THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Tugas



Vivi sudah memasuki semester akhir pada kuliahnya, kini ia sangat disibukkan dengan skripsi untuk kelulusannya. Vivi terbiasa melakukan apapun sendiri sedari dulu. Bahkan sebelum menikah pun, ia sudah terbiasa hidup mandiri.


Vivi senang bahwa sebentar lagi ia akan lulus. Selama ini, ia mendapatkan I.P yang bagus dan selalu membuat Vishnu maupun orang tua bangga padanya. Ditengah kesibukannya, ia selalu memiliki waktu untuk keluarga dan sahabatnya.


"Tutup laptopmu dan makan nak." suruh Flora.


"Sebentar bun, Vivi lagi membuat proposal untuk perusahaan." jawab Vivi.


"Sedari tadi kamu menatap laptop membuat apa?"


"Aku menyelesaikan skripsi dulu tadi bun, sekarang sedang membuat proposal."


"Apa pekerjaan sekretarismu kantor jika proposal saja kamu yang buat?"


"Mereka tidak membuat proposal seperti kehendakku bunda. Bila dia yang membuat dan aku merasa ada yang kurang, aku tidak tega untuk menyuruhnya kembali membuat ulang." jelas Vivi.


"Pantas saja kamu selalu kelelahan setiap hari. Sudah sekarang dengarkan bunda, tutup laptopmu dan makan." ucap Flora dengan penekanan.


"Baik bunda."


Flora merasa bahwa Vivi sangat sibuk dan juga kelelahan. Lantas bagaimana ia mau memiliki anak jika ia kondisi tubuhnya saat ini sangat kelelahan? Flora berpikir demikian.


#####################################


Akhirnya, sekarang Vivi sudah resmi menjadi sarjana walaupun ia lebih mahir dibidang teknik daripada bisnis. Ia percaya bahwa dirinya memiliki pendukung dan juga kawan seperti Flora, Donnie, Daisy, Gavin, Sam, dan juga Rany.


"Vi, kita mendapat masalah dari cabang di Busan." ucap Sam yang sudah semakin terbiasa dengan Vivi karna Vivi meminta pada Sam untuk memanggil nama saja tidak perlu NONA.


"Minta kak Rany ke sana." saut Vivi.


"Baik. Lalu, untuk cabang di Amsterdam bagaimana Vi?"


"Untuk itu, aku saja yang mengurusnya."


"Apakah aku ikut ke sana juga?" tanya Sam.


"Tidak perlu. Kau urus saja perusahaan ini selama aku pergi ke Amsterdam. Kak Gavin akan ikut bersama kak Rany."


"Lalu, tidak ada yang mendampingimu?"


"Vishnu akan bersama denganku. Dia tidak ada jam terbang selama 3 minggu ke depan. Aku akan berada di Amsterdam selama 2 minggu sekalian berlibur disana. Nanti setelahku kembali, aku akan memberimu liburan."


"Kau bisa menghubungiku. Namun, jangan menghubungiku jika tidak ada masalah yang penting."


"Kapan aku harus memesankan tiket untukmu dan Pak Vishnu?" tanya Sam lagi.


"3 hari lagi aku akan berangkat. Kau urus saja tiketnya."


Begitulah keseharian Vivi selama ini. Ia berusaha untuk menyelesaikan masalah cabang yang tidak bisa diselesaikan oleh para bawahannya. Begitu ada masalah, ia lantas mengirim orang orang kepercayaannya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tak jarang, Vivi juga turun sendiri untuk menyelesaikannya.


Ia menginginkan pada kesempatan kali ini, ia bisa berlibur di Amsterdam bersama Vishnu. Selama ini, Vivi telah disibukkan dengan berbagai pekerjaan dan kuliah, akhirnya telah sebulan, ia bebas dari kuliahnya dan memiliki waktu luang. Sebenarnya, bisa saja bila ia memberikan pekerjaannya pada para karyawan, namun Vivi merasa bahwa ini adalah tugas, tanggung jawab, dan kewajibannya sehingga ia tidak bisa melimpahkannya pada orang lain begitu saja.


"Bunda, aku harus ke Amsterdam untuk menyelesaikan masalah dicabang." ucap Vivi pada Flora.


"Kapan?"


"Esok lusa."


"Sama Sam?"


"Aku pergi sama L bunda. Sekalian liburan disana."


"Berapa lama disana?"


"2 minggu bund."


"L, kamu ga ada jadwal terbang kan?" tanya Flora pada Vishnu.


"Ga ada bunda. 3 minggu aku ga ada jadwal."


"Baiklah."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰