
Butuh waktu dua hari untuk sampai ke kota Ereck lagi, karena mereka tidak melanjutkan perjalanan saat malam hari. Kuda-kuda mereka juga butuh istirahat, begitu juga dengan rombongan Prajurit.
Diluar kota Ereck telah berdiri ratusan ribu tenda pengungsian, akibat kekacauan yang terjadi di kota Aleppo; Penduduk provinsi Istanbul dan Damaskus akhirnya hanya bisa menuju ibukota kerajaan Sirius saja.
Penduduk dibuat pontang-panting dengan kekacauan yang terjadi di negeri yang morat-marit itu. Para saudagar kaya dan mantan pemimpin kota lebih memilih mengunsi ke Kerajaan lain, karena mereka memiliki harta.
Pangeran Regar memanfaatkan momen ini dengan mencabut status kewarganegaraan mereka, dan melabeli mereka secara sepihak sebagai bagian dari Pasukan Kerajaan Sirius Utara dan Pasukan Revolusioner, dengan begini BUMK bisa mengambil alih aset yang mereka tinggalkan.
BUMK sangat beruntung, karena bisa mengambil alih jutaan hektar lahan pertanian dan perkebunan, belum lagi pabrik-pabrik pengolahan susu atau keju dan lain-lain.
***
Elf wanita cantik dengan rambut pirang berdiri di depan pintu istana dengan wajah sedih. Saat Violet turun dari kereta kuda, Elf wanita yang bernama Mimosa Clarke itu lansung menangis histeris sembari memeluk Violet Celestine yang ikutan menangis juga.
“Frederick telah ....” Dia mengadu, suaranya patah-patah.
“Maafkan aku kak Mimosa, aku tak menyangka Harrison menyerang Kota Aleppo juga,” sahut Violet merasa bersalah.
“Tidak, Violet!—Frederick bangga padamu. Sebelum kami kabur, dia mengatakan bahwa dia sangat menyayangimu.”
“Maaf-maaf!” Violet terus merasa bersalah.
Regar hanya melihat saja, ia juga tak tahu harus berkata apa untuk menghibur mereka. Elf kecil berdiri dengan wajah pucat di belakang Mimosa, wajahnya memerah ingin menangis juga. Namun, sepertinya ia berusaha menahannya.
Regar menghampirinya dengan melempar senyum hangat.
“Siapa namamu cantik?” tanya Regar.
Dia kebingungan menatap Regar, karena wajahnya berbeda dengan Elf yang pernah ia temui. Elf berusia lima tahun itu lantas menjawab, “Syakira Frederick, Paman!”
“Syakira ....” Regar tersenyum sembari mengeluarkan buah apel dari tas kecil miliknya. “Mau!” Dia menawarkan buah itu.
Syakira mengangguk setuju dan lansung menyambarnya. Kemudian Mimosa tersadar bahwa, suami Violet ada di sebelahnya.
“Pangeran. Maaf, kami akan merepotkanmu kedepannya,” kata Mimosa menyalami Regar.
“Justru kami membutuhkan bantuan Princess Mimosa untuk mengisi kekosongan jabatan menteri. Mungkin menteri istana cocok dengan Princess Mimosa yang telah malang-melintang di istana ini dan juga dikediaman walikota Aleppo,” sahut Regar.
Mimosa menyeka air matanya dan tersenyum tipis. “Pangeran terlalu menyanjung tinggi diriku. Namun, Aku akan melakukan yang terbaik untuk membangun negeri ini, seperti yang diimpikan oleh Frederick.”
Violet lansung menyandarkan tubuhnya pada Regar, ia masih menangis tersedu-sedu. Berbeda dengan Mimosa yang terlihat lebih tegar, mungkin karena ia sudah memiliki anak dan tak mau terlihat lemah di mata mereka.
“Baiklah kita masuk kedalam saja, Princess Mimosa lebih baik beristirahat dulu, jangan memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan apapun dulu. Fokus saja untuk menemani keponakanku saja; masalah administrasi negara masih ada Charlotte dan yang lainnya.”
“Terimakasih Pangeran.” Mimosa menggendong Syakira dan masuk lagi kedalam istana.
Regar membawa Violet ke kamarnya, terpaksa ia harus menemani Ratu cantik itu tidur sepanjang hari, tanpa melakukan aktivitas apapun. Sedangkan Beleza lebih memilih ikut dengan Mimosa, karena ia sangat senang bermain dengan Syakira yang sangat imut itu
Violet terlelap tidur, sedangkan Regar hanya berangan-angan hingga ke planet Named, karena matanya tak mau dipejamkan lagi.
Regar mendapat transmisi data dari Robot mekanik yang berada di halaman istana. Robot mekanik mengatakan sudah saatnya meningkatkan sistem pada Robot tempur. Dengan kata lain, Robot tempur akan setara dengan Rank SSS, apabila mengupgrade ke sistem baru itu.
Regar tersenyum lebar, ia tak menyangka ternyata Robot mekanik bisa melakukan peningkatan sistem juga. Dengan seribu robot tempur yang setara dengan Rank SSS itu, maka melawan Kerajaan Akkadia yang merupakan Kerajaan terkuat di daratan Latinesia saja, ia yakin mampu secara teori.
“Dalam sebulan ini, Aku lebih baik memerintahkan membuat puluhan ribu Manjanik untuk menghadapi senjata rahasia Kerajaan Yakjud yang kata Beleza bisa terbang itu. Rank Silver dan Gold, lebih baik dikerahkan sebagai Pasukan Manjanik dan logistik saja. Percuma mereka mengisi barisan depan; hanya akan membuang nyawa sia-sia saja,” gumam Regar.
“Sayang!”
“Sayang!”
“Bangun! Ayo kita makan malam dengan Princess Mimosa, nanti mereka khawatir denganmu, lho.”
Regar membangunkan Violet yang terlelap tidur itu. Sebenarnya bisa saja ia membiarkan Violet terus tidur. Namun, ia berencana membawa Robot tempur kembali ke Pangkalan Militer untuk memulai proses upgrade sistem mereka.
Violet membuka matanya, ia menatap suaminya itu dan segera duduk. Selimut yang menutupi keindahan yang takkan bisa dibandingkan dengan Elf lain itu lansung terlihat jelas.
Regar lansung berdiri dan mengambil baju untuknya dari lemari.
“Ayo pakai segera. Nanti adik kecilku bangun lagi," goda Regar sembari mengecup keningnya.
Violet tak merespon, ia hanya menguap saja dan dengan malas mengenakan pakaiannya yang juga terpaksa dibantu oleh Regar agar cepat. Dia juga menyisir rambut pirang Violet yang berantakan itu.
“Pangeran tampak senang?” tanya Violet curiga ia akan melakukan sesuatu yang diluar nalar lagi.
“Jangan berpikiran aneh-aneh. Aku memang bahagia, karena kita akan memiliki 1000 Robot tempur setara Rank SSS. Kedamaian yang kau impikan akan segera terwujud, setelah Goblin menjijikkan itu hilang dari muka Latinesia ini,” sahut Regar dengan senyum lebar.
Violet menatap Regar, ia mengusap matanya dan memandang suaminya itu lagi.
“Apa Aku tak salah dengar?”
“Bagaimana bisa Robot tempur itu tiba-tiba berubah menjadi Rank SSS?”
Violet mengira ia sedang bermimpi, karena terlalu sedih dengan kehilangan Pangeran Frederick dan Dewa Matahari memberinya mimpi ini untuk menghiburnya.
“Tentu saja tak akan lansung menjadi Rank SSS. Aku akan tinggal di Pangkalan Militer lagi untuk melakukan upgrade sistem robot tempur itu, tetapi jangan khawatir aku akan pulang tiap malam; sehingga kalian tak perlu khawatir jatah ehem-eheman hehehe ....” Regar menggodanya.
“Ih, apaan, sih. Bilang saja kamu yang belum puas,” sahut Violet menanggalkan kembali pakaiannya.
“Ini?” Regar tersenyum lebar. “Lawan pantang dicari, hadiah besar harus dieksekusi." Regar lansung membuka pakaiannya dengan tergesa-gesa.
Keduanya pun terlambat menghadiri jamuan makan malam bersama yang dihadiri oleh para Komandan Militer dan Princess Mimosa Clarke juga.
Beleza tampak cemberut, ia tahu dengan ekspresi wajah Violet itu. Dia tidak diajak dalam kegiatan rutin yang sangat dinanti-nantikan olehnya itu. Apalagi selama perang di kota Ars, ia tak diberi jatah sama sekali.
Regar tersenyum menatap Beleza dan berbisik, ia boleh ikut ke Pangkalan Militer nanti. Dia juga membisikkan sesuatu yang membuat wajah Beleza memerah.
...~Bersambung~...