
Hari ini adalah hari ke 5 Vivi berada di Dubai. Vishnu membawa Vivi dan teman temannya ke sebuah pantai indah, dimana pemandangan alam nan asri dan air laut yang biru serta jauh dari polusi yang setiap hari dihadapi oleh Vivi di Ibu Kota.
"Ga takut kulit kamu jadi gelap?" tanya Vishnu pada Vivi yang melihat Vivi hanya menggunakan baju tanpa lengan dan rok kotak khas negeri ginseng yang dipadukan dengan kacamata yang menunjang penampilannya.
"Tenang aja. Aku pakai sunblock." jawab Vivi.
"Tapi baju kamu itu terlalu sexy sayang." terang Vishnu.
"Ini Dubai bukan Arab Saudi." saut Vivi.
"Ini UAE bukan USA."
"Ih ga suka aja liat orang cantik."
"Bukan ga suka, aku cuma ga mau kamu jadi bahan tontonan orang lain."
"Tenang aku bawa kain bali." saut Vivi yang langsung mengambil kain bali di tasnya.
(FYI : Kain bali itu kain tipis dan panjang yang suka dijadikan oleh oleh khas Bali.)
"Vin, cepet!" panggil Jordy pada Vincent untuk segera menghampirinya yang sudah siap dengan alat diving.
"Kamu mau ikut aku Diving?" tanya Vishnu.
"Aku ga bisa renang. Apalagi diving." jawab Vivi.
"Bilang aja kamu takut." ejek Vishnu.
"Ga percaya ya udah!" ujar Vivi.
Semua orang segera ke tengah pantai untuk diving, kecuali Vivi dan Jennie yang sama sama tidak bisa berenang. Bahkan saat praktik renang pun Vivi bersama dengan Jennie selalu tidak turun ke dalam kolam.
##########################
Kegiatan dipantai sudah berakhir, kini mereka beralih ke resto dekat pantai yang menyuguhkan makanan laut yang segar. Sebelumnya, Vishnu mengatakan bahwa ia akan mentraktir teman teman Vivi makan. Vishnu juga mengetahui bahwa Vivi sangat menyukai makanan laut, khususnya kerang dan kepiting. Vivi memegang catatan pesanan, sedangkan yang lain melihat menu.
"Kalian pesen apa?" tanya Vivi.
"Gue ikan nila bakar Vi." jawab Jennie.
"Gue cumi saus padang." jawab Luna.
"Lo apa Fan?" tanya Vivi pada Tiffany.
"Gue sama Vincent gurame asam manis." saut Tiffany.
"Elo Jor?"
"Gue ikut lo aja Vi. Ga enak gue." sautnya.
"Ga papa kali Jor. Kak Vishnu yang traktir kok bukan gue. Pesen aja." suruh Vivi.
"Beneran Vi gue ikut lo aja."
"Ok gue pesenin cumi bakar ya?"
"Boleh!"
"Kamu mau pesen apa?" tanya Vivi pada Vishnu.
"Ikut kamu." jawab Vishnu.
"Kan selera kita beda."
"Apapun yang kamu suka, aku juga suka."
"Gombal! Ya udah aku yang pesen."
Vivi pun memesankan makanan dan tak lama, pelayan resto datang untuk melayani mereka. Bagi Vivi makanan laut di Dubai cukup mewah dan harganya juga lebih mahal dibandingkan Indonesia. Vivi pun berpikir bahwa ia hanya sekali ini saja memakan makanan laut di Dubai dan tak akan makan makanan laut lagi disini.
Hingga akhirnya setelah mereka selesai makan, Vivi terbebani dengan Vishnu yang mentraktir mereka.
"Kamu bayar pakai blackcard ya?" tanya Vivi pada Vishnu.
"Kartu biasa kok. Aku bukan anak sultan yang punya blackcard." jawab Vishnu.
"Ga papa sesekali. Gaji ku sebulan lebih dari cukup untuk mentraktir kalian."
"Maaf ya jadi membebani kamu."
"Kan aku yang mau traktir mereka. Ga papa ya."
Vivi pun menganggukkan kepalanya.
Begitulah hari kelima mereka berada di Dubai.
##########################
Hari terakhir Vivi dan kawan kawannya dihabiskan untuk membeli oleh oleh dipusat perbelanjaan. Karna tak menemukan barang yang cocok di pusat perbelanjaan, Vivi dan Vishnu pergi ke sebuah pasar yang menjual beraneka barang dengan harga yang tentunya lebih murah dibandingkan pusat perbelanjaan. Setelah menemukan hal yang diinginkan dan dirasa cukup, Vivi segera bergegas ke apartemen untuk mengemasi barang barangnya. Karena pada saat subuh nanti, pesawat mereka sudah harus berangkat.
"Kamu ga ikut pulang ke Indonesia?" tanya Vivi.
"Ga bisa sayang. Aku masih harus kerja." jawab Vishnu.
"Padahal aku udah terbiasa dengan hadirnya kamu."
"Resiko jadi istri pilot itu harus tahan ditinggal tinggal karna tuntutan pekerjaan. Besok aku antar kamu sampai bandara, sekarang kamu istirahat." suruh Vishnu yang tak ingin memulai perdebatan.
Vivi pun menurut untuk istirahat setelah mengemasi barang barangnya yang tadi juga dibantu oleh Vishnu. Ketika pergi Vivi membawa 1 koper, ketika kembali ke Indonesia dia membawa 2 koper karena 1 kopernya terisi buah tangan yang ia bawa untuk keluarganya. Koper itu tak lain adalah milik Vishnu yang dipinjam Vivi untuk ditempati oleh oleh.
#############################
Waktu menunjukkan masih sangat pagi ketika mereka harus berada di bandara bahkan mentari pun belum menampilkan diri seutuhnya.
"Kamu hati hati. Aku tadi menghubungi ayah, dan dia bilang kalau kamu nanti dijemput sama ayah." ujar Vishnu.
"Hem." jawab Vivi.
"Kalian perhatikan deh Kak Vishnu ngomong panjang cuma ke Vivi aja. Kalau ke kita hanya sepatah dua patah aja." kata Jennie ke yang lainnya yang di jawab hal yang sama oleh Tiffany, dkk.
"Aku pasti cepet pulang ke Indonesia." ucap Vishnu.
"Secepatnya." sambung Vivi.
"Iyah secepatnya. Kamu takut kangen ya sama aku?"
"Ga! So tau kamu. Aku masuk ya." pamit Vivi.
"Kalau udah di Jakarta, jangan lupa kabari aku." pinta Vishnu pada Vivi.
"OK!" saut Vivi.
Vivi dan yang lainnya pun berjalan ke arah pintu masuk.
"VI!" panggil Vishnu.
Belum sempat Vivi menyaut, Vishnu sudah memeluknya dengan erat.
"Jangan lupa kabari aku." ucap Vishnu lagi.
"Iyah. Ketika sampai nanti kamu orang pertama yang aku hubungi." jelas Vivi.
Sesudah itu, Vivi pun menghilang dari pandangan Vishnu. Baru beberapa hari mereka mendekat, harus dipisahkan kembali oleh jarak. Akankah mereka bertahan dihubungan LDR ini? Simak kelanjutan kisahnya nanti!
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
Ini pakaian yang digunakan Vivi.
dan vishnu yang cool