
Armor yang menutupi tubuh Alexander mengalami retakan, sehingga ia mengalami beberapa luka yang cukup serius. Namun, ia segera mengalirkan Mana ke Armor-nya—sehingga retakan pada Armor tersebut menghilang.
Dia segera melompat ke arah Swordsman Goblin Rank SSS dan menebas ke arah Armor Goblin tersebut yang belum sempat di regenerasi.
“Oh, tifakkkkkk!”
Goblin tersebut ingin menghindar, tetapi sudah terlambat untuk mundur. Pedang milik Alexander telah bersarang di tubuhnya, kemudian cahaya emas keluar dari perutnya dan tiba-tiba tubuhnya hancur berkeping-keping.
“Cih, dasar Goblin lemah!” ejek Alexander dengan senyum cerah.
Namun, tiba-tiba Tiga Cerberus Rank SSS menerkam ke arahnya. Dia kesulitan bertahan, apalagi tiga kepala dari Cerberus memiliki tiga Sihir berbeda.
Cerberus lain kemudian menggigit pinggangnya, sehingga Armor-nya mengalami retakan dan Cerberus lainnya juga segera menggigit bahunya.
Alexander tak bisa bergerak lagi dan memutuskan melakukan ledakan Mana bunuh diri.
Boooommmmmmm!
Area disekitar Alexander bergetar dan tanah pijakannya hancur berkeping-keping serta menyembur ke segala arah. Cahaya berwarna emas melenyapkan semua Rank rendah disekitarnya dan Tiga Cerberus yang mengepungnya juga ikut hancur.
Charlotte menghela nafas panjang saat melihat rekan satu timnya di Pasukan Pangeran Regar Virmilion itu memutuskan melakukan serangan bunuh diri.
Satu Persatu Robot tempur yang menjadi andalan Pasukan Kerajaan Sirius mulai mengalami kerusakan dan beberapa hancur berkeping-keping karena tidak dapat bertahan dari kepungan Cerberus dan Goblin-Goblin yang datang seperti semut—tak ada habisnya walaupun mereka akan mati. Ini seperti pepatah, mati satu tumbuh seribu.
...***...
Siluman Burung yang lolos dari incaran Archer Elf mulai menyemburkan api ke arah mereka, sehingga banyak Archer Elf yang terbakar hidup-hidup terutama Rank rendah yang Armor-nya tak sanggup menahan semburan Api tersebut.
Situasi sangat kacau, sehingga Ratu Violet Celestine menitikkan air mata. Dia merasa Kerajaan Sirius akan segera berakhir.
“Jangan mendekat ke sini Charlotte!” seru Violet takut Charlotte akan tewas bila terkena kobaran api dari Siluman burung.
Namun, Charlotte tak menggubris ucapannya dan tetap berusaha menyelamatkan Violet.
Tepat sebelum kobaran api menyambar punggung Charlotte, tiba-tiba Vanessa muncul dan memanah kepala Siluman Burung—sehingga kobaran api tersebut kembali ke mulutnya dan Siluman Burung tersebut jatuh menimpa tenda-tenda milik Pasukan Kerajaan Sirius.
“Te-terima kasih Vanessa!” seru Violet Celestine karena dia telah menyelematkan dirinya dan Charlotte.
Vanessa mengedipkan mata dan segera membidik Siluman Burung yang kini terbang sangat rendah di atas pertahanan Pasukan Kerajaan Sirius.
“Sudah berapa Burung jelek ini yang kamu bunuh Freya?” tanya Vanessa yang menembakkan anak panah bertubi-tubi ke arah Siluman burung.
“100 ... mungkin 1000!” sahut Freya melebih-lebihkan pencapaiannya.
Vanessa mengerutkan keningnya. “Aku 10.000!” katanya juga—menyombongkan diri, sehingga Freya berhenti menembakkan anak panah ke arah Siluman Burung.
“Hei, jangan membual terlalu berlebihan dong. Jumlah burung jelek ini saja tak sampai segitu!” gerutu Freya. Namun, tiba-tiba ia membelalakkan mata karena satu ekor Siluman burung tiba-tiba muncul dibelakang Vanessa.
“Awas Vanessa!” teriak Freya sembari menembakkan anak panah yang melesat dengan kecepatan cahaya.
Anak panah itu mengandung Mana yang sangat besar, sehingga terlihat seperti cahaya putih yang menyilaukan. Namun, Vanessa hanya tersenyum cerah dan berkata sesuatu yang tidak terdengar olehnya.
“Vanessaaaaaaaaa!” teriak Freya.
Mulut Siluman burung melahap setengah tubuh Vanessa dan tubuhnya pun terbelah dua.