THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Accept or Decline?



Suasana dikediaman keluarga Wales sedang ramai karena mereka kedatangan tamu spesial walaupun hari masih pagi.


Seperti hari senin biasanya, Vivi telah bersiap siap menggunakan seragam lengkap serta rambut yang di gulung asal ke atas berniat untuk segera berangkat ke sekolahnya. Ia menuruni anak tangga dan segera ke ruang makan untuk sarapan. Namun, ia tidak mendapati kedua orang tuanya disana. Ia hanya melihat Victor sang adik yang sedang sarapan. Vivi pun beranjak menuju ruang tamu karena dari arah sana terdengar suara suara orang mengobrol.


Alangkah terkejutnya Vivi melihat Flora dan Vishnu yang datang ke rumahnya ditambah dengan satu orang yang tidak dikenal Vivi. Ia pun berjalan untuk menyalami Flora serta seorang pria yang kira kira seumur Flora.


"Berhubung mempelai wanitanya sudah turun, gimana kalau kita bicarakan sekarang?" tanya Flora.


"Mari kita bicarakan. Semakin cepat, lebih baik." jawab Donnie.


"Duduk sini sayang!" panggil Flora pada Vivi.


Vivi yang terbingung akan situasi saat ini hanya bisa berdiam saja.


"Sebelumnya maaf sudah mengganggu monday morning kalian, kami datang ke sini bermaksud untuk membicarakan tanggal pernikahan Vishnu dan Victoria. Kami sudah berkonsultasi dengan beberapa pendeta pura yang berada di Bali, mereka berkata tanggal baik untuk menikahkan mereka adalah tanggal 21 Juni karena rasi bintang dilangit sangat baik." jelas Flora.


"Berarti hari sabtu minggu ini ya mba?" tanya Daisy.


"Betul sekali! Itu adalah tanggal baik. Dan bila bukan tanggal 21 Juni, tak ada lagi tanggal baik untuk menikahkan mereka untuk tahun ini. Mereka akan menikah 2 tahun lagi."


"Kalau begitu kita harus menikahkan mereka hari sabtu ini." putus Donnie.


"Aku ga setuju!" ungkap Vivi mengejutkan orang orang yang ada disitu.


"Kenapa sayang?" tanya Vishnu.


"Status aku masih siswi sekolah. Tunggu 2 tahun lagi aku baru setuju." ujar Vivi.


"Dulu mama nikah sama ayah juga saat mama masih SMA sayang dan ayah masih kuliah." ucap Daisy.


"Mama sama aku beda generasi. Aku ga mau nikah sebelum lulus sekolah. Aku mau berangkat dulu." pamit Vivi.


"Aku antar kamu ke sekolah." tawar Vishnu.


"Aku sendiri aja." saut Vivi yang langsung mengambil tasnya dan keluar menuju garasi.


"Bujuk dia L." suruh Flora.


"Aku permisi." pamit Vishnu.


Di garasi Vishnu berusaha menjelaskan kepada Vivi bahwa ia mencintai Vivi dan ingin menikahinya.


"Aku mohon, kamu mau ya nikah sama aku." kata Vishnu.


"Aku mau nikah sama kamu. Tapi ga secepat itu juga! Aku punya impian! Aku punya masa depan yang udah aku rakit sejak dulu. Aku ga mau semuanya sia sia!" jelas Vivi.


"Aku ga melarang kamu meraih impian kamu sama sekali sayang. Apa perlu aku berlutut agar kamu mau nikah sama aku? Like this?" seketika Vishnu berlutut dihadapan Vivi.


"Hey bangun! Aduh!"


"Aku akan bangun kalau kamu mau nikah sama aku sabtu ini!"


"Kamu maksa aku? Aku ga suka dipaksa VL!"


"Aku ga maksa Vi. Aku mau segera menikahi kamu karna aku cinta sama kamu! Apa kamu ga punya perasaan yang sama seperti aku?"


Mendengar pertanyaan Vishnu, Vivi menjadi skakmat. Ia bingung harus menjawab apa. Perasaan cinta dihatinya mulai tumbuh sedikit demi sedikit kepada Vishnu. Selama ini, perlakuan Vishnu terhadap Vivi telah mencuri hatinya melalui perlakuan perlakuan kecil dan perhatiannya.


"Akan aku jawab nanti. Sekarang kamu berdiri dulu. Aku ga enak dilihat bunda." jawab Vivi.


"Aku antar kamu ke sekolah."


Vishnu mengantar Vivi ke sekolah karena Vivi yang memaksa untuk sekolah. Sementara didalam diri Vivi, ia terus terusan berdebat dengan pikiran dan hatinya. Ia ingin mulai menerima Vishnu dan belajar mencintainya, tetapi ia takut karena pikirannya masih tertuju kepada Darren. Ia ingin menikah dengan Vishnu, tetapi ia juga tidak ingin menikah muda.


Melihat mobil Vishnu sudah berhenti didepan gerbang sekolahnya, Vivi mulai berbicara.


"Maaf aku tau aku salah."


Vivi hanya melengus kesal pada Vishnu.


"Aku udah berpikir dan setuju dengan pernikahan kita yang diadakan sabtu ini. Aku ga mau buat bunda sedih dan mengecewakan ayah serta mama. Kamu bilang kamu cinta sama aku? Aku pikir sekarang juga aku mulai bisa mencintai kamu. Bantu aku untuk melupakan om Darren yang sudah pasti tidak akan menjadi milikku. Aku masuk sekolah dulu." jelas Vivi.


Vishnu hanya bisa mematung ditempat. Ia tak percaya bahwa akhirnya Vivi setuju dengan pernikahan yang akan diadakan sabtu ini. Dan dia bilang bahwa dia mulai mencintai Vishnu. Vishnu tersadar akan apa yang diucapkan Vivi dan memanggilnya ketika Vivi berada di gerbang.


"Vi!" panggilnya.


Vivi pun menoleh ke belakang melihat Vishnu yang berada di mobil dengan wajah yang bahagia.


"Apa?" tanya Vivi.


"Thank you! You must know i will always love you!"


"Gombal! Udah sana pulang! Thank's udah anterin aku."


Vishnu pun tersenyum pada Vivi dan segera meninggalkan sekolah untuk kembali ke kediaman calon mertuanya itu.


"Sebahagia itu dia aku terima? Oh Tuhan, aku ga tau harus bagaimana lagi." seru Vivi dengan pelan.


Ketika berjalan menuju lapangan dan mengikuti upacara, Vivi kepergok dengan pak Rius yang sedang menatapnya. Vivi segera baris dibarisan yang paling belakang. Dan selama 1 jam kemudian upacara pun selesai.


"Kenapa kamu telat?" tanya Pak Rius dengan tatapan menghakimi Vivi.


"Tadi ada urusan keluarga yang tidak bisa saya hindari pak." jawab Vivi.


"Saya ga peduli apapun alasan kamu! Pulang sekolah ke ruangan saya!" suruh Pak Rius yang segera pergi sebelum mendapat jawaban dari Vivi.


"Dasar guru killer!" umpat Vivi pelan.


"Vi! Tumben lo telat!" tanya Luna.


"Tadi gue harus selesaikan masalah dulu." jawabnya.


"Masalah apaan Vi? Bokap lo ngamuk?" tanya Jennie.


"Nanti gue kasih tau. Sekarang ke kelas dulu yu."


Mereka memasuki kelas masing masing. Karena memang Vivi yang berada dikelas Fisika 2 bersama dengan Jennie dan Tiffany. Sedangkan Luna berada dikelas biologi bersama Leo. Jordy dan Vincent mereka adalah anak kelas ekonomi.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


Author belum pernah kasih visual Jordy ya? Ini author kasih deh.


Jordy Cornelius Fendella


Anak dari pewaris Fendella Company. Salah satu dari 5 perusahaan terbesar di Indonesia.



Ada yang tau ini siapa?? Comment dibawah yach..........


Oh ya, gabung chat sama author yu. Aku ingin lebih dekat dengan kalian. Trimakasih ☺