THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Problematic



Vivi tidak bisa fokus selama jam pelajaran berlangsung. Ia memikirkan dirinya yang sebentar lagi sudah berganti status menjadi istri. Pelajaran pak Chandra yaitu penjasorkes yang biasanya membuat Vivi bersemangat, menjadi sangat tidak semangat. Bahkan ia pun tak mengikuti pelajaran olahraga dengan alasan sakit.


"Ni buat lo." ucap Leo yang memberikan sebungkus roti dan susu untuk Vivi.


"Thanks Le. Tapi gue ga laper." jawab Vivi.


"Makan Vi. Lo kenapa sih?" tanya Luna yang datang bersama Leo.


"Ga papa Lun."


"Gue ke ruang bu Saras dulu ya tadi gue dipanggil." ujar Luna.


"Hm." saut Vivi.


"Lo kenapa Vi? Ga semangat gitu?" tanya Leo.


"Gue ga papa Le."


"Kalau lo butuh sandaran, gue bisa diandalkan kok Vi."


"Gue tau. Sekarang gue lagi bad mood. Tolong tinggalin gue sendiri Le."


"Ya udah gue ke lapangan ya! Don't be sad Vi!"


Setelah kepergian Leo, Vivi hanya memasang earphone ditelinganya selama jam istirahat berlangsung. Dan ia tetap menyendiri sampai jam pulang sekolah.


"Permisi pak." sapa Vivi pada pak Rius setelah mengetuk pintu ruangannya.


"Kemari." suruhnya dengan dingin.


"Ini hukuman kamu, bantu saya periksa data dan jam konseling. Beritahu saya jika ada murid yang sudah 3 kali saya panggil biar nanti saya kasih SP untuk dia."


"Baik pak."


Tanpa bantahan sama sekali Vivi menjalani hukumannya dan setelah mengambil sekardus kertas surat kunjungan siswa di ruang BK, Vivi duduk di sebuah sofa dan mulai memeriksanya. Ia terkejut karna darah segar keluar dari hidungnya dan mengenai kertas putih yang sedang ia baca tadi.


Vivi langsung menekan hidungnya untuk memberhentikan darah dan segera berlari ke arah kamar mandi yang terletak di dalam ruangan pak Rius. Melihat kejadian itu, pak Rius menyusul Vivi.


"Kamu ga papa?" tanya Pak Rius.


"Saya ga papa pak." sautnya setelah membersihkan hidungnya.


Seketika Vivi merasa seluruh ruangan gelap dan ia pun tak sadarkan diri. Beruntung pak Rius menopangnya sehingga ia tidak jatuh ke lantai.


"Victoria! Victoria!" panggil Pak Rius sambil menepuk pelan pipi Vivi. Namun yang dipanggil tidak kunjung bangun sehingga ia pun segera menggendong Vivi ke arah mobilnya untuk dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan pertama. Di sekolah, masih banyak siswa yang sedang bermain basket termasuk Leo. Leo mengenali bahwa gadis yang digendong itu adalah Vivi sahabatnya. Leo pun menghampiri Pak Rius.


"Pak, Vivi kenapa?" tanya Leo.


"Dia pingsan. Saya mau ke rumah sakit sekarang. Kamu bantu saya hubungi keluarganya." ujar Pak Rius panik yang langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Sebegitu khawatirnya pak Rius sama Vivi. Ah mending gue kabarin anak 7nity dulu deh gue kan ga punya nomor tante Daisy." kata Leo berbicara sendiri.


Garuda **7nity


Leo** : Gais Vivi pingsan dan tadi dibawa pak Rius ke RS.


Vincent : Bercanda lo ga lucu Le!


Tiffany : Iya Le lo ada ada aja deh!


Leo : Gue serius. Sekarang tolong kasih tau tante Daisy atau om Donnie kalau Vivi masuk RS.


################################


Di rumah kediaman keluarga Wales.


"Ada apa Jen? Tumben telfon."


("Vivi udah pulang belum mah?")


"Belum Jen, kenapa?"


("Leo tadi chat digrup dan katanya Vivi dibawa pak Rius guru BK ke RS mah karna pingsan.")


"Apa???"


Daisy pun langsung menelepon Donnie yang masih berada dikantor dan juga Vishnu calon suaminya Vivi.


##############################


Vishnu yang mendengar kabar dari Daisy, segera melajukan mobilnya ke arah RS yang terdekat dari sekolah. Yang kebetulan Vishnu sedang berada didekat sekolah Vivi dengan tujuan dan maksud untuk menjemput Vivi.


Akhirnya Vishnu tiba di RS terlebih dahulu.


"Sus pasien bernama Victoria Wales dimana?"


"Tunggu sebentar mas."


"Di IGD kasur ke 3."


"Terimakasih."


Vishnu lantas memasuki IGD dan mencari kasur ke 3 yang dimaksud suster tadi. Ia pun terkejut mendapati Rius yang sedang menggenggam tangan Vivi.


"Don't touch her!" bentak Vishnu pada Rius yang membuat Rius terkejut.


"Vishnu?" tanya Rius.


"I said don't touch her!" suruh Vishnu lagi ketika melihat Rius masih menggenggam tangan Vivi.


Hal tersebut menjadi perhatian di IGD sehingga mereka tak luput menjadi tontonan bagi pasien dan orang orang yang berada di IGD saat itu.


"Mohon maaf mas jangan berisik dan bikin keributan ya, ini IGD mas." tegur salah seorang dokter.


"Lo siapanya Vivi?" tanya Rius.


"Gue? Calom suaminya Victoria Wales!"


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


Ini visual dari Rius Octavianus sang guru BK killer yang selalu menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh siswanya.