Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Perang di Kota Ars III



Pasukan Kerajaan Sirius Utara dibuat pontang-panting, formasi menyerang mereka pecah, sedangkan Pasukan Kerajaan Sirius masih dengan formasi yang dibentuk oleh Pangeran Regar Virmilion selaku Panglima tertinggi yang bahkan terjun lansung di barisan terdepan tersebut.


Moral Prajurit naik dengan pesat, mereka tak ragu untuk melawan Rank yang lebih tinggi dari mereka, karena mereka dibantu oleh manusia pohon dan Robot tempur yang juga tanpa takut menerjang ke barisan depan musuh.


Jeffery mendengus kesal tak ada yang datang membantunya, sedangkan Regar terus menebasnya dengan Pedang Queen E.Ve.


“Tak ada cara lain, Aku akan menggunakan semua Mana milikku,” gumam Jeffery mengerahkan 90% tenaga dalam pada Armor besi dan cuma menyisakan 10% untuk Pedangnya.


Jeffery memaksa berdiri kembali, membuat Regar khawatir, karena energi besar terpancar dari tubuhnya.


Dia mengirim perintah pada Robot tempur R-997 dan R-996 menarik tangannya dan dua lainnya menarik kakinya. Tak hanya itu ia memerintahkan Robot-robot terdekat untuk membantunya menebas Jeffery bertubi-tubi.


***


Vanessa terus menulis sesuatu di buku kecil ditangannya, sedangkan Violet memantau perang yang ada dihadapannya itu. Dia kadang-kadang menggunakan teropong militer milik suaminya untuk melihat jauh ke depan. Karena Violet hanya Rank rendah, sehingga pandangan jarak jauhnya terbatas.


“Ratu, kita harus memulai serangan jarak jauh kearah benteng pertahanan Kerajaan Sirius Utara. Karena pasukan mereka mulai mundur—Mereka tak boleh mencapai benteng untuk mengatur ulang formasi mereka,” usul Vanessa.


“Lakukan saja Vanessa, aku percaya dengan strategimu,” sahut Violet.


Para Archer Rank SS dan SSS mulai menarik anak panah mereka, sedangkan Rank rendah tak ikut, karena mereka tak bisa menjangkau area dekat benteng pertahanan Kerajaan Sirius Utara itu.


“Pasukan Manjanik, tembak pada jarak 5.000 meter hingga 6.000 meter,” kata Vanessa dan mereka lansung mengatur jarak tembak Manjanik.


Di benteng Kerajaan Sirius Utara, Harrison sangat marah dengan apa yang dialami prajuritnya. Dia memerintahkan Pasukan Manjanik untuk dan Archer memborbardir tengah pertempuran, ia berpikir untuk menghancurkan makhluk aneh berbentuk pohon itu.


Beleza menyadari ada serangan udara yang mengarah padanya, segera menggunakan merapal mantra lain.


“Lanzamento De Pedra!”


Dia memerintahkan manusia pohon mengambil batu-batu bekas peluru Manjanik dan melemparnya ke arah serangan udara itu.


***


“Ayolah jenderal tua, matilah demi generasi muda seperti kami!” ejek Regar terus menebas armor besi Jeffery yang tak bisa beregenerasi kembali.


“Aku menyerah!” teriak Jeffery, karena ia tak memiliki Mana lagi, “Ampuni saya Pangeran. Aku akan memerintahkan Pasukanku untuk menyerah juga,” kata Jeffery memohon ampunan.


Regar berpikir sejenak, itu adalah keputusan yang bijak. Dia nanti bisa menggunakan Pasukan milik Jeffery menjadi bagian Kerajaan Sirius dan menaruh mereka dalam barisan depan saat berhadapan dengan Kerajaan Yakjud.


“Baiklah segera umumkan untuk menyerahkan dengan meletakkan Pedang mereka dan mengangkat tangan, kemudian berjalan ke barisan belakang pasukanku,” sahut Regar.


Jeffery menarik nafas dalam-dalam.


“Semua Pasukan yang setia Padaku, Jenderal Jeffery—Kita menyerah dan kalian akan diampuni oleh Pangeran Regar Virmilion. Letakkan senjata kalian dan angkat tangan berjalan kearah belakang Pasukan Kerajaan Sirius.”


“Kau dengar! Jenderal meminta kita menyerah!”


“Betul, bagaimana ini?”


“Ayo menyerah, kita tak akan memenangkan perang ini. Kalian sudah lihat, mereka memiliki senjata-senjata aneh.”


Terjadi kekacauan dibarisan tengah Pasukan Kerajaan Sirius Utara, karena yang mengisi posisi itu adalah Pasukan dibawah pimpinan Jenderal Jeffery.


Hampir 30.000 Prajurit memilih menyerahkan diri, sehingga barisan dibawah jenderal lainnya ikutan panik.


“Kenapa Jeffery bodoh itu menyerah!” gerutu Jenderal Leon yang sedang berhadapan dengan Komandan Hefaistos.


“Benda aneh itu sangat merepotkan!” gerutu Leon kesal pada Robot tempur yang membantu Hefaistos.


“Salah kalian yang sudah tua yang tak tahu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tahunya hanya korupsi saja,” ejek Hefaistos terus mendesak Leon yang kewalahan melawannya.


Di sisi yang lain, Jenderal Buckminster memilih menyerah bersambung 55.000 Pasukannya pada Komando Alexander.


Buckminster merasa sia-sia saja memaksakan Prajurit melawan kekuatan tempur Pasukan Kerajaan Sirius yang lebih unggul dari mereka.


***


“Aku sudah melakukan yang Anda perintahkan Pangeran,” kata Jenderal Jeffery bertekuk lutut dihadapannya.


“Bagus. Anda telah menyelamatkan Prajurit yang berpotensi untuk membawa kejayaan pada Kerajaan Sirius, dan sekarang berkonbanlah untuk generasi muda seperti kami,” kata Regar dengan senyum jahat.


Swush!


Pedang Queen E.Ve menempel di lehernya. Jeffery bahkan tak sempat membalas ucapan Regar, ia hanya melihat dunia tiba-tiba berputar-putar, karena kepalanya lansung menggelinding di tanah.


***


Melihat perkembangan Pasukannya yang telah kalah, ia memerintahkan mereka untuk segala mundur. Dia juga mengirim pesan pada Jenderal Everald yang saat ini sedang menyerang Pangeran Frederick untuk kembali.


Kedatangan Jenderal Everald mungkin akan bisa membangun ulang formasi pertahanannya, Harrison juga mengirim pesan pada Kerajaan Amori dan Kerajaan Aratta selaku sekutu Kerajaannya, untuk memberikan bala bantuan.


Suara terompet panjang berbunyi dan Pasukan Kerajaan Sirius Utara berlomba-lomba mundur ke benteng pertahanan, mereka juga harus melewati hujan anak panah dan bombardir batu besar dari Manjanik Kerajaan Sirius.


“Sampai jumpa lain waktu!” seru Jenderal Leon lansung naik ke kudanya meninggalkan Komandan Hefaistos yang tidak mengejarnya. Karena tak ada perintah mengejar dari Pangeran Regar Virmilion.


Regar malah menggunakan suara keras yang mengandung tenaga dalam. Mengatakan Kerajaan Sirius akan mengampuni Prajurit Kerajaan Sirius Utara yang menyerahkan diri, sehingga ada ribuan Prajurit mengikuti langkah Pasukan Jenderal Buckminster dan Jenderal Jeffery untuk menyerah.


Dari 300.000 Pasukan Kerajaan Sirius, hanya 125.000 saja yang kembali ke benteng pertahanan. 90.000 menyerahkan diri dan 85.000 tewas. Sedangkan untuk pihak Kerajaan Sirius hanya 30.000 Prajurit yang tewas, itupun para Rank Silver yang masih pemula.


“Yey, kita menang Pangeran!” Beleza melompat ke pelukan Regar.


“Itu semua berkat kamu yang memporak-porandakan barisan depan mereka,” sahut Regar memuji Beleza yang tampak senang mendengarnya. “Apa kamu tidak merasakan kelelahan atau kehabisan Mana?” Dia juga ikut merasa ngeri dengan kekuatan yang dimiliki oleh Beleza, walaupun wanita cantik bertanduk kambing itu tampak polos luarnya.


“Aku tidak memerlukan Mana, karena alam adalah kekuatanku. Selagi masih ada tumbuhan disekitar kita, itu bisa dijadikan senjata. Makanya aku membawa tongkat ini kemana-mana; bila suatu saat kita berperang di gurun pasir, tongkat ini masih digunakan sebagai senjata,” sahut Beleza, memberikan penjelasan dengan senyum lebar.


“Kamu memang yang terbaik.” Regar memujinya lagi.


Violet lansung berlari menghampiri Regar saat mereka kembali ke benteng kota Ars.


“Apakah Pangeran tidak apa-apa?” tanya Violet sambil membawa botol minuman di tangannya.


“Sehat dan tak ada luka goresan Pedang lagi, Ratuku,” sahut Regar dengan senyum lebar, agar Violet tak khawatir. “Mari kita bertemu para komandan untuk membahas strategi selanjutnya,” katanya lagi dan menyambar botol minuman di tangan Violet.


“Eh, aku lupa memberikannya hahaha ....” Violet tertawa pelan.


“Kak, Violet terlalu tegang, sih. Padahal Pangeran telah membunuh salah satu Jenderal tua tadi,” sela Beleza berbicara dengan Violet sembari menuju tenda besar tempat para petinggi militer mengatur strategi.


Violet memegang erat tangan kanan Regar, ia kini sangat bangga dengan suaminya itu dan sepertinya ia sudah melupakan drama masa lalunya yang uring-uringan menikah dengan Regar.


...~Bersambung~...