hari termasuk dalam perjalanan."


"Akan aku usahakan ya sayang."


"Hm."


Berbicara dengan Vishnu, membuat Vivi menjadi tenang dan sedikit melupakan masalahnya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Bagaimana kelanjutan lamaran Darren pada Vivi ya? Tunggu di episode selanjutnya ya kawan!


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰