THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Perempuan Jantan



Sebulan setelah pulang dari Dubai, Vivi dan Vishnu terus berhubungan lewat ponsel. Terkadang Vishnu yang sedang bertugas tidak bisa secara terus menerus memegang ponselnya. Ditambah perbedaan waktu dikedua negara menjadi kendala Vivi dan Vishnu berkomunikasi.


Hari ini adalah hari minggu yang indah dan sejuk karena semalam hujan deras mengguyur kota tempat tinggal Vivi.


"MAMA!" teriak Vivi dibalkon dalam yang terbuka dengan lantai bawah.


"Kenapa Vi?" tanya Daisy menghampiri Vivi.


"Kamar aku bocor karna hujan kemarin. Sekalian mau ganti suasana kamar." jawab Vivi.


"Astaga mama kira kenapa tau tau hanya kamar kamu yang bocor?" kata Daisy yang dijawab anggukkan oleh Vivi.


"Besok mama panggil orang buat perbaiki genteng dan ganti wallpaper kamarmu."


"Besok kelamaan mama."


"Kamu tuh ya selalu maunya instan! Ini hari minggu sayang, orang pada libur."


"Ya udah aku perbaiki sendiri aja."


Setelah menjawab demikian, Vivi yang kembali ke kamarnya dan berganti pakaian dari piyama menjadi kaos dan celana hotpants kegemarannya. Dia pun kembali keluar kamar dan berjalan menuju garasi serta memanggil bibi untuk membantunya.


"Bibi pegang ini aja, aku mau naik ke atas." suruh Vivi pada bi Ijah.


"Ini tinggi banget non, bibi carikan tukang saja ya?" tanya bi Ijah.


"Kelamaan bi, kalau hari ini hujan deras lagi, bisa bisa aku ngungsi ke kamar Victor. Bibi tenang aja ga akan jatuh kok."


Vivi pun naik ke atap lantai atas. Rumah satu lantai pun sudah tinggi untuk dinaiki apalagi dua lantai. Karena kamarnya yang terletak dilantai atas dan tidak mau menunggu mamanya, Vivi pun mulai memperbaiki genteng kamarnya yang bocor.


Tanpa ia ketahui bahwa ponsel dikamarnya terus berdering hingga beberapa kali.


###########################


Dilain sisi, Vishnu telah tiba di bandara Indonesia dan Charles sahabatnya itu menjemputnya. Kepulangan Vishnu kali ini, ia ingin secepatnya menikahi Victoria sebelum ia menjadi milik yang lain.


"Bun, L mau ke rumah Vivi dulu ya." pamit Vishnu segera setelah sampai dirumah.


"Baru aja tiba sudah mau pergi lagi? Ini masih pagi loh L. Besok kita juga akan ke rumah Vivi menentukan tanggal pernikahan." kata Flora.


"Aku kangen Vivi bun. Urusan besok lain lagi. Aku berangkat dulu ya bun! Bye!"


"Gue gimana bro?" tanya Charles.


"Lo sama bunda aja dulu! Dan tolong bawa koper gue ke kamar ya Les!" suruh Vishnu.


"Memang gue budak elo apa?"


"Udah bawa aja! Nanti gue kenalin cewe deh."


"Yang kaya Vivi?" tanyanya.


"Ok nanti gue cariin yang kaya Vivi."


Setelah itu, langsung mengambil kunci mobil dan mulai menuju ke rumah Vivi. Vishnu pun menelepon Vivi, namun tidak di angkat. Ia menelepon nya lagi dan lagi tapi hasilnya sama.


#########################


"Bi, Vivi ada?" tanya Vishnu pada bi Ijah.


"Itu non Vivi lagi memperbaiki genteng kamarnya yang bocor den." saut Bi Ijah.


"Dia di dalam kamarnya?" tanya Vishnu tak mengerti.


"Maksud bibi, non Vivi ada di atas sana." jelas bi Ijah sambil menunjuk ke arah dimana Vivi berada.


Vishnu menaikkan sebelah alisnya sekaligus terkejut karena ternyata gadisnya itu bisa mengerjakan pekerjaan pria. Tidak seperti anak gadis kebanyakan yang hanya bisa shopping, manja, dan yang lainnya.


Vivi sudah selesai memperbaiki kebocoran atap kamarnya dan melihat ke arah bawah untuk turun. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat Vishnu dibawah sana.


"Ga mungkin Vishnu. Dia lagi kerja." kata Vivi meyakinkan dirinya sendiri.


"Surprise!!!! This is me baby!" teriak Vishnu pada Vivi yang berada diatas.


Mendengar hal tersebut, Vivi segera turun untuk memastikannya. Ternyata benar itu Vishnu.


"Bi Ijah kok ga panggil aku sih ada VL disini?" tanya Vivi pada bi Ijah.


"Maaf non bibi ga tau kalau den Vishnu datang." jawab Bi Ijah.


"Kok kamu ga excited aku pulang?" tanya Vishnu.


"Aku excited kamu tiba tiba datang ga kabarin aku dulu."


"Aku mau kabarin kamu, tapi aku telfon kamu ga jawab."


"Ponselku dikamar."


"Aku jadi malu kamu udah lihat kelakuan aku."


"Hey! Kenapa harus malu? Aku bangga kamu bisa mandiri. Bahkan buat naik ke atap aja kamu berani."


"Kamu ga ilfeel karna aku bisa jadi Tomb Boy?"


"Hahaha ya engga dong. Masa cuma itu aja aku ilfeel. Aku ga disuruh masuk ni?"


"Eh lupa. Ayo masuk." Vivi pun mengajak Vishnu masuk.


"Kapan kamu pulang?" tanya Vivi begitu sampai di ruang tamu.


"Dari bandara, aku sapa bunda dulu dan langsung ke sini."


"Tega kamu sama bunda. Pasti bunda merasa dinomor duakan sekarang. Aku ga enak sama bunda. Aku mau telfon bunda dulu." Vivi beranjak menelpon bunda lewat telepon rumahnya karena ponselnya masih di kamar dan nomor telepon kediaman rumah Wijaya tertera di buku telepon meja.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰