THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
She is My Future



Mendengar jawaban Vishnu, Rius menjadi geram ia ingin sekali meminta penjelasan dari ucapan Vishnu itu, tetapi kesempatan itu hilang ketika Daisy dan Donnie datang dengan panik menghampiri Vivi.


"Pak, kenapa anak saya bisa pingsan?" tanya Daisy pada Rius.


"Awalnya Vivi mimisan dan tiba tiba ia pingsan." saut Rius.


"Ya Tuhan, Vi bangun Vi. Ini mama."


"Maaf bu, pasien sedang dalam pengaruh obat yang sudah saya berikan." ucap dokter yang menangani Vivi.


"Anak saya kenapa dok?" tanya Donnie.


"Kami belum bisa memastikan kondisinya saat ini, kami sedang melakukan proses pemeriksaan menyeluruh dan bila sudah dapat dipastikan, saya segera akan menyampaikan kepada ibu dan bapak. Saya permisi dulu." pamit dokter.


###############################


Vivi telah dipindahkan ke ruang rawat inap untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh lebih lanjut. Vishnu dengan setia menemani Vivi bersama Daisy dan Donnie yang sebelumnya Rius sudah berpamitan untuk pulang.


"Mama dan ayah istirahat aja dirumah. Vivi biar aku yang jaga." ujar Vishnu ketika melihat hari sudah malam dan Vivi masih juga belum sadar.


"Baiklah, besok mama dan ayah akan kembali lagi. Kami titip Vivi ya L." kata Daisy.


Daisy dan Donnie pun meninggalkan ruangan dan kembali ke rumah mereka. 30 menit setelah orang tuanya pulang, Vivi membuka mata dan melihat Vishnu disampingnya yang sedang tertidur dengan menggenggam tangan Vivi.


"L." panggil Vivi yang masih lemas.


Vishnu pun terbangun dan segera menatap Vivi.


"Kamu udah sadar?" tanya Vishnu.


"Hm." saut Vivi.


TOK TOK TOK


Pintu kamar Vivi terbuka dan terlihat dokter dan suster yang akan memeriksa kondisi Vivi.


"Victoria, kamu bisa ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lanjutan?" tanya dokter.


"Bisa dok." saut Vivi.


"Siapa yang akan bermalam menjaga pasien?" tanya suster.


"Saya sus." jawab Vishnu.


"Nama anda?"


"Vishnu Louis Wijaya." sautnya.


"Baik, adiknya mohon dijaga ya karena dia rentan terjatuh karna masih sangat lemas." suruh dokter.


Vivi yang mendengar perkataan dokter hanya bisa tertawa.


"Kenapa pasien tertawa?" tanya dokter itu.


"Hahaha saya terlihat seperti adiknya ya dok?" tanya Vivi yang masih tertawa.


"Oh? Memang kalian bukan kakak adik?"


"Bukanlah dok. Dia tunangan saya." jawab Vivi.


"Lebih tepatnya calon suami. She is my future." melengkapi kata kata Vivi.


"Ga papa dok. Saya memang pantas jadi adiknya dia hahaha."


"Baiklah, kalau gitu saya permisi dulu. Victoria jangan lupa ke labolatorium sekarang ya."


"Baik terimakasih dok." saut Vivi.


Dokter keluar dari ruangan.


"Memang muka aku keliatan tua ya?" tanya Vishnu.


"Iya." saut Vivi dengan bercanda.


"Kamu tuh ya ketawa sampai segitunya. Tapi aku senang tadi kamu bilang ke dokter kalau aku tunangan kamu."


"Memang kamu tunanganku kan?"


"Bukan tunangan lagi sayang! Aku calon suami kamu." lerai Vishnu.


"Whatever -_-."


"Ayo aku bantu ke laboratorium."


"Aku bisa sendiri. Kamu disini aja."


"Ga ada bantahan!"


"Belum nikah aja kamu udah ngatur aku! Apalagi kalau kamu udah jadi suami?"


"Tadi kamu ga dengar apa kata dokter? Kamu masih lemas Vi."


"Hm iyaiya. Ayo!"


Vishnu mengantar Vivi ke labolatorium untuk memeriksakan kesehatannya. Setelah selesai, mereka kembali ke kamar Vivi.


"Besok aku ga bisa sekolah dong?" tanya Vivi.


"Belum boleh. Karna hasil pemeriksaan belum keluar."


"Kalau udah keluar boleh?"


"Kamu istirahat aja dulu. Setelah sembuh baru pikirkan sekolah. Sekarang kamu tidur!." suruh Vishnu.


Vishnu berjalan untuk mematikan lampu kamar.


"VL aku takut." ucap Vivi.


"Ada aku. Sekarang kamu tidur. Aku akan jaga kamu. Kalau kamu mau ke toilet, panggil aku." suruh Vishnu.


Malam itu Vivi tidur dikasur pasien dan Vishnu di sofa yang berada di sebelah Vivi. Di sepanjang malam, Vivi merasa nyaman karna ada yang menjaga nya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰