
Semua yang ada disana terkejut mendengar penuturan Vivi yang berkata akan menemui Vishnu di pengadilan.
"Maksud kamu apa sayang? Kenapa kita harus ke pengadilan?" tanya Vishnu mendekati Vivi.
"Jangan mendekat! Ceraikan gue dan kita ketemu di pengadilan untuk hak asuh Valent!"
"Jordy, persahabatan kita selesai!"
"Hey, cerai bukan jalan keluar dari masalah ini sayang." Vishnu menyakinkan Vivi.
"Vi! Lo udah ga waras!" maki Jordy.
"Bang, tolong lo bawa Valent ke mobil duluan." pinta Jordy.
"Gue sakit hati dengan semua perkataan lo kemarin! Gue ga berharga dimata lo! Selama ini pengorbanan gue buat lo dianggap apa? Lo jahat L! Lo jahat! Gue benci sama lo!"
Vishnu mendekat ke arah Vivi, namun Vivi semakin mundur dan menjauh dari Vishnu.
"Jangan dekat dekat!" bentak Vivi sambil menangis.
Ryan sang pemilik rumah hanya mampu menonton saja. Ia tak bisa berkata kata dalam mencampuri masalah keluarga orang lain. Rany pun juga sama.
Jordy mendekat dan memeluk Vivi.
"Lo itu seperti adik gue, Vi!"
"Kak, lo juga keluar dulu sebentar. Gue mau bicara empat mata sama Vivi." pinta Jordy.
Mendengar perkataan Jordy, Vishnu kembali menemui Valent di mobil. Begitu pula Rany dan Ryan yang memilih untuk pergi ke dapur.
Vivi menangis sejadi jadinya dalam pelukan Jordy.
"Gue bisa tahan kalau ada pelakor dalam rumah tangga gue, Jor. Kali ini bukan pelakor tapi emosi sendirilah yang menghancurkan pernikahan kami."
"Lo benci sama L?"
"Gue benci banget sama L."
"Itu artinya Lo benar benar cinta, Vi. Lo sadar kalau lo itu sudah punya anak dan berkeluarga. Lo bukan anak kecil atau remaja lagi yang egois dan labil."
"So, lo mau gue seperti apa?"
"Cukup dengar gue bicara sama lo."
Jordy menceritakan bahwa Vishnu menyesal sudah bertengkar dengan Vivi dan mengatakan bahwa Vishnu sangat terpuruk bahkan ia rela dimarahi habis habisan oleh ayahnya.
"Gue butuh sendiri, Jor."
"Gue kesini untuk jemput lo pulang. Ayo sekarang lo kemasi barang barang lo."
Akhirnya, Vivi pun mengemasi barang barangnya dibantu dengan Jordy.
Vivi memberikan kunci mobil Donnie kepada Jordy.
"Minta bang Jenno untuk jalan lebih dahulu. Bilang nanti kita akan menyusul."
###########################
"Gue besok harus ke Amerika, Vi." ucap Jordy.
"Ngapain?"
"Diminta oleh yayasan."
"Ikut."
"Bocil mana boleh ikut?" ejek Jordy.
"Bocil ini udah menikah dan punya anak lho Jor ga seperti lo jomblo!"
Jordy mengantarkan Vivi untuk kembali ke rumah orangtuanya. Disana, Vishnu juga berada.
"Jordy dan Jenno, terimakasih kalian sudah membawa Vivi pulang." ucap Donnie.
"Sama sama om."
"Saya pamit pulang om, kasihan Meghan sedang hamil dirumah seorang diri."
"Ah baiklah, terimakasih ya nak Jenno."
"Vivi, Vishnu, duduk sebentar. Jor, tolong bawa Valent ke dapur karna opa sudah membeli ice cream untuk Alent."
Vishnu dan Vivi duduk bersebelahan dengan jarak yang cukup jauh.
"Mau kalian apa sekarang?" tanya Daisy.
"Mi, Pi, L minta maaf karna sudah membuat Vivi mengasingkan diri selama ini. L sadar bahwa ucapan L sebelumnya telah menyakiti perasaan Vivi. Dan tadi, Vivi berkata bahwa hubungan kami sudah selesai dengan perceraian. L ga ingin kita pisah mi, pi. L masih sangat mencintai Vivi dan Valent. Vivi, sayang, maafkan aku."
"Vi, mami dan papi sudah mendengar semuanya. Sejak bunda kalian meninggal, Vivi sering menjadikan Jordy tempat curhat. Awalnya mami marah dengan keberadaan Jordy yang mungkin bisa membuat hati Vivi berpaling dari L. Namun, lagi lagi, Jordy dan Vivi menjelaskan hal yang sama yaitu mereka sudah seperti saudara kandung. L ingat saat mami bertanya pada Jordy tentang perasaannya pada Vivi? Jordy menganggap Vivi sebagai adiknya yang harus ia jaga. Mami harap L tidak salah paham dengan si Jordy." kata Daisy.
"L ga cemburu dengan Jordy sama sekali mi, L hanya ingin kembali dengan Vivi saja."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰