
Vivi terbiasa menjadi ibu rumah tangga sekaligus menjadi wakil Vishnu di Wijaya's Group. Ia mengelola Wijaya's Group dengan sangat baik, hingga membuat perusahaan itu menjadi perusahaan kuliner nomor 3 di dunia. Berkat kegigihan Vivi itulah ia disenangi oleh para karyawannya.
Bahkan, Vivi pun memberikan upah yang besar kepada para karyawan Wijaya's Group. Vivi menganggap bahwa ia harus memberikan upah yang sepadan dengan hasil kerja dan jerih payah karyawannya itu yang membuat Wijaya's Group bisa seperti sekarang. Maka, tak jarang pula banyak sekali pelamar yang ingin melamar pekerjaan di Wijaya's Group.
Seiring bertambahnya usia Valent, Vivi dan Vishnu pun tak lagi muda seperti dulu. Valent anaknya, kini sudah memasuki SD. Valent bangga memiliki orang tua seperti Vivi dan Vishnu yang sangat sayang kepada dirinya, dan juga rela bekerja siang malam untuk mengumpulkan kekayaan yang diraihnya untuk Valent nanti.
.
.
.
Flora, sekarang sedang terbaring di rumah sakit karna penyakit leukemia yang dideritanya belakangan ini. Vishnu dan yang lainnya tidak menyangka bahwa Flora bisa terkena penyakit mematikan itu. Disela hari liburnya, Vishnu sering mengunjungi Flora di rumah sakit.
Pagi ini, Vishnu berangkat ke rumah sakit bersama Valent karna Vivi sudah berada disana semenjak kemarin.
"Bunda! L anakmu pulang." ucap Vishnu pada Flora.
"L! Kemari nak, bunda kangen." jawab Flora.
"Alent mana?" tanya Flora.
"Alent hadir nini." saut Valent dengan ceria.
Flora sangat menyayangi Valent karna dia adalah cucu satu satunya keluarga Wijaya. Sang Maha Kuasa, belum memberikan Valent adik, maka Flora sangat menyayangi Valent. Dahulu, apapun yang Valent mau, selalu dituruti oleh Flora. Bahkan, Flora membelikan Valent rumah dengan fasilitas mewahnya. Terkadang Vishnu marah kepada bundanya itu karena terlalu memanjakan Valent. Dan bahkan usia Valent belum dewasa untuk menerima semua itu.
Hingga akhirnya, pada hari itu, Flora berkata bahwa ia sudah tidak kuat untuk menanggung sakit yang dideritanya ini, dan Flora pun menghembuskan nafas terakhirnya. Vishnu, Vivi, dan Valent sangat terpukul atas kepergian Flora yang begitu cepat.
Ngaben adalah upacara keagamaan di Bali. Walau Flora bukan orang Bali sepenuhnya, upacara kematiannya digelar dengan adat Bali. Kegiatan itu dihadiri oleh para karyawan, saudara, dan bahkan kerabat kerabat yang turut berduka atas kepergian Flora.
Wijaya's Group pun turut berduka dengan kepergian CEO dari Wijaya's Group itu. Selama seminggu, karyawan kantor mengenakan baju gelap/hitam sebagai tanda berkabung.
Selama upacara Ngaben, Vivi dan Vishnu terus menerus mengeluarkan air matanya.
Tak ingin berlarut dalam kesedihan, teman teman Vivi dan juga Vishnu selalu mensuport dan memberikan kebahagiaan di keluarga Wijaya. Kini, Vishnu hanya memiliki om Rama sebagai walinya. Walaupun usia om Rama tidak berbeda jauh dengannya, namun Vishnu sangat menghormati om Rama.
#################################
Vishnu kembali bekerja setelah beberapa hari dalam masa berkabung. Ia ingin move on dengan cara menyibukkan dirinya dalam pekerjaan. Bahkan terkadang, panggilan dari Vivi pun tidak dijawabnya. Mereka hanya bisa berkomunikasi ketika Vishnu pulang dan tidak ada jadwal terbangnya.
Hari itu, Charles dan Jennie yang tengah hamil datang ke rumah Vivi. Tak lama, Vishnu pulang setelah menyelesaikan tugasnya. Ia hanya menyapa Valent yang berada disamping Vivi.
"Jen, gue titip Valent sebentar ya." ucap Vivi.
"Lo mau kemana?"
"Mau bicara sama L."
"Alent sayang, kamu sama aunty Jen dulu ya. Mami mau bicara sama papi."
Valent hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Vivi melangkah menuju kamar atas dirumah itu.
"Hubby, makan dulu yuk. Aku sudah siapkan makanan untukmu." ucap Vivi.
"Nanti saja! Aku lelah." jawab Vishnu ketus.
"Ya sudah, aku siapkan air hangat ya? Habis mandi kamu makan dulu."
"Aku cuma mau istirahat!"
"Aku tau kamu lelah! Aku hanya ga mau kamu sakit."
Vishnu tidak mengubris ucapan Vivi, sehingga membuat Vivi menjadi jengkel dengan tingkah Vishnu.
"Kamu bisa diam ga sih? Berisik!"
"Aku tanya kamu kenapa?" ucap Vivi dengan nada tinggi.
"Lo itu ga berperasaan ya? Gue masih sedih kehilangan Bunda! Bahkan lo sebagai istri gue ga kelihatan wajah sedih lo kehilangan sang mertua! Padahal bunda sayang banget sama lo melebihi gue!"
Vishnu berucap kasar pada Vivi untuk yang pertama kalinya selama ini.
"Oh, jadi karna ini?
Apakah lo tau selama ini gue sangat sering menangis karna kangen sama Bunda? Lo bilang gue ga berperasaan? Bunda lo itu bunda gue juga! Lo yang sudah membawa gue dari rumah orang tua buat tinggal satu atap sama lo dan keluarga lo! Gue berusaha untuk menjadi istri yang baik selama ini, tapi apa yang gue dapatkan sekarang? Hanya dianggap sebagai beban!"
Vivi menyahut ucapan Vishnu dengan kata kata yang tak kalah kasarnya. Sesudah itu ia langsung mengambil dompet, dan ponselnya lalu berjalan keluar. Ia tak mau membawa kunci mobil karna mobil tersebut adalah hadiah dari Vishnu. Mobil Vivi ia taruh di rumah keluarga Wijaya dan juga di rumah Donnie dan Daisy.
"Kemana?" tanya Vishnu.
"Not your bussines!" jawab Vivi.
"Aku tanya kamu mau kemana?" bentak Vishnu lagi.
Vivi tidak menanggapi pertanyaan Vishnu.
"Kya! Vivi! VICTORIA!" teriak Vishnu. Walaupun ia sudah berteriak, tetap saja Vivi tidak menoleh ke arahnya.
*
*
"Alent, mami mau pergi keluar karna ada urusan. Alent mau ikut mami pergi atau tinggal disini sama papi?" tanya Vivi pada Valent.
"Kenapa Vi? Lo mau kemana?" tanya Jennie.
"Gue ada urusan Jen." jawab Vivi.
"Biar kita antar aja." ucap Charles.
"Ga papa. Gue udah minta Jordy untuk jemput kok."
"Ada urusan apa lo sama si Jordy, Vi?"
"Urusan bisnis!"
"Urusan bisnis tapi perginya pakai kaos sama celana pendek?" sindir Jennie.
"Ih lo bawel banget deh!"
"Alent mau ikut mami atau disini aja?" tanya Vivi lagi.
"Mami." jawab Valent.
Vivi segera menggendong Valent dan berjalan keluar dari rumah itu.
"Vi! Ada apa sebenarnya?" tanya Charles.
"Lo tanya aja sama sahabat lo itu. Gue pergi dulu ya, Jordy udah di depan."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next episode. 🥰