
Setelah 2 hari menunggu hasil dari pemeriksaan kesehatan di RS lain, Vivi dan Vishnu pun pergi mengunjungi RS itu kembali.
"Aku takut hasilnya sama." ujar Vivi.
"Kita belum lihat hasilnya sayang, jadi kamu ga perlu takut." tenang Vishnu.
"Kamu aja deh yang buka." suruh Vivi.
Vishnu pun akhirnya membuka amplop putih yang diberikan oleh petugas lab tadi kepada Vivi. Ia membaca secara rinci dan menyeluruh, sedangkan Vivi hanya menutup matanya karna takut hasilnya akan sama.
"Vi, apa yang terjadi saat pemeriksaan?"
"Saat pemeriksaan ada seseorang yang sedang melakukan pemeriksaan juga bersama aku."
"Perempuan atau laki laki?"
"Perempuan. Kenapa?"
"Kamu sehat Vi! Bahkan ga terdeteksi sel kanker dalam darah kamu."
"Masa sih?"
"Ini kamu lihat sendiri."
Vishnu menyerahkan kertas itu kepada Vivi. Ia melihat jelas disitu tertulis bahwa ia sehat hanya kekurangan darah saja.
"Mungkin saat menjalani rangkaian pemeriksaan, sampel punyamu tertukar sama orang lain." jelas Vishnu.
"Tapi mana yang benar?"
"Kamu sering mimisan?"
"Sering! Itu juga kalau aku kecapean."
"Berarti benar, RS kemarin salah sampel. Kamu sehat sehat aja sayang!"
Vishnu memeluk Vivi dan Vivi pun membalas pelukannya.
"Aku udah bilang kalau aku baik baik aja."
"Aku panik liat kamu pingsan dan lama sadarnya."
"Kemarin, gimana kamu bisa tau?" tanya Vivi penasaran.
"Aku dikabari oleh mama saat kamu dibawa ke RS sama pihak sekolah, aku yang saat itu sedang diperjalanan ke sekolah dengan niat mau menjemput kamu, tiba tiba di telfon mama dan mama bilang kalau kamu ada di RS." jelas Vishnu.
"Pihak sekolah? Siapa yang bawa aku?" tanya Vivi lagi.
"Kamu sesaat sebelum pingsan lagi sama siapa?" tanya balik Vishnu.
"Sama pak Rius!" jawab Vivi santai.
"Dia yang bawa kamu ke RS." jawab Vishnu.
"Hah? Pak Rius mau bawa aku ke RS?"
"Tanya aja temanmu. Kata mama Daisy, dia dapat info dari Jennie teman kamu."
"Siapa?"
"Coba aja kamu tanyakan sendiri."
Vivi menelepon Jennie.
"Halo Jen, gue pengen nanya dong."
("Mau tanya apa?")
"Saat gue dibawa ke RS, elo liat sendiri? Bukannya saat itu lo udah pulang duluan?"
("Gue tau dari Leo dia bilang di grup. Lo ga baca?")
"Gue ga scroll ke atas. Ya udah thanks ya Jen."
("Ok Vi.")
📞END
"Gimana?" tanya Vishnu.
📞LEONARD
("Halo Vi.")
"Le gue pengen tanya, lo liat saat gue dibawa ke RS?"
("Iya saat itu gue lagi basket sama anak anak, dan gue liat pak Rius lari sambil gendong elo.")
"WHAT? GENDONG?"
("Ih biasa aja Vi! Kuping gue berdengung ini!") maki Leo.
"Sorry sorry Le. Lanjut!"
("Gue tanya lo kenapa? Dan pak Rius bilang kalau lo mendadak pingsan! Gitu deh.")
"Hm okeoke thank you Le!"
📞END
"Sebel banget sama pak Rius!" maki Vivi.
"Jangan sebel, awas nanti jatuh cinta sama Rius." ledek Vishnu.
"Ih amit amit sama guru killer kaya gitu."
"Suka nya sama aku aja jangan sama Rius."
"Memang udah suka sama kamu!" ucap Vivi keceplosan.
"Beneran?"
"Hah? Apanya?" tanya Vivi yang berpura pura tidak tau.
"Tadi kamu bilang apa?"
"Aku bilang apa?"
"Jawab dulu."
"Aku ga bilang apa apa! Ayo pulang aku mau kabari mama dan ayah." ajak Vivi.
"Mengalihkan pembicaraan!" dengus Vishnu pada Vivi.
############################
Vishnu mengantarkan Vivi kembali ke rumahnya. Vivi ingin segera memberitahukan kepada Daisy dan Donnie bahwa ia sehat.
"Abis dari mana kalian? Kamu tau kalau Vivi sakit kan?" tanya Donnie.
"Kami tadi ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaan Vivi yah." saut Vishnu.
"Kenapa di cek lagi Vi?" tanya Daisy.
"Aku mengenal diri aku sendiri mah, dan aku merasa aku sehat. Maka dari itu 2 hari lalu aku melakukan pemeriksaan dan meminta VL untuk antar aku. Hari ini hasilnya keluar." jelas Vivi.
"Lalu bagaimana hasilnya? Apa kemoterapi masih bisa dilakukan?" tanya Donnie.
"Itu ga perlu ayah! Vivi ga sakit." saut Vivi.
"Kamu harus ikhlas Vi terima kenyataan ini semua." suruh Donnie.
"Ih ayah! Ini lihat hasilnya. Aku benar benar sehat!"
Donnie dan Daisy pun membaca kertas itu dan mereka menjadi terkejut akan hasil yang menyatakan bahwa Vivi sehat. Kebahagian kembali mewarnai keluarga Wales sebab ketakutan mereka akan kehilangan putri semata wayangnya kini telah hilang.
"Bersiaplah 2 hari lagi kalian akan segera menikah! Persiapan sudah ayah, mama dan bunda siapkan." jelas Flora.
Vivi pun menjadi bahagia dan ia kembali mendapatkan kepercayaan dirinya bahwa ia pantas untuk Vishnu.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰