Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Perang Kota Pagan IV



Dengan perasaan sedih, Archer Elamina ke tempat persembunyian Pasukan Revolusioner di hutan belantara Kerajaan Yakjud tersebut.


Robot Tempur R-999 mengalami beberapa kerusakan, dua tangannya hancur dan bagian punggungnya juga rusak. Namun, untung saja chipset-nya tidak terdampak, sehingga Robot R-999 masih bisa bertarung menahan serangan keempat Cerberus.


Dia harus segera diperbaiki lagi oleh Robot Mekanik agar bisa digunakan lagi, tetapi mungkin butuh beberapa hari lagi agar bisa pulih ke kondisi semula.


Saat sampai di tempat persembunyian Pasukan Revolusioner, Abraham—Pemimpin utama langsung terkejut melihat Elamina membawa jasad Evankhell. Dia tak menyangka akan terjadi pertarungan dengan gerombolannya Goblin malam-malam begini.


“Apa yang terjadi?” Abraham bertanya pada Elamina yang masih menangis tersedu-sedu di hadapan jasad Evankhell.


“Mereka di serang oleh Dua Rank SSS Goblin dan Lima Cerberus!” sahut Elamina.


“Kurang ajar mereka itu!” gerutu Reinhard mengepal tangannya. “Kita harus membalaskan kematian saudara Evankhell, tuan Abraham!”


“Betul! Ayo kita kejar mereka!”


“Ini tak bisa dibiarkan, mereka sepertinya telah memata-matai kita!”


Beberapa Elf Rank SS dan Rank S ikut mendukung upaya Reinhard untuk membalaskan kematian tim Evankhell.


Abraham menggelengkan kepala dan berkata, “Kita tidak bisa bertindak gegabah. Bagaimana kalau ada lebih banyak Cerberus bersama mereka, sedangkan kita hanya memiliki 98 Robot Tempur dan satu sedang mengalami kerusakan. Kita harus bergerak hati-hati, jangan sampai membuat mereka curiga karena tujuan kita adalah memberikan informasi pada Pasukan Utama Kerajaan Sirius yang kabarnya hampir merebut Kota Pagan!”


Abraham berusaha menenangkan mereka, ia tak ingin mereka mati seperti Evankhell—sehingga kekuatan Pasukan Revolusioner akan berkurang, padahal belum melakukan Perang terbuka dengan Ras Goblin.


Seluruh Pasukan Revolusioner sangat sedih saat mengikuti proses pemakaman mereka dan semua bertekad akan membunuh setiap Goblin yang mereka temukan saat sedang melakukan patroli, untuk membalaskan dendam kematian rekan-rekan mereka tersebut.


...***...


Tengah malam di Kota Pagan, Siluman Burung milik Pasukan Kerajaan Yakjud melakukan evakuasi besar-besaran pada Pasukan yang ada di sana.


“Tetap jaga tembok, agar para Elf itu mengira kita sedang beristirahat!” kata Jenderal Maligno memberikan intruksi pada Rank SSS Goblin.


“Baik!” sahut para Rank SSS Goblin tersebut sembari menaruh tangan kanan di dada dan menundukkan sedikit wajah mereka untuk menunjukkan rasa hormat.


Namun, tiba-tiba satu tunggangan Siluman Burung kelebihan kapasitas penumpang, sehingga Siluman Burung yang telah mengudara jatuh menghantam puing-puing bangunan Kota Pagan yang telah hancur.


Jenderal Maligno menatap tajam pada Goblin yang menunggangi Siluman Burung tersebut. Dia sangat kesal, karena gara-gara mereka terdengar suara hantaman yang sangat keras dan itu bisa memantik kecurigaan para Elf.


Dia mendekati mereka dan para Goblin tersebut langsung bersujud tanpa mengeluarkan sepatah katapun, karena Jenderal Maligno telah mengatakan tidak boleh membuat keributan.


Jenderal Maligno mengayunkan Pedangnya dan 25 Goblin Rank Diamond yang ikut terjatuh bersama Siluman Burung tersebut langsung mati seketika, sehingga Goblin-Goblin lain menelan ludah; takut mereka akan bernasib naas seperti rekan-rekannya tersebut.


“Aku ulangi! Jangan ada kesalahan sekecil apapun!” katanya lagi dan berjalan kembali ke tenda yang disediakan untuknya.


Tiga ratus langkah dari tembok Kota Pagan, Anso Beleza merapalkan mantra sihir yang membuat tanaman merambat naik ke atas tembok untuk dijadikan tangga bagi para Swordsman dan 750 Robot Tempur menyeberangi tembok kota, kemudian melakukan serangan dadakan pada Pasukan Kerajaan Yakjud.