THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Dubai



Setelah penerbangan yang cukup lama, akhirnya mereka pun tiba di Dubai. Vivi pun memanfaatkan petunjuk arah dan google map untuk mencari pintu keluar. Dirinya hanya bisa bahasa inggris tidak bisa bahasa arab sedikitpun.


"Kesana." ajak Vivi pada kawan kawannya itu.


Mereka pun hanya bisa mengikuti arahan dari Vivi. Namun, setelah berjalan keliling mencari pintu keluar, ia tetap tidak menemukannya.


###########################


Dilain tempat, Vishnu menunggu Vivi dan kawanannya di pintu keluar setelah dirinya absen selesai tugas. Namun yang di tunggu tidak kunjung datang. Di dalam pikiran Vishnu saat itu adalah Vivi ga tau arah atau Vivi mendahului dirinya. Karena khawatir, ia pun menelepon Vivi.


"Dimana kamu?"


"Aku ga tau ini dimana. Aku cari pintu keluar tapi belum ketemu."


"Balik ke tempat kamu turun pesawat!." suruh Vishnu.


"Ok."


"Jangan tutup panggilannya."


"Iya bawel."


( Vivi dan kawan nya pun kembali ke tempat semula sesuai perintah Vishnu.)


"Terus kemana lagi?" tanya Vivi.


"Liat ke arah barat ada papan EXIT. Lurus aja aku disitu."


Vivi lagi lagi mengikuti arahan Vishnu dan terlihat Vishnu melambaikan tangannya dari arah kejauhan. Vivi mengakhiri panggilan itu.


"Ini yang aku takut. Kamu tersesat!" omel Vishnu.


Yang diomeli pun hanya bisa menundukkan kepala tanda bahwa dirinya salah.


Vishnu yang melihat bahwa cuaca disini panas dan Vivi hanya memakai celana pendek pun berinisiatif mengambil kain yang selalu ia bawa dalam kopernya dan menarik pinggang Vivi.


"Eeh kenapa?" tanya Vivi.


"Dubai termasuk arab, pakaian kamu kependekkan dan cuaca disini panas." saut Vishnu sambil mengikatkan kain itu ke pinggang Vivi.


"Perkenalkan nama saya Vishnu. Calon suaminya Victoria." ucap Vishnu pada teman teman Vivi setelah mengikatkan kain untuk menutupi kaki Vivi.


"Salam kenal kak." saut Tiffany yang diikuti oleh yang lain juga.


"Kalian udah booking hotel?" tanya Vishnu.


"Belum."


"Gimana sih kalian? Mau liburan tapi belum ada persiapan. Ayo saya bantu kalian pesan hotel." ajak Vishnu.


Mereka pun akhirnya naik taxi menuju hotel yang terdekat dengan Burj Khalifa.


Setelah sampai ditempat tujuan, sang petugas berkata jika kamar mereka penuh dan hanya tersisa 2 kamar dan itu maksimal ditempati oleh 3 orang saja.


Geng cowo aman karena mereka hanya bertiga, yaitu Leo, Vincent, dan Jordy. Sedangkan geng cewe kebingungan karena jumlah mereka 4 yaitu Vivi, Tiffany, Luna, dan Jennie. Tidak boleh lebih dari 3 orang dan tidak ada kamar kosong. Vishnu pun meminta petugas hotel untuk mencarikan hotel lain. Namun hasilnya nihil. Semua hotel sudah penuh karena ini adalah musim liburan.


"Ya udah kalian nginap disini. Vivi akan nginap di apartemen saya." kata Vishnu memberi solusi.


"Ih ga mau lah! Niat kesini kan liburan." tolak Vivi.


"Ga ada kamar kosong lagi. Lagian salah kamu juga udah tau mau liburan kenapa ga pesan kamar hotel?" balik Vishnu.


SKAKMAT


Vivi memang salah dalam hal ini karena kurangnya persiapan yang ia lakukan, semuanya serba terburu buru dan instant. Bahkan tadi saja vivi dan yang lainnya tersesat. Masih baik takdir mempertemukan Vivi dan Vishnu disaat seperti ini. Jika tidak? Entahlah apa yang akan terjadi.


"Ok! Kalian tinggal disini aja, biar gue yang ngalah. Karna ini semua juga salah gue." Vivi mengakui kesalahannya.


"Tapi Vi kita ikut ke sini juga karna diajak sama lo." jawab Leo yang tidak suka bila Vivi harus tinggal di apartemen berdua dengan CALON SUAMInya itu.


"Saya punya waktu kosong 3 hari. Kalian akan saya ajak ke tempat tempat wisata disini." kata Vishnu.


"Gue duluan ges. Have fun!" pamit Vivi.


"Chat gue nanti Vi!" pinta Luna.


Vivi hanya mengacungkan jempol tangannya saja.


Tiffany, Jennie, Luna, Vincent, Leo, dan Jordy pun mengikuti petugas hotel untuk diantarkan ke kamarnya. Dan Vivi bersama Vishnu pergi dari hotel itu ke apartemen Vishnu yang letaknya tak jauh. Hanya 5 menit menggunakan taxi, mereka pun sampai.


"Biar aku bawa sendiri aja." ujar Vivi saat melihat Vishnu yang ribet membawa 2 koper sekaligus. 1 koper kecil miliknya dan 1 koper besar milik Vivi.


"Kamu jalan duluan aja." suruh Vishnu.


"Aku bisa bawa sendiri kak."


"Ga papa aku bisa." kekeh Vishnu.


Vishnu lalu memencet lift dan setelah pintu lift terbuka, ia membawa masuk kedua koper itu.


"Lantai berapa?" tanya Vivi.


"21." saut Vishnu.


Ketika sudah sampai didepan apartemen Vishnu, Vivi menjadi ragu untuk masuk. Dirinya bahkan masih canggung dengan Vishnu, namun ia malah harus tinggal bersama Vishnu untuk beberapa hari kedepan.


"Ayo masuk ngapain kamu berdiri disitu? Disini ada 2 kamar jadi kamu jangan nyangka kalau kita akan sekamar." kata Vishnu.


"Ini kamar kamu. Istirahat aja." suruh Vishnu setelah menaruh koper Vivi dan beranjak menuju kamarnya.


"Kak!" panggil Vivi. Vishnu pun terhenti saat Vivi memanggilnya.


"Ada apa?" tanya Vishnu.


"Emmm makasih."


Vishnu tersenyum mendengar Vivi memanggil dirinya dengan lembut.


########################


Hari pun sudah malam dan Vivi merasa lapar.


Ia pun keluar dari kamarnya dan melihat ke arah dapur. Terlihat Vishnu sedang memasak makanan.


"Ada yang perlu dibantu?" tanya Vivi.


"Kamu duduk aja. Ini udah mau selesai kok." saut Vishnu.


Ponsel Vivi berdering di atas meja dan terlihat nama LEO yang menelepon Vivi. Vivi pun menggeser tombol hijau.


"Ada apa Le?" tanya Vivi.


"Lo ga papa Vi tinggal sama kak Vishnu?" tanya Leo diseberang panggilan.


"Ya ga papa dong Le. Dia kan calon suami gue."


"Tapi lo keliatan canggung Vi kalau sama dia."


"Itu urusan gue Le. Dan gue nyaman nyaman aja disini. Please jangan berlebihan. Thank's udah peduli. Gue tutup ya." Vivi pun memutuskan sambungan panggilan itu.


Vishnu enggan untuk bertanya dan lebih memilih untuk menyuruh Vivi makan. Setelah selesai makan, mereka pun duduk di ruang tengah untuk menonton TV.


"Besok ada jadwal terbang?" tanya Vivi.


"Ga ada. Kenapa?" jawab Vishnu.


"Ga papa."


"Kamu ga tidur?" tanya Vishnu.


"Belum ngantuk. Kak VL cape ya? Tidur aja ga papa kok kak."


"Aku juga belum ngantuk." jawab Vishnu.


"Aku mau ngobrol dan kenal Kak VL lebih lagi, boleh?" tanya Vivi


"Boleh. Apa yang mau kamu tau dari aku?"


"Kok kamu ga nanya soal telepon tadi?" tanya Vivi penasaran kenapa VL tidak bertanya padanya sejak tadi.


"Aku tau yang telepon tadi Leonard sahabat kamu. Dia cemburu kalau kamu tinggal sama aku karna dia suka sama kamu dan pernah menyatakan perasaannya ke kamu." saut Vishnu dengan panjang.


"Kok kamu tau?"


"Saat itu aku dan bunda duduk dimeja samping kamu dan aku mendengar dan melihat semuanya mulai dari kamu ditembak Leonard dan kamu jalan sama pak Darren." jelas Vishnu lagi.


"OMG! Aku ga nyangka kamu tau banyak hal."


"Maaf kalau aku tau semua itu." ucap Vishnu.


"Kok minta maaf? Kamu ga salah. Aku minta maaf mungkin selama ini aku kasar dan jutek ke kamu. Maaf aku belum bisa mencintai kamu."


"Ga papa. Aku tau." saut Vishnu sambil mengelus kepala Vivi.


"Ya ampun aku lupa kasih tau ayah dan mama." ujar Vivi dengan panik.


"Aku udah kabari mereka kalau kamu ada sama aku."


"Kapan?"


"Tadi saat kamu istirahat."


"Thank's kak."


"Udah malam. Tidur sana." suruh Vishnu.


"Kak VL ga tidur?" tanya Vivi.


"Aku mau nonton liga inggris dulu." saut VL.


"Ya udah aku tidur dulu."


"Night!" ucap Vishnu yang balas ucapan juga oleh Vivi.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰