THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Morning Incident



Pagi pagi sekali, Vivi dikejutkan dengan teriakan Flora dari lantai bawah yang sangat nyaring sehingga membangunkan dua insan yang sedang terlarut dalam dunia mimpi itu.


"Hubby sayang, bangun! Bunda teriak teriak dibawah." ucap Vivi yang sedang membangunkan Vishnu.


Dengan segera Vishnu bangun dan mengajak Vivi untuk ke lantai bawah melihat kondisi Flora yang membangunkan seisi rumah.


"Bunda kenapa?" tanya Vishnu.


"Kaki bunda digigit tikus." jawab Flora.


Vishnu, satpam rumah, para ART, dan supir Flora segera mencari keberadaan hewan itu. Sementara Vivi, dia lebih berfokus pada kaki Flora yang mengeluarkan darah. Dia segera mengambil kotak obat yang berada tak jauh dari tempat itu.


Vivi membersihkan luka Flora terlebih dahulu karena banyak virus dari gigitan tikus itu. Vivi mengobatinya dengan teliti.


Disisi lain, Vishnu dan yang lainnya mendapatkan tikus tersebut dan segera membawanya keluar dari rumah itu.


"Bunda ga papa?" tanya Vishnu.


"Ga papa, L. Bunda hanya terluka sedikit." jawab Flora.


"Luka sedikit tapi teriakannya menggemparkan seisi rumah bun." sindir Vishnu.


"Bunda minta maaf sudah membuat kalian terbangun dipagi hari seperti ini."


"Ga papa bunda, gimana lukanya? Masih sakit?" tanya Vivi.


"Sudah baik baik saja sayang. " jawab Flora.


"Ayo bunda, aku antarkan ke kamar." ucap Vishnu.


Setelah mengantarkan Flora ke dalam kamarnya, Vivi dan Vishnu juga kembali ke kamar mereka.


"Teriakan bunda membuat aku sakit kepala." ungkap Vishnu.


"Jangan gitu sama orang tua, nanti kualat loh." ucap Vivi.


"Oh ya betul. Tapi kepalaku jadi sakit sebab teriakan bunda."


"Kemarikan kepalamu." suruh Vivi dengan perintah untuk menaruh kepala Vishnu di pangkuannya.


Vivi mulai memijat kepala Vishnu dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Hati kamu lembut banget, sayang." ujar Vishnu.


"Emangnya hati aku bisa disentuh?" tanya Vivi.


"Bukan gitu, maksudku adalah kamu care banget sama bundaku dan juga aku."


"Bunda itu ibuku juga, dan kamu adalah hidupku jadi aku sangat sangat menyayangi kalian berdua."


"Apa kamu masih marah dengan mama dan ayah?" tanya Vishnu.


"Aku tidak marah, hanya kesal saja. Tapi sekarang aku paham bahwa aku salah. Mereka menginginkan yang terbaik untuk hidupku."


"I love you more hubby."


###################################


Sekitar pukul 10 pagi, Vivi kembali ke rumah setelah berolahraga di lapangan komplek. Ia melihat Vishnu telah menunggunya di depan pintu. Vivi tersenyum kepada Vishnu dan menghampirinya.


"Ya! Victoria! Kenapa kamu pakai baju seperti ini?" kata Vishnu dengan nada bicara seperti sedang memarahi istinya itu.


"What's wrong with me?" tanya Vivi tak mengerti.


"Perut kamu itu tontonan gratis?" tanya Vishnu lagi.



"Aku habis olahraga hubby! Sportbra dan jacket adalah outfitku. Apa yang salah?"


"Aku ga suka! Pakaianmu terlalu terbuka!"


"Ya ampun! Kamu itu benar benar seperti anak kecil saja! Dari aku tinggal bersama ayah dan mama pun, setiap sabtu aku selalu berolahraga keliling komplek, sayang. Dan bajuku seperti ini. Masa aku harus pakai baju gamis? Kan ga lucu." jelas Vivi.


"Bahkan akupun belum pernah melihat penampilanmu yang seperti ini. Setiap hari hanya seragam sekolah, piyama, dan baju santaimu saja yang menjadi outfitmu."


"Hey! Saat di Dubai pun outfitku berbeda sayang. Udah ya ngambeknya."


"Kamu mempertujukkan kepada orang banyak bentuk tubuhmu ini! Kamu itu milikku. Jadi ga boleh ada yang melihat sisi terdalammu selain aku."


"Oh Tuhan, bagaimana bisa aku mempunyai suami yang selfish seperti dia?" ucap Vivi memutarkan bola matanya lalu meninggalkan Vishnu.


Vishnu menyusul mengikuti Vivi ke dapur. Vivi mengambil air minun dari dalam kulkas dan duduk di meja makan.


"Sayang, aku minta maaf udah keterlaluan sama kamu. Aku hanya ga suka tubuhmu itu dilihat oleh orang banyak." ucap Vishnu.


"Aku mengerti maksud kamu. Sudahlah tak apa, aku ga marah denganmu. Lagi pula, tadi saat berolahraga aku memakai jaketku dan merestletingnya sampai ke dada." jelas Vivi.


"Aku percaya padamu. Aku sayang kamu." ujar Vishnu.


"Aku lebih menyayangimu." jawab Vivi.


"Aku lebih lebih lebih menyayangimu." saut Vishnu tak mau kalah.


"Baiklah, kamu yang menyayangiku lebih dari aku menyayangimu." pasrah Vivi.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰