THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Kesempatan kedua



"Sayang bangun!" ucap Vishnu yang membangunkan Vivi di pagi hari.


"Aku masih ngantuk hubby."


"Kamu kenapa say?"


"Kamu berangkat sendiri aja ya? Aku ngantuk." ucap Vivi.


"Investor mau bertemu kamu sebagai pendampingku. Mungkin kalau kamu ga ikut dia ga jadi invest lho!" kata Vishnu.


"Terus aku harus apa?"


"Ayolah sayang."


"Aku ga enak badan sayang."


"Nanti setelah pulang kita ke dokter ya? Mau?" tanya Vishnu.


"Baiklah aku ikut. Setelah itu langsung pulang."


Akhirnya, Vivi ikut bersama Vishnu menemui investornya itu.


Di tengah pembicaraan Vishnu dan investor itu, Vivi berulang kali seperti ingin muntah.


"Kenapa? Astaga badanmu panas." ucap Vishnu.


"Masuk angin atau hamil pak?" tanya investor itu pada Vishnu.


"Hah?" Vishnu terkejut mendengar ucapan bapak tersebut.


"Maaf pak, bisa meetingnya kita tunda dulu? Saya khawatir dengan istri saya." tambah Vishnu.


"Baiklah baiklah. Tidak jadi masalah. Bawa saja istrimu ke dokter dulu. Meeting nanti bisa kita atur ulang jadwalnya."


"Baik. Terimakasih banyak pak."


Vishnu membawa Vivi ke sebuah rumah sakit terdekat. Dia sangat khawatir dan sekaligus merasa bersalah karna memaksa Vivi ikut meeting bertemu investor tadi.


"Sayang. Maafkan aku. Seharusnya aku tidak memaksamu untuk ikut denganku tadi. Aku menyesal." ucap Vishnu pada Vivi.


"Ga papa. Aku memang lagi ga fit saja."


"Sepertinya karna aku, kamu harus seperti ini."


"Aku ga papa. Setelah bertemu dokter nanti juga aku akan sembuh." jawab Vivi dengan senyuman menyimpul di wajahnya.


"Victoria Wijaya." panggil suster.


"Ya saya." jawab Vishnu.


"Silahkan masuk."


Vivi dan Vishnu pun masuk ke dalam UGD yang ada.


"Selamat siang bu Victoria." sapa dokter itu.


"Selamat siang dok." jawab Vivi lemas.


"Keluhan apa yang dirasakan?"


"Baiklah. Kita periksa dulu ya."


Dokter pun memeriksa tubuh Vivi dengan stetoskopnya itu. Tak lama dokter tersebut tersenyum yang membuat Vishnu dan Vivi kebingungan.


"Baiklah. Bapak atas nama siapa?" tanya dokter setelah selesai memeriksa Vivi.


"Saya Vishnu Wijaya dok."


"Kakaknya Victoria?"


"Saya suaminya dok." (-_-)


"Maaf saya tidak tau."


"Iya ga papa dok." jawab Vishnu.


"Selamat ya pak, bu. Sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua."


"Maksud dokter?" tanya Vivi.


"Istri anda sedang hamil sekarang. Bila bapak ingin mengetahui umur si janin, kita bisa melakukan usg dulu."


"Bagaimana? Kamu mau memastikannya?" tanya Vishnu pada Vivi.


"Tentu saja aku mau, hubby. Aku benar benar tidak menyangka."


#######################################


Begitu kembali ke rumah, Vishnu dan Vivi tidak sabar ingin memberitahukan berita kehamilannya pada keluarg besar.


"Bunda! bunda!" jerit Vishnu memanggil Flora bundanya itu.


"Kamu ini! Kenapa selalu saja teriak teriak? Ga bisa bicara pelan?" tanya Flora dengan nada tinggi.


"Maaf bunda. Habisnya L sangat senang sekali."


"Kenapa? Menang lotre?"


"Ikh bunda! Bicaranya aneh aneh saja! Aku mau memberitahu bahwa menantu bunda hamil........."


"Serius kamu hamil nak?" tanya Flora pada Vivi yang dijawab anggukkan oleh Vivi.


"Ya Tuhan. Aku sangat berterimakasih atas kesempatan kedua Vivi bisa hamil lagi." kata Flora.


Flora terlihat sangat bahagi berkat informasi yang didapat bahwa Vivi sedang hamil muda. Memang belum jadi. Dia terlihat sangat kecil yang bahkan ukurannya saja terlihat seperti kacang polong.


"Jaga kandunganmu nak. Jangan sampai hal yang dulu terjadi kembali." ucap Flora.


"Baik bunda. Vivi akan selalu mengingat pesan bunda dan juga amanat dari bunda." jawab Vivi.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰