
“Serangngngngngng!” seru Jenderal Cranio langsung melompat dari punggung Cerberus dan seluruh Goblin segera menerjang ke arah Pasukan Kerajaan Akkadia yang berada di garis depan menggantikan posisi Pasukan Kerajaan Sirius.
Tenaga segar dan memiliki Rank yang lebih tinggi dari Kerajaan Akkadia langsung menunjukkan perbedaan yang signifikan. Para Goblin bertumbangan seperti tak memiliki kekuatan saja.
“Ayah kami akan membantumu!” seru Pangeran Pertama dan Pangeran Kedua langsung menebas Jenderal Cranio walaupun sebenarnya Raja Virmilion hendak melarang mereka. Namun,. tebasan keduanya membuat Jenderal Cranio tewas saat itu juga karena ia sudah terluka ketika bertarung melawan Raja Virmilion.
...***...
Capacity Mana milik Regar terus berkurang karena Raja Makjud terus-menerus menggunakan gerakan menghilang dan muncul secara tiba-tiba dibelakang Regar serta kadang di depannya.
Regar sangat panik dan mencoba melakukan gerakan seperti kilat berlarian di medan perang itu. Namun, Raja Makjud tetap berhasil mendekatinya secara tiba-tiba.
“Sial!” gerutu Regar memutuskan berhenti main kejar-kejaran dengan Raja Makjud.
Dia menutup matanya dan merasakan perubahan Mana disekitarnya, dia menduga Raja Makjud pasti menggunakan Mana juga saat menggunakan gerakan aneh itu.
Regar mengalirkan 75% Mana yang tersisa pada Pedang Queen E.Ve dan hanya menyisakan 25% Mana untuk memperkuat pertahanan Armor-nya.
“Dari depan!” tebak Regar segera mengayunkan Pedang.
Raja Makjud tak menyangka Regar telah berhasil memprediksi gerakannya. Mundur sudah terlambat dan ia hanya bisa langsung meladeni serangan Regar.
Booommmm!
Ledakan yang sangat besar menghancurkan tempat mereka bertarung. Kawah sedalam ratusan meter tercipta akibat besarnya kekuatan yang dilepaskan keduanya.
Pangeran Regar terhempas sejauh seratus meter dengan Armor-nya yang rusak—sehingga tubuhnya terkena ledakan energi tadi, sedangkan Raja Makjud hanya menderita luka ringan saja karena ia lebih memusatkan Mana-nya pada Armor-nya.
Dia tersenyum menatap Regar yang telah kehabisan Mana dan melesat ke arahnya. Dia kemudian mengayunkan Pedangnya ke arah leher Regar yang bertekuk lutut di tanah berpangku pada gagang Pedang Queen E.Ve.
Pangeran Regar tersenyum masam karena tak menyangka akan berakhir seperti ini.
Dia kemudian menoleh kebelakang karena mendengar suara Beleza yang berteriak histeris dan berusaha menolongnya.
“Maaf Beleza... aku mencintaimu dan Violet!” kata Pangeran Regar—air mata mengalir membasahi wajahnya.
Raja Virmilion, Para Pangeran saudara-saudara Regar tak kuasa menahan kesedihan mereka karena adik bungsu mereka ternyata telah dikalahkan oleh Raja Makjud.
Violet Celestine membelalakkan matanya, padahal mereka kini berjarak Lima Ratus meter lagi dari posisi Regar. Namun, mereka terlambat ayunan Pedang Raja Makjud telah mencapai leher Regar.
Kepalanya menggelinding di tanah dan Raja Makjud segera mundur ke Kota Sollhel.
Beleza melompat dari Manusia Pohon dan memeluk Kepala Regar yang wajahnya tersenyum walaupun ia telah kalah dari Raja Makjud.
“Tidakkkkkkkkkkkkkk!” teriak Beleza histeris—sehingga terjadi fluktuasi Mana disekitarnya. Tubuhnya tiba-tiba mengeluarkan tanaman merambat yang menjalar ke arah Kota Sollhel.
“Jangan mendekat ke sana!” seru Raja Virmilion segera menahan Ratu Violet Celestine yang hendak ingin memeluk tubuh suaminya juga.
Semua Elf meneteskan air mata dan mereka juga bingung apa yang terjadi pada Beleza; kenapa tanaman merambat keluar dari tubuhnya.
“Semua kembali ke Kapal! Kita harus menuju perbatasan, Beleza melakukan bunuh diri dengan menyerap semua Mana yang ada disekitarnya dan itu akan menghancurkan Kerajaan Yakjud!” seru Raja Virmilion yang merasakan fluktuasi Mana yang kacau disekitar mereka.
Violet Celestine terkejut mendengarnya, kenapa Beleza melakukan itu. “Aku akan tinggal di sini juga!”
“Bodoh! Siapa yang akan menjadi Ratu, Kerajaan Sirius? Anakku tidak akan senang di Surga sana bila kalian melakukan tindakan bodoh ini!” Raja Virmilion membentak Violet.
“Tidak! Aku akan menemani mereka,” sahut Violet. “Tolonglah... kabulkan permintaanku ini, aku masih memiliki keponakan dari Pangeran Pertama dan mereka tinggal di istana saat ini.”
Raja Virmilion menghela nafas dalam-dalam, kenapa harus berakhir seperti ini. Dia menengadah menatap langit, berat untuk membuat keputusan.
Ratu Violet Celestine mengeluarkan kalung berlian yang merupakan harta Pusaka turun-temurun milik keluarga Celestine dan hanya pemilik Kalung serta yang mewarisinya saja yang mengetahui kegunaan Kalung berlian tersebut.
Cahaya hijau memancar dari Kalung tersebut dan tubuh Violet melayang seratus meter dari permukaan tanah.
Raja Virmilion mengerutkan keningnya dan berkata, “Semua kembali ke Kapal serta menjauh sesegera mungkin dari daratan!”
Dia tak menyangka dua menantunya memiliki kartu As yang mengerikan walaupun harus mengorbankan nyawa mereka juga.