
Pangeran Regar Virmilion mengepung kastil Pangkalan Militer yang terletak di dekat kota Ereck. 5000 Prajurit Militer yang ada di sana menutup pintu gerbang kastil saat melihat Pangeran Regar Virmilion mendekat, karena perintah dari Jendral Harrison untuk tak membiarkannya memasuki kastil itu.
Regar membawa 500 Swordman yang baru direkrut, mereka rata-rata adalah Rank Silver dan gold, sehingga mereka tampak tegang, karena ini adalah pengalaman pertama mereka berperang. 500 Swordman lainnya berasal dari Pasukannya yang ia bawa dari Akkadia dan dipimpin langsung oleh Hefaistos, Swordman Rank SSS.
“Kamu!” Regar menunjuk salah satu Prajurit baru. “Siapa namamu?” tanya lagi.
“Frans Pangeran!” sahut Prajurit itu berlari menghampiri Regar.
“Katakan pada mereka untuk menyerahkan Kastil itu, kalau tidak semua yang ada di dalam akan mati!” seru Regar padanya.
Frans terkejut mendengarnya, ia lansung menaiki kudanya, walaupun sebenarnya ia sangat takut melakukan tugas itu. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena perintah atasan itu adalah mutlak.
Dengan jantung berdebar kencang, Frans mendekati Kastil, walaupun ia di bidik panah oleh Archer yang ada di dalam Kastil Pangkalan Militer.
“Atas perintah Ratu Violet Celestine—kalian diperintahkan untuk mengosongkan kastil ini dan menyerahkan diri pada Panglima Militer yang baru. Apabila kalian tidak menanggapi keputusan ini, maka bersiap-siaplah untuk diadili hukuman mati,” kata Frans dengan suara menggelegar dan mengancam.
Setelah mengatakan itu ia memutar balik kudanya dan memacunya kembali ke barisan Pasukan Pangeran Regar. Dia tak menoleh lagi kebelakang, karena takut di panah oleh salah satu Archer yang membidiknya.
“Apa tanggapan mereka Frans?” Regar lansung bertanya saat Frans kembali ke barisan.
“Mereka sedang berdebat Pangeran ... sepertinya mereka tidak satu suara,” sahut Frans.
“Baiklah kau panggil sepuluh temanmu, ikuti aku,” kata Regar lagi dengan senyum lebar.
Frans ketakutan, karena Pangeran hanya membawa sepuluh Swordman pemula saja. Itu adalah keputusan bunuh diri. Apa Pangeran sedang mabuk atau ingin menjadikan mereka umpan. Frans hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan membawa sepuluh Swordman pemula mengikuti langkah kuda Pangeran Regar.
***
Di dalam Kastil Pangkalan Militer, dua Swordman Rank Platinum sedang berdebat. Satu pihak ingin menyerah, sedangkan pihak lainnya tetap mematuhi perintah dari Jendral Harrison sebagai Panglima Militer yang lama. Karena selama ini mereka hanya mengikuti perintahnya bukan perintah Ratu Violet Celestine.
“Lapor Komandan!” Prajurit Rank Gold menghentikan perdebatan mereka. Keduanya menatap tajam pada Prajurit itu, sehingga ia dibuat merinding. Namun ia tetap memberanikan diri berbicara, “Pangeran Regar Virmilion bersama sepuluh Swordman Rank Silver mendekati Kastil.”
Komandan yang menolak menyerah tertawa lepas, ia tak menyangka Pangeran Regar yang cuma Rank Gold itu berani mendekati Kastil dengan membawa Pasukan lemah, sama saja mencari mati.
Komandan yang ingin menyerah merasa rekannya itu akan melakukan hal gila.
“Jangan bilang kau ingin membunuhnya—pikirkan baik-baik, dia membawa Swordman Rank SSS bersamanya. Apa kau ingin membunuh kita semua!”
“Aku tidak sebodoh itu. Kita hanya perlu menahannya dan menjadikan dia sebagai sandera, sambil menunggu bala bantuan dari Jendral Harrison.”
“Sudahlah kita menyerah saja, aku yakin ini cuma umpan mereka saja, agar kita menganggap remeh Pangeran itu.” Dia berusaha membujuk rekannya itu.
“Tidak kusangka kau takut pada Pangeran yang hanya memiliki 100.000 Pasukan saja; Kita itu memiliki ratusan ribu Pasukan di Pangkalan Militer Provinsi Athena dan Torus. Aku akan turun tangan sendiri menangkap Pangeran itu—jangan halangi aku, atau kau akan menjadi musuh kami juga.”
***
“Kurang ajar sekali Pangeran Regar ini! Dia benar-benar ingin melawanku.” Jendral Harrison geram setelah membaca pesan yang datang dari Ibukota, bahwa Ratu Violet Celestine telah mengangkat suaminya menjadi Panglima Militer terbaru, belum lagi Pangeran Regar itu mengirim anaknya ke perbatasan dengan hanya ditemani oleh beberapa Prajurit Rank rendah, tentu saja itu sangat mengancam keselamatannya.
“Panggil semua Jendral—katakan untuk menghadiri rapat darurat di kediamanku. Satu lagi kirim beberapa Swordman dan Archer Rank SS untuk menjaga Sebastian.” Perintah Jendral Harrison pada pengawalnya.
****
Regar menyeringai menatap komandan tertinggi di Kastil Pangkalan Militer itu. Regar tak menyangka ia akan turun tangan langsung—jelas sekali ia meremehkan kekuatan Regar yang hanya Rank Gold itu, satu tingkat dibawah. Namun, ia tak menyadari kalau Regar memiliki 200.000 Capacity Mana, yang setara dengan Rank SS.
“Kalian tunggu di sini,” kata Regar pada Frans dan yang lainnya.
“Tapi Pangeran!” Mereka menolak perintah Regar, karena takut ia terbunuh. Kalau sempat itu terjadi, bukan hanya mereka yang dihukum mati, tetapi keluarga mereka juga bisa terdampak.
Regar mengangkat sebelah tangannya, yang menandakan tak ada bantahan. Dia langsung turun dari kudanya dan berjalan ke depan sembari menarik Pedang Queen E.Ve dari sarung pedangnya.
Regar mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya, yang berubah menjadi Armor besi. Tindakan sama juga dilakukan oleh Komandan Militer di hadapannya itu.
“Kalau boleh tahu—siapakah namamu, karena suatu kehormatan bisa membunuh Swordman Rank Platinum,” sapa Regar.
“Hahaha ... kau percaya diri sekali Pangeran,” sahutnya. “Erick Albert—itulah namaku ... aku sengaja mengatakannya, agar Anda tidak mati penasaran nanti, setelah Tombak ini menembus jantungmu, Pangeran.”
Erick Albert adalah Swordman yang memilih menggunakan Pedang Besar sebagai senjatanya, dia juga Swordman terbaik di Militer untuk kategori Rank Platinum dan telah mendapatkan berbagai penghargaan atas prestasi gemilangnya itu. Makanya ia sangat meremehkan kemampuan bertarung Pangeran Regar.
Erick Albert melempar Pedangnya ke arah Pangeran Regar secara tiba-tiba, padahal mereka sedang berbicara. Frans dan yang lainnya lansung mengumpati tindakan Erick Albert itu.
“Dasar curang!”
“Menyerang lawan saat tak siap!”
Erick Albert tersenyum, ia tak menyangka Pangeran Regar berhasil menghindar. Dia kemudian menarik Pedangnya yang tertancap di tanah, hanya dengan membayangkannya saja, Pedang itu sudah digenggamnya kembali.
“Hmm ... lumayan. Bagaimana kalau aku menggunakan 10.000 Capacity Mana, apakah aku sanggup melawannya. Hitung-hitung agar kemampuan bertarungku meningkat dan tak terlalu tergantung pada Mana,” gumam Regar melompat ke hadapan Erick Albert.
Pedang Queen E.Ve dan tombak Erick Albert beradu yang melepaskan energi besar dan area disekitar mereka hancur berantakan.
Regar dan Albert terpental beberapa langkah, tetapi armor besi mereka tidak tergores sama sekali. Frans bahkan tercengang melihatnya, ternyata Pangeran Regar sangat kuat, makanya ia percaya diri melawan Rank yang lebih tinggi darinya.
“Sepertinya aku tidak boleh meremehkannya. Dia tidak terluka sama sekali, setelah beradu dengan tombakku,” gumam Erick bersiap-siap menombak Pangeran Regar lagi.
...~Bersambung~...