THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Xtra Part 2



Vivi hanya meminta Jordy untuk mengantarkannya ke rumah Wales untuk mengambil mobilnya.


"Eh, anak ayah datang. Suamimu mana?"


"Aku datang hanya mau mengambil mobilku, yah." jawab Vivi.


"Loh? Kamu kesini pakai apa?" tanya Donnie.


"Minta antar Jordy." Vivi jujur.


"Mobilmu itu sudah lama tidak terpakai, Vi. Pakai mobil ayah saja." ucap Donnie.


"Aku mau mobilku saja ayah."


"Ayah ga mau kamu kerepotan karna mogok nanti dijalan."


"Baiklah, aku tidak bisa berlama lama. Aku pinjam mobil ayah saja."


"Memang mau kamu pakai kemana nak?"


"Aku mau ke rumah temanku."


"Temanmu yang mana?" tanya Donnie lagi.


"Temanku banyak yah."


"Jordy? Kamu ini sudah punya anak,Vi. Jangan terlalu dekat dengan pria lajang seperti Jordy!"


"Stop ayah! Please! Seharusnya aku menikah saja dengan Jordy! Dia lebih baik dari Vishnu! Aku permisi."


Vivi akhirnya meminjam mobil Donnie dan segera menggendong Valent, lalu melangkah keluar dari kediaman keluarga Wales. Donnie sangat khawatir dengan keadaan Vivi yang berbicara seperti tadi kepada dirinya.


"Mami, kita mau kemana?" tanya Valent.


"Alent tidur saja ya, nanti bila sudah sampai mami bangunkan." jawab Vivi.


Valent menuruti ucapan Vivi.


Disisi lain, Donnie segera menghubungi Vishnu.


Donnie : "Dimana kamu? Cepatlah kesini!"


Vishnu : "Baiklah, aku akan segera datang."


##################################


"Ayah!" sapa Vishnu.


"Langsung saja, kamu ada masalah dengan Vivi?" tanya Donnie.


"Saya sudah tau tanpa kalian bicarakan. Apa yang kamu perbuat sampai Vivi murka seperti itu?"


Akhirnya Vishnu pun menceritakan semuanya kepada Donnie.


"Maaf ayah, aku memang bukan suami yang baik untuk Vivi. Aku hanya terbawa emosi saat Vivi masih bisa hangout dengan teman temannya ketika aku masih dalam masa berkabung."


"Ayah paham. Kamu begitu kehilangan bundamu itu. Namun, apakah kamu tau juga bahwa Vivi datang ke rumah ini dan menangis karna merindukan bundanya itu."


"Maaf ayah, aku tidak bisa mengerti perasaan Vivi. Sekarang Vivi ada dimana ayah?" tanya Vishnu.


"Aku tidak mengetahui. Ia hanya meminjam mobilku dan pergi bersama Valent."


"Apa dia tidak bilang mau pergi kemana?"


"Temannya." jawab Donnie.


"Jordy?" tanya Vishnu tiba tiba.


"Jordy memang mengantarnya kesini, namun mereka kembali berpisah."


"Benar dugaanku bahwa mereka berdua pasti punya perasaan."


###################################


Vivi tiba disebuah desa terpencil disuatu kota. Ia melakukan perjalanan dengan jarak yang sangat jauh dari kota. Vivi tau bahwa disana, ada Ryan yang sudah terlebih dahulu tinggal disana.


"Selamat datang, nyonya." Ryan menyambut Vivi di rumahnya.


"Terimakasih sudah mau membantu gue saat ini, Yan. Dan gue mohon satu hal. Jangan beritahu siapapun bahwa gue dan Alent berada di desa ini."


"Rahasia lo aman sama gue. Sekarang lo istirahat aja. Kamar lo di belakang. Maaf jika rumahnya sangat kecil."


"Lo udah mau bantu gue saja, udah sangat berterimakasih sama lo. Thanks Yan sekali lagi."


"Santuy Vi. Selagi masih bisa menolong, akan gue tolong."


Ryan memang sudah lama tinggal didesa ini. Ryan menjadi relawan medis bagi penduduk desa. Setelah ia bekerja beberapa tahun di negara kelahirannya, ia kembali ke Indonesia dan membangun sebuah rumah di desa, dan menjadi relawan.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰