THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
i'm understand you



Selepas kepergian Vivi, Daisy berbicara dengan Flora melalui sambungan panggilan. Daisy membicarakan kejadian yang tadi terjadi dirumahnya kepada Flora. Flora menjadi terkejut bahwa Vivi merasa keberatan.


"Aku rasa VL tau hal itu." ucap Flora.


"Memang ada kejadian apa Mba?" tanya Daisy tak mengerti.


"Tadi aku bingung kenapa VL ga antar Vivi yang akan ke rumahmu. Aku mengira VL masih tidur dikamar, ternyata Vivi menjawab bahwa VL pergi pagi dan mencuekkan dia. Kurasa mereka bertengkar." jelas Flora.


"Vivi menangis saat pergi dari sini mbak."


"Dia akan aman bersamaku. Kamu dan Donnie ga perlu khawatir. Aku akan menjaganya." ucap Flora.


"Aku percayakan Vivi kepada mbak. Tolong jaga permataku yang paling berharga." pinta Daisy.


"Akan aku laksanakan. Terimakasih sudah memberikan permata sekaligus harta keluargamu yang paling berharga kepadaku Sy." saut Flora.


#############################


Mobil Gavin berhenti disebuah gedung pencakar langit yang tertulis Wijaya's Group.


"Mari nona silahkan turun." ucap Gavin.


"Kenapa kita kesini? Ini kantor siapa?" tanya Vivi.


"Ini kantor Ibu Flora. Dan saya telah ditugaskan untuk memperkenalkan anda dengan asisten sekaligus bodyguard nona Vivi." jelas Gavin.


"Baiklah, ayo." setuju Vivi.


Vivi dan Gavin berjalan menuju sebuah lift dan menekan tombol lantai 12 yaitu lantai paling atas tempat CEO dan dewan direktur. Begitu pintu lift terbuka, Vivi melihat Vishnu yang sedang bersama Joanne mengerjakan proyek cabang terbaru. Vishnu tak menghiraukan kedatangan Vivi. Sedangkan Gavin merasa bingung karena atmosfir dilantai ini sangat berbeda yaitu antara Vishnu dan Vivi.


Begitu tau Vivi ada disana, Vishnu langsung pergi dari hadapan Vivi.


"Pak mau kemana ini berkasnya belum selesai." ucap Joanne memanggil Vishnu.


"Kamu urus saja dan bawa ke ruangan saya." jawab Vishnu tanpa menoleh ke belakang.


"Hay Vin!" sapa Joanne.


"Hay Jo!." saut Gavin.


"Ini pacar lo? Kenapa dibawa ke kantor?" tanya Joanne.


"Dia putri keluarga Wales!"


"Mari nona, silahkan." kata Gavin.


Vivi mengikuti Gavin berjalan ke arah sebuah ruangan kaca yang terdapat seorang pria.


"Nona, ini Samuel Pradinata dia yang telah dipilih dan ditugaskan oleh Nyonya Wijaya untuk menjadii asisten dan bodyguard nona Victoria." jelas Gavin.



"Halo Sam! Nama saya Victoria panggil saja Vivi." sapa Vivi pada asisten barunya itu.


"Halo nona Vi. Senang bisa melayani nona." ujar Samuel.


"Semoga kamu betah ya berada didekat saya." ucap Vivi.


"Memang kenapa nona?" tanyanya.


"Kamu belum mengenal saya. Nanti juga kamu akan tau dan terbiasa." jawab Vivi.


Setelah memperkenalkan Samuel, Vivi dan Gavin pergi untuk kembali ke rumah Wijaya. Vivi berniat untuk berpamitan pada laki laki yang telah menjadi suaminya itu, namun Vishnu tidak mau diganggu oleh Vivi untuk saat ini.


#############################


"Vivi sayang, bunda mau bicara sama kamu." ujar Flora begitu melihat Vivi yang baru berada diambang pintu.


"Baik bunda." saut Vivi.


"Gavin, kamu tunggu diluar, saat VL pulang suruh dia ke kamar saya." suruh Flora.


"Baik nyonya." jawab Gavin.


"Bibi, tolong bereskan barang barang yang Vivi bawa ke kamarnya."


Flora membawa Vivi ke kamarnya.


"Vi, maafkan bunda yang memaksa kamu untuk menikah dengan L. Bunda ga tau kamu sampai menyimpan rahasia hati kamu sendirian." ucap Flora.


"Bunda tau dari mana? Dari ayah dan mama?" tanya Vivi.


"Ga penting bunda tau dari siapa, nak. Bunda betul betul merasa jahat pada kamu."


"Bunda, yang salah adalah Vivi karna terlalu bawa perasaan. Vivi ga tega untuk menolak keinginan bunda dan almarhum ayah Krishna." jelas Vivi.


"I'm understand. You can tell me everything from now baby. Kamu anak bunda juga. Bunda sangat sangat minta maaf pada kamu." ucap Flora.


"Bunda ga salah jadi jangan minta maaf. Vivi hanya kecewa karna menikah sejak muda. Maafkan Vivi bund."


"Sudah sudah jangan nangis ya Vivi sayang, nanti bunda dimarahi oleh VL karna buat kamu menangis." ucap Flora.


"Ga mungkin dia marah sama bunda. Bunda kan wanita pertama yang dicintainya." ujar Vivi.


Tanpa Vivi sadari, Vishnu sudah berada di depan pintu kamar Flora yang pintunya terbuka sedikit. Vishnu ingin masuk ke dalam, namun ia menahannya dan memilih untuk mendengarkan apa yang sedang terjadi.


"Jadi, kalau bunda boleh tau, apa alasan kamu mau menikah dengan Vishnu?" tanya Flora tiba tiba.


"Kenapa secara tiba tiba bunda tanya begitu?"


"Bunda hanya penasaran."


"Hm baiklah akan Vivi jawab. Vivi cinta sama VL bunda, tapi Vivi juga masih ragu untuk mencintainya."


"Vi, jangan ragu akan cinta kamu itu. Cinta bisa tumbuh setelah kalian menikah. You can try dating after married, sweety." saran Flora.


"Terimakasih bunda atas sarannya. Akan Vivi ingat."


"Baiklah, mungkin hanya itu yang mau bunda bicarakan sama kamu."


"Kalau gitu, Vivi ke kamar dulu ya bun."


"Baiklah."


Vivi berjalan keluar dan bertemu dengan Vishnu yang akan masuk ke kamar Flora.


"Baru pulang?" tanya Vivi dengan senyuman.


Vishnu lagi lagi hanya melewati Vivi tanpa tersenyum ataupun menjawab pertanyaannya. Vivi pun akhirnya pergi kembali ke kamarnya untuk membereskan barang barang yang baru dibawanya itu.


"Ada apa bunda mau bicara denganku?" tanya Vishnu begitu masuk ke kamar Flora.


"Kemari L." suruh Flora.


Flora menceritakan segala halnya kepada Vishnu tanpa terkecuali.


"Kamu dengar ucapan bunda ga sih?" tanya Flora pada Vishnu yang sedari tadi hanya melamun.


"L dengar bunda......." saut Vishnu lembut.


"Kenapa kamu acuh pada Vivi?" tanya Flora lagi.


"Biar dia tau rasa bun, dan mempelajari cara menarik ulur dalam sebuah hubungan." jawab Vishnu.


"Jangan lama lama, nanti dia pindah ke lain hati. Sudah temui Vivi sana." ucap Flora.


"Baik bunda." jawab Vishnu.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


Kalian dapat salam dari Samuel