
Sudah 4 hari Vivi dirawat dirumah sakit. Dan hari ini, Vivi kedatangan banyak sekali tamu yang berkunjung menjenguknya. Mulai dari Charles, Jenno, teman teman Vivi, bahkan para guru pun menjenguknya di rumah sakit.
"Vi, lo ingat gue kan?" tanya Charles pada Vivi.
"Elo siapa ya?" tanya Vivi.
"Serius Vi lo ga nget gue?" cecar Charles.
"Gue ingat lo kak Charles! Dan gue ga amnesia sama sekali. Gue masih ingat dengan jelas kalian semua." jawab Vivi.
"Cepat sembuh ya Vi dan segera keluar dari rumah sakit." ucap Charles memeluk Vivi.
"Lepasin atau elo gue lempar ke jendela?" tanya Vishnu pada Charles dengan matanya yang sudah membesar.
"Elah, gue cuma meluk Vivi sebagai adik ipar gue, L! Galak bener." oceh Charles.
"Cemburu lo kebangetan kak." ucap Jordy.
"Tau! Pasti lo kemarin nangis kan takut ditinggal sama istri lo ini!" timpal Charles.
"Gue dan Vivi itu ga akan berpisah. Dikehidupan selanjutnya juga gue akan menjadi suami Vivi. Sebab gue Vishnu dan dia Laksmi. Gue Rama, dia Sita." jawab Vishnu.
"Mentang mentang nama lo Dewa Vishnu jadi seolah olah Vivi itu Dewi lo!"
"Iri ya lo sama gue? Makanya nikah!" suruh Vishnu.
Hal itu menjadi lelucon bagi Vivi dan yang lainnya. Mereka tertawa bersama sama.
"Vi, lo tenang aja ya, Meghan akan merasakan apa yang lo rasakan." ucap Jenno dengan mengelus kepala Vivi.
"Bang, jangan terlalu kejam sama dia. Bagaimana pun dia juga perempuan." pinta Vivi.
"B*g* lo Vi! Dia udah nabrak lo dengan sengaja sampai buat dahi lo memar gitu! Elo kan paling ga suka kalau dahi lo terluka!" ujar Tiffany.
"Fan, gue udah memaafkannya kok. Yang terpenting kan gue selamat."
"Lo memaafkan dia, tapi tidak dengan gue Vi! Dia juga hampir membuat gue celaka." timpal Jennie.
"Baiklah, baiklah, gue dan Tiffany pulang dulu ya Vi." pamit Vincent.
"Gue dan Luna juga pamit pulang deh Vi, gue harus ikut mami daftar ke kampus." ujar Leo.
"Hm, kalian hati hati ya, thanks udah jenguk gue." saut Vivi.
"Vi, bagaimana keadaan kamu?" tanya Pak Gerry selaku wali kelas Vivi. Ia pun juga berada di tempat kejadian saat itu.
"Sudah sehat pak."
"Ini kami membawa sedikit buah untuk kamu. Semoga cepat sembuh ya Vi." ujar Pak Gerry sambil memberikan sebuah keranjang besar yang berisi berbagai macam buah.
"Terimakasih banyak pak. Ini bukan sedikit buah pak, tapi banyak banget." ucap Vivi.
"Ini kakakmu Vi?" tanya pak kepsek.
"Dia suami saya, yang pernah bapak minta untuk datang ke sekolah." jelas Vivi.
Vishnu menyalami pak kepala sekolah.
"Saya Vishnu Louis Wijaya suami dari Victoria. Maaf pak sudah mengecewakan sekolah bapak dengan beredarnya berita bahwa siswi sekolah bapak menikah ketika masih sekolah." ucap Vishnu.
"Saya memaklumi urusan keluarga Wales, dan keluarga Wijaya. Saya juga sudah mendengar dari teman teman Vivi." ujar pak kepsek.
"Bagaimana kelanjutan kasus saya dengan Agnes pak?" tanya Vivi.
"Urusan Agnes sudah ditangani oleh pak Rius." saut pak kepsek.
"Pak Rius, maaf sudah mengecewakan bapak." ucap Vivi.
"Saya yang salah. Maafkan saya sudah menyimpan perasaan lebih kepada kamu Vi. Saya juga baru tau bahwa kamu sudah menikah. Setahu saja kamu hanya memiliki tunangan."
"Ga papa pak. Itu semua hanya kesalahpahaman saja."
Pak Rius, Vishnu, dan guru guru yang lain pun akhirnya bersalaman. Masalah Vivi dengan Agnes berakhir berkat penanganan dari guru guru disekolah dan telah dilakukan secara musyawarah. Vivi menyadari bahwa fakta yang ia tutupi itu seperti asap yang nantinya juga akan terendus dan terhirup.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Vote aku yuk di halaman depan cover novel ini.
Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰