THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Vivi vs Agnes



Selama hari hari menjelang Ujian Nasional, Vivi belajar dengan sungguh sungguh dan mendapat mentor yang tak lain adalah suaminya sendiri. Vishnu sangat sabar dalam mengajari Vivi, bahkan terkadang ada juga sedikit kerikil yang menyempil karna keegoisan mereka.


Flashback ON


"Ini hasilnya 2√3 sayang. Bukan 3√3." ucap Vishnu.


"Aku hitung hasilnya itu 3√3 hubby." teguh Vivi pada hasil perhitungannya.


"Kamu salah hitung sayang. 6√3 dibagi 3 itu 2√3. Kalau 6 dibagi 3 hasilnya berapa?" tanya Vishnu.


"2." jawab Vivi.


"Kamu kurang teliti! Lain kali lebih teliti lagi ya. Jangan terburu buru dalam mengerjakan soal." nasihat Vishnu sambil mengelus kepala Vivi.


"Hm."


Vivi hanya bergumam dan menyadari kesalahannya. Bahkan ia malu karna salah dalam hal sekecil itu yang bahkan anak SD saja tau. Mungkin karna dia sudah sangat berkutat dengan angka angka dalam setiap pelajaran, jadi ia merasa bingung.


Flashback OFF


Hari ini adalah hari terakhir Vivi melaksanakan ujian. Ia begitu bersemangat karena hari terakhir adalah hari pelajaran jurusan. Ia memang sedari SD tidak pernah bimbel, Vivi hanya memanfaatkan waktu belajar sendiri. Walau terkadang banyak guru yang sangat bingung dengan Vivi.


Vivi memang siswi berprestasi dan pintar di SMA Garuda. Ia juga terkenal dengan perilakunya yang semena mena dan bertindak semaunya. Vivi bahkan sangat sering masuk ke ruang BK karna berbagai kasus. Ia juga sudah sangat sering menerima hukuman. Namun, kepintarannya tidak bisa ditutupi. Victoria Wales memanglah seorang yang berbakat. Ia selalu membawa piala dan nama baik bagi sekolah. Sangat aktif dalam ekstrakulikuler, tak membuatnya lupa akan belajar. Contohnya seperti Tiffany dan Vincent yang sibuk dengan kegiatan osis sehingga nilai pelajaran mereka pun menurun. Berbeda dengan Vivi yang selalu mengutamakan belajar.


"Akhirnya! Selesai juga." ucap Tiffany ketika datang menghampiri Vivi, Luna, dan juga Jennie di kantin.


"Ga berasa ya, masa putih abu kita akan segera berakhir." ujar Jennie.


"Kita harus adain pesta ni." usul Luna.


"Tunggu saat pengumuman lulus apa ga baru kita buat party." jawab Vivi.


Vincent, Jordy, dan juga Leo ikut menghampiri para girls squad di kantin sekolah. Mereka mengobrol satu sama lain dan saling bertanya kemanakah mereka akan melanjutkan sekolah mereka.


Namun, obrolan itu terhenti ketika Agnes dan kawan kawannya datang ke kantin. Saat itu suasana kantin penuh karna banyak para siswa siswi yang kelaparan begitu otaknya telah terpakai penuh dalam menjalani UN ini.


"Hello b*tch!" sapa Agnes.


"Jaga omongan lo ya Nes! Kita ga cari ribut sama lo!" saut Luna.


"Ih gue juga ga cari ribut kok sama kalian! Hanya menyapa aja!" kata Agnes.


"Lo kali yang b*tch! Suka sama guru!" ungkap Tiffany.


"Kenapa kenapa?" tanya Vivi.


"Lo ga tau kalau Agnes Zivanya suka sama bapak Rius sang guru BK?" kata Tiffany.


Jordy, Leo, Vivi, dan Jennie pun kaget dan tak menyangka bahwa ada berita yang tidak mereka ketahui. Bahkan anak anak lain pun lebih tertarik pada pertempuran ini. Dan para siswa siswi yang berada di kantin itu mendengar ucapan Tiffany yang keras dan menggelegar itu.


"Hanya anak anak osis yang mengetahui kabar itu." ujar Vincent membantu Tiffany kekasihnya itu yang sudah marah dibuat oleh Agnes.


"Itu semua bullsh*t!" saut Agnes yang terpojok karna situasi saat ini.


"Kalian semua juga belum mengetahui berita yang sudah tersimpan lama. Victoria Wales, si Ratu Sekolah, Ice Queen nya Garuda, dia yang kalian idolakan ternyata sudah MENIKAH!!! Ia dinikahi oleh seorang pebisnis kaya yaitu Wijaya's Group! Selama ini kalian dibutakan! Dia itu sudah ga v*rg*n dan ga suci! Mana ada orang sudah punya suami tapi sekolah? Bahkan kalian tidak tau kalau Vivi kalian ini sedang hamil!" ucap Agnes.


Vivi semakin syok dan terkejut mendengar penuturan Agnes. Ia merasa geram dengan semua perbuatan Agnes selama ini. Anak anak SMA Garuda sangat ramai dan menontoni mereka berdua. Bahkan guru guru pun bingung dan terkejut dengan ucapan Tiffany dan ucapan Vivi.


"Kalian ga liat kalau Vivi menjadi lebih gemuk sekarang? Itu karna dia hamil!" ucap Agnes lagi.


Vivi akhirnya menampar wajah Agnes karna kesabarannya mulai habis.


PLAAAKKKK


"Gue tidak mencampuri urusan pribadi lo! Jadi lo jangan pernah mencampuri urusan pribadi gue!" ujar Vivi membentak Agnes.


"Tuh kalian lihat kan? Bagaimana tidak terimanya dia bahwa rahasianya terkuak!" ucap Agnes menutupi rasa malunya sendiri karna penuturan Tiffany tadi.


Agnes berusaha untuk mengubur kabar dirinya dan pak Rius dengan menaikkan kabar bahwa Vivi hamil.


"OK mungkin ini saatnya kalian mengetahui kebenarannya! Gue memang sudah menikah dengan anak dari keluarga Wijaya! Itupun karna perjodohan almarhum ayah mertua gue dan bokap gue! Tapi seiring berjalannya waktu, gue jatuh cinta sama suami gue yaitu Vishnu Louis Wijaya. Gue cinta sama dia! Dan saat ini gue masih tersegel alias masih v*rg*n! Rumor bahwa gue hamil itu hanya hoax yang dibuat oleh si rubah ini!" ucap Vivi dengan menunjukkan jari telunjukknya ke arah Agnes.


"Bila guru guru lebih mempercayai rubah ini, gue siap menerima berbagai jenis test untuk membuktikannya!" tambah Vivi dan menatap ke arah jejeran guru yang sedang melihat hal tersebut.


"Gue harap kalian percaya sama Vivi! Karna gue tau ketika dia nikah dan sampai saat ini! Gue kenal sahabat gue dengan baik!" ujar Luna.


"Dan kalian jangan mau terkena tipuan dari rubah betina ini! Agnes selama ini membenci Vivi karna pak Rius sangat perhatian pada Vivi." ucap Tiffany.


"KALIAN BERDUA DAN PAK RIUS IKUT SAYA KE RUANGAN!" teriak pak kepsek dengan keras.


Vivi dan Agnes pun memasuki ruangan kepala sekolah. Tak lama, pak Rius pun mengetuk pintu ruangan.


"Apakah yang kalian ucapkan di kantin tadi benar?" tanya pak kepsek.


"Saya jujur pak." ungkap Vivi.


"Saya juga jujur pak." timpal Agnes.


"Pak Rius! Apakah benar bahwa bapak menyukai Vivi?"


"Benar pak! Saya memang menyukai Vivi. Namun, suatu ketika Vivi pingsan saat mengerjakan hukumannya, saya membawa Vivi ke rumah sakit dan ternyata disana ada tunangannya. Sehingga saya menjauh dari Vivi." jelas pak Rius.


"Kalian ber tiga, besok datang ke sekolah dan saya tunggu jam 8 pagi! Dan kamu Vivi, bawalah suami kamu ke sini!"


"Baik pak." jawab mereka semua.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰