
Setelah acara pesta pernikahan selesai. Pangeran Regar Virmilion harus menelan kenyataan pahit. Untuk sementara Queen Emanuelle tak membolehkan ia dan Violet satu kamar. Walaupun mereka sudah berstatus suami istri.
Queen Emanuelle beralasan Regar harus diberikan pelajaran tentang membina rumah tangga lebih dulu, agar kelak ia dan Violet menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Satu lagi alasan Queen Emanuelle adalah ia takut Regar malah menikahi banyak Elf wanita seperti yang ia katakan saat di altar Kuil Matahari.
Queen Emanuelle sangat membenci laki-laki yang begitu. Makanya Raja Virmilion tak memiliki Selir, karena dari awal mereka sudah membuat perjanjian Raja Virmilion hanya menikahi dia saja.
Pangeran Regar sangat kesal dengan tindakan ibundanya itu, namun dipendamnya dalam hati. Takut nanti Queen Emanuelle sakit hati, karena menurut Setiawan dulu. Tak boleh membuat hati orang tua sakit mendengar kata-kata anaknya. Karena itu dapat menyebabkan datangnya kesialan secara terus-menerus.
Regar lansung mempercayai kata-katanya itu, padahal Setiawan hanya bergurau saja. Karena Regar mengatakan ia tak menyukai orang tuanya yang tak pernah datang menjenguknya ke peternakan nenek Elisabeth.
Violet merasa sedikit lega, tak tidur seranjang dengan suami terkutuknya itu. Ia masih sulit menerima kenyataan telah menikah dengan Regar. Setiap malam ia malah memimpikan Sebastian yang kecewa padanya karena tak memberitahu bahwa ia akan menikah.
“Bagaimana kabar Sebastian dan yang lainnya di kota Aleppo, ya?” gumam Violet sembari membuka jendela kamarnya.
Ia sudah tiga hari berada di istana Kerajaan Akkadia, ia tak ikut dengan Pangeran Frederick yang langsung kembali ke Sirius setelah acara pernikahannya selesai.
Violet selalu menghabiskan waktu berdiam diri di dalam kamar. Ia akan keluar saat makan bersama saja. Kalau Regar datang ke kamarnya, ia hanya membolehkannya berbicara sebentar saja. Kemudian ia akan mengusirnya keluar dengan dalih Queen Emanuelle belum membolehkan mereka berduaan.
Regar akan mendengus kesal saat keluar dan mengatakan pada Violet, kalau tak melayaninya dengan baik. Maka ia akan menikahi Vanessa, Archer Rank SSS bawahannya yang terkenal genit dan memiliki tubuh yang seksi.
Violet tak akan menanggapi ucapannya itu, walaupun ia jengkel mendengarnya. Bukannya berusaha mengambil hatinya, eh ... suaminya itu malah membuatnya makin susah menerima kenyataan kalau mereka telah menjadi pasangan yang sah secara hukum dan agama.
***
Violet menikmati pemandangan kota Arpad yang sangat megah dari jendela kamarnya. Namun tiba-tiba ia melihat Regar sedang berjalan bersama tiga Swordman Rank SSS.
Ia mendengar salah satu Swordman itu mengatakan pada Regar tentang gaya-gaya bercinta yang dapat memuaskan istri di ranjang. Kebetulan Swordman itu tampak berusia sekitar tiga puluhan.
Regar dengan antusias mendengar ucapan Swordman itu. Bahkan Violet juga mendengar Regar membual pada mereka, kalau ia membuat istrinya pingsan di ranjang karena tak sanggup melayani keganasannya.
Ketiga Swordman itu langsung terkejut mendengarnya dan mereka menasehati Regar agar tak mengulanginya. Karena itu dapat membahayakan nyawanya dan lebih menyarankan agar Regar membuat Harem saja.
“Cih, dasar suami tukang bual, kata-katanya tidak bisa dipercaya,” gerutu Violet dalam hati.
“Hacccimmmmmm!” Pangeran Regar Virmilion langsung bersin. “Siapalah yang sedang mengumpatiku ini,” gerutu Regar sembari menatap ke jendela kamar Violet yang berada di lantai lima istana Kerajaan Akkadia.
Violet melihat Regar menoleh ke arah jendela kamarnya, ia buru-buru menutup jendela. Agar Regar tak menyadari kalau ia memperhatikan suaminya itu.
“Sepertinya istriku memperhatikanku, ya? Apa aku berhalusinasi karena ingin bercinta dengannya. Ah, ini semua gara-gara bunda, aku jadi stres begini,” gumam Regar memandangi jendela kamar Violet.
Mereka kemudian menuju barak militer, karena besok mereka akan menuju Kerajaan Sirius. Rumah baru mereka yang akan mengabdi untuk Pangeran Regar Virmilion selama lima tahun ke depan.
Selama di Sirius nanti, mereka akan melatih rekrutmen baru pribumi Kerajaan Sirius menjadi pengganti mereka. Makanya mereka menyuruh Regar untuk membuat sayembara bagi Archer yang mencapai Rank SSS boleh mengajukan diri menjadi selirnya, mengingat mereka memiliki waktu terbatas mengabdi padanya.
Tapi sayembara itu sangat sulit terwujud. Selain stigma dirinya yang terkutuk, ia juga termasuk lelaki Elf paling jelek seplanet Latinesia itu. Karena Elf adalah makhluk yang paling disayangi oleh Dewa Matahari. Semua Elf laki-laki pasti berwajah tampan, begitu juga dengan Elf wanita yang berwajah cantik.
Hanya beberapa ada yang tak peduli dengan kondisi tubuhnya. Mereka banyak makan berlemak, sehingga terjadi obesitas. Namun dimata mereka Regar tetaplah Elf paling jelek. Walaupun sebenarnya kalau ia dibawa ke dunia manusia, maka akan menjadi manusia paling tampan.
Ya, iyalah tampan. Karena fisiknya memang menyerupai manusia. Dia saja yang salah tempat lahirnya, yang justru keluar di Planet ras Elf.
***
Kita kesampingkan dulu masalah tampan tidak tampan itu. Keesokan harinya Pangeran Regar Virmilion menaiki kereta kuda bersama Ratu Violet Celestine.
Mereka akan menempuh perjalanan darat ke pantai barat Kerajaan Akkadia. Dari sana mereka akan menaiki kapal menuju Kerajaan Sirius.
Regar sangat senang sekali, ia langsung melambaikan tangan pada ibundanya yang menangis tersedu-sedu karena berat sekali melepaskan kepergian anak bungsunya itu.
Queen Emanuelle khawatir, Regar terbunuh oleh konflik internal yang terjadi di Sirius. Walaupun ia telah dibekali Prajurit kuat.
“Selamat tinggal semua! Tahun depan kami akan kemari lagi, bersama cucu kalian yang menggemaskan,” ucap Regar tanpa merasa sedih telah meninggalkan orangtuanya.
“Aduh anak ini, kita sedih dia pergi ke negeri yang penuh konflik. Eh, dianya malah tampak senang, seperti keluar dari penjara saja.” Raja Virmilion geleng-geleng kepala melihat ekspresi Regar. “Apa istana kita ini seperti PPKM Level melelahkan dimatanya, ya?” lanjutnya lagi.
***
Kereta kuda telah meninggalkan istana Kerajaan Akkadia. Kini suasana menjadi hening, Violet malah menghadap jendela kereta saja sejak tadi.
“Ayang bebeb! Ada apa denganmu?” Regar memegang pundak Violet, membuatnya terkejut dan membuyarkan lamunannya. “Hahaha ... kenapa jaga jarak denganku, apakah wajahku ini mirip Covid19?” canda Pangeran Regar Virmilion.
Violet merasa risih, namun ia tak berani menepis tangannya itu. Takut nanti suaminya itu malah tersinggung.
“Aku hanya memikirkan nasib teman-temanku di kota Aleppo,” sahut Violet berkilah.
Regar langsung menyadari, bahwa teman-teman yang ia maksud adalah Sebastian. Sahabat masa kecil dan juga pengawal pribadinya.
Regar tak berkata apapun lagi, ia lebih memilih diam saja. Membuat kaget Violet, karena suaminya itu tak agresif lagi.
Sebenarnya Violet merasa pasti ia telah melakukan sebuah kesalahan. Sehingga Regar diam saja. Padahal yang sebenarnya, Regar sedang memikirkan cara untuk menyingkirkan Sebastian saat ia sampai di kota Ereck nanti.
...~Bersambung~...