
Ketika Vivi dikantor, ia meminta agar office boy mengantarkannya kopi ice americano yang telah Vivi pesan melalui aplikasi online ke ruangannya. Entah mengapa, sudah 3 hari berturut turut, Vivi selalu ingin mengkonsumsi ice americano kesukaannya itu. Vishnu bahkan sudah pernah melarangnya untuk tidak meminumnya terlalu banyak dan sering. Namun, Vivi merengek kepada Vishnu untuk membelikannya ice americano.
"Permisi." ucap office boy tersebut.
"Masuk!" suruh Vivi.
"Maaf bu, ini pesanannya."
"Terimakasih! Tunggu sebentar."
Vivi memang selalu membeli cake ketika memesan kopi. Tidak tanggung tanggung, ia memesan banyak cake untuk diberikan kepada karyawan karyawannya. Terutama untuk para asisten Vivi yang berperan penting dalam posisinya sekarang.
"Ambillah." ucap Vivi memberikan sekotak cake yang sudah disusun kepada office boy tersebut.
"Terimakasih bu." kata OB itu pada Vivi.
Ia tidak berani menolak pemberian Vivi, karna itu adalah pemberian bosnya.
"Wajahmu kenapa ga asing ya? Siapa namamu?" tanya Vivi.
"Nama saya Aditya Himawan bu."
"Aditya Himawan? Rumahmu di jalan XXXXXXXXXXXX?"
"Betul. Itu rumah saya yang dulu bu."
"Kamu temanku saat SD. Masih ingat?"
"Saya sangat mengingatnya bu."
"Kenapa kamu jadi OB? Bukankah kamu pewaris pabrik tekstilnya pak Himawan?"
"Perusahaan ayah saya bangkrut ketika saya lulus SMP."
Vivi terus bertanya mengenai kelanjutan hidup Aditya. Sebenarnya, Aditya juga mengetahui bahwa Vivi menikah dengan Vishnu. Hanya saja Aditya tidak mau menunjukkan wajahnya karna malu.
"Ini, bawa saja. Bawa pulang untuk anakmu. Dan bicaralah santai kepadaku." Vivi memberikan pesanannya tadi pada Aditya.
"Saya belum menikah bu."
"Oh maaf. Aku tidak tau. Bawa pulang saja untuk keluargamu, tapi aku akan mengambil satu cup ice americano karna entah mengapa aku sangat menginginkannya." jelas Vivi.
Akhirnya, Aditya membawa cake serta ice americano keluar dari ruangan Vivi. Begitu Aditya keluar, Vishnu masuk ke tempat Vivi.
"Lama sekali dia diruanganmu?"
"Sebentar sayang......"
"Aku lihat dari cctv kalau OB itu dari tadi diruanganmu!"
"Dia teman SDku dulu sayang."
"OB? Temanmu?"
"Kok bisa?"
"Duduklah dulu biar aku ceritakan." suruh Vivi.
Begitu Vishnu duduk, ia melihat lagi lagi ada ice americano dimeja Vivi.
"Baby, aku sudah bilang, jangan minum ice americano setiap hari. Nakal!" omel Vishnu pada Vivi.
"Aku ingin beli saja sayang, yang di minum hanya sedikit. Trust me." jawab Vivi sambil tersenyum.
"Kamu ini kenapa sih sweety? Suka banget sama americano. Itu ga baik sayang."
"Tak tau. Aku hanya ingin minum dan membeli ice americano saja. Tadi aku membelinya banyak, namun aku berikan pada Aditya."
"OB itu bernama Aditya?"
"Aditya Himawan." jelas Vivi.
"WHAT???"
"Hanya saja pak Himawan bangkrut saat dia masih sekolah, dan Aditya tidak memiliki pendidikan yang tinggi."
"Bagaimana kamu bisa mengenali dia?"
"Dia teman SD ku, sayang. Jangan cemburu."
"Aku tidak cemburu! Mengapa harus cemburu pada orang seperti dia? Aku lebih cemburu saat kamu bersama Jordy!"
"Oh gosh! Jordy sahabat aku sayang. Kenapa harus cemburu?"
"Bunda sudah menceritakan semuanya. Aku cemburu saat Jordy menolongmu waktu itu. Dia bahkan rela putus dengan kekasihnya demi menyelamatkan kamu!"
"Mungkin di kehidupan sebelumnya, Jordy dan aku saling mencintai dan berakhir bahagia...." ucap Vivi sembarang.
"Kamu kalau mau sama Jordy, sana! Bersama dia saja!" kata Vishnu dengan nada tinggi.
"Hey! Aku cuma bercanda. Dasar anak kecil!" kata Vivi sambil tertawa melihat ekspresi Vishnu yang cemburu.
"Aku lebih tua dari kamu sayang! Usia kita berbeda jauh, dan kamu bilang aku anak kecil?"
"Tingkahmu seperti anak kecil, baby." balik Vivi.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰