
"Sayang maafkan aku. Karna aku kamu seperti ini sekarang. Aku sangat terpukul bahwa kamu ga bisa mengingatku." ucap Vishnu begitu ia kembali dari ruangan dokter kepada Vivi yang sedang duduk dikasurnya.
Vishnu kembali setelah menemui dan berbincang bincang dengan dokter.
FLASHBACK ON
Vishnu menemui dokter setelah melihat Vivi tidak merespon perkataannya. Ia bingung dan tidak mengerti bahwa sedari tadi Vivi hanya terdiam saja.
"Dok, kenapa istri saya tidak merespon apa yang saya katakan kepadanya?" tanya Vishnu.
"Kemungkinan besar pasien saat ini mengalami amnesia. Cidera kepala yang dialaminya itu lumayan parah. Dia tidak bisa mengingat orang orang dan juga kejadian apa yang telah menimpanya. Jangan berusaha terlalu keras untuk membuat ingatannya kembali, kita harus membuatnya mengingat secara perlahan." jelas dokter.
"Sampai kapan pasien akan mengalami amnesia dok?"
"Untuk sampai kapannya saya belum bisa memastikan. Saya akan berfokus untuk kesembuhannya terlebih dahulu untuk saat ini. Dan setelah itu, baru kita akan membuat ingatannya kembali secara perlahan."
Ucapan dokter begitu membuat hati Vishnu terenyuh karna orang yang sangat ia cintai tidak bisa mengingatnya. Ia semakin merasa bersalah dengan kondisi Vivi saat ini yang terjadi karna Meghan sangat terobsesi dengannya.
FLASHBACK OFF
"Aku minta maaf atas apa yang sudah terjadi. Ini semua karena aku. Aku minta maaf." ucap Vishnu kembali dengan air mata yang mengalir dari matanya. Ia menggenggam tangan Vivi.
"Kamu siapa?" tanya Vivi.
DEG! Kata pertama yang keluar dari mulut Vivi sangat membuat Vishnu mematung. Ia benar benar tidak menyangka bahwa pujaan hatinya telah kehilangan ingatannya.
"Aku suami kamu. VL, sayang." ujar Vishnu.
"Suami? I'm single!" ucap Vivi.
Vishnu menunjukkan foto pernikahannya dengan Vivi dan beberapa foto mereka berdua selama ini. Tiba tiba, Vivi tertawa yang membuat Vishnu sangat bingung dibuatnya.
"Hi hubby!" ucap Vivi dengan senyuman dan tangan yang melambai kepada Vishnu.
Vishnu semakin bingung dengan situasi sekarang ini. Akhirnya, Vivi pun angkat bicara.
"I remember you, and never forget you hubby." ujar Vivi.
"Kamu? Kamu ingat aku?" tanya Vishnu memastikan.
"Yes, aku sangat ingat betul siapa orang yang aku cinta. You, Vishnu Louis Wijaya is my husband." jawab Vivi.
"Kamu ga amnesia Vi?"
"Aku masih waras dan otakku masih berfungsi sayang. Amnesia itu jika gegar otak, sedangkan aku saat kepalaku terbentur aku tidak muntah sama sekali. Jadi otakku masih normal." jelas Vivi.
"Wow! Thank God! It's miracle." ucap Vishnu memeluk Vivi.
"Terimakasih. Kamu telah menjadi orang pertama yang aku lihat ketika aku terbangun membuka mataku."
"No, aku yang harus berterimakasih kepada kamu karna kamu masih hidup dan mengingatku. Aku ga tau jika kamu ga ada akan seperti apa hidupku."
"Aku pernah berkata kepadamu sayang, bahwa kamu adalah yang pertama dan terakhir. Aku hanya mencintai 1 wanita yaitu kamu, dan menyayangi 3 wanita yaitu bunda, mama, dan kamu." jelas Vishnu.
"I love you. Maaf sudah membuatmu khawatir."
"Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik."
"Ini semua bukan salah kamu. Ini salah si rubah itu."
"Sudahlah, dia sudah diurus oleh ayahmu, bunda, dan Jenno."
"Baiklah."
"Kenapa kamu tidak merespon dokter dan aku begitu kamu terbangun?" tanya Vishnu.
"Saat itu, aku tidak bisa menggerakan bibirku. Jadi aku hanya bisa melihat dokter dan kamu. Ketika kamu menemui dokter, perlahan wajahku, bibirku, tangan, dan kakiku mulai bisa digerakkan." ucap Vivi.
"Aku khawatir kamu tidak bisa mengingatku sayang. Aku sangat terpukul begitu mendengar bahwa kamu mengalami amnesia dan tidak mengenaliku."
"Just kidding, hubby. Aku mau lihat seperti apa reaksimu."
"Baiklah, tak peduli mau kamu amnesia ataupun kamu mengerjaiku, yang terpenting kamu selamat dan aku sangat merindukanmu."
"Aku juga merindukanmu. Bukankah sekarang tanggal 12? Kamu tidak berangkat kerja?" tanya Vivi.
"Demi kamu, aku mengambil cuti tahunanku." ucap Vishnu.
"Maafkan aku."
"Itu sudah kewajibanku menjaga kamu."
"Hubby, aku lapar."
"Baiklah, aku akan meminta ke dapur rumah sakit untuk menyiapkan makanan untukmu."
"Kenapa tidak beli diluar saja? Aku sedang ingin makan fast food."
"Kamu habis melakukan operasi dan tidak baik untuk makan makanan diluar rumah sakit dan masakan rumah."
"Baiklah." Vivi akhirnya menyerah.
Bukannya ke dapur rumah sakit, Vishnu malah menelepon Flora untuk membawakan makanan ke rumah sakit karna Vivi sudah siuman dan dipindahkan ke ruangan rawat inap. Selain menelepon Flora, Vishnu juga memberitahu Donnie dan Daisy. Tak lupa, ia juga memberitahu teman teman Vivi menggunakan ponsel Vivi yang dipegang olehnya.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰