
“Sungguh senjata yang merepotkan Pangeran. Kalau melawan Rank SS dipastikan mereka akan kalah. Aku saja kewalahan, karena mereka memiliki perisai yang harus dihancurkan lebih dulu; barulah bisa duel yang sesungguhnya.” Hefaistos memuji robot tempur itu.
“Betul sekali ... tetapi untuk sementara kita rahasiakan dulu keberadaan robot tempur ini. Karena mereka harus di servis perawatan dulu; mungkin kita hanya bisa membawa beberapa saja saat penyerangan ke provinsi Athena nanti—Robot mekanik hanya ada sepuluh. Sedangkan perawatan butuh waktu beberapa jam. Khusus Robot tempur R-001 dan R-002 butuh lima jam untuk memulihkan perisai angin-nya.”
“Baik Pangeran ... aku akan beri tahu pada Prajurit,” sahut Hefaistos lagi.
“Kamu beritahu juga Pada Swordman yang masih tinggal di Penginapan untuk pindah ke sini, begitu juga dengan Archer yang ada di istana dan Prajurit baru. Bentuk juga 1000 Pasukan Pengawal Ratu dari Prajurit baru dan dua Rank SSS sebagai pimpinan mereka.”
“Apa itu tidak terlalu sedikit, Pangeran?” Hefaistos heran, kenapa ia membiarkan istrinya dalam perlindungan kecil saja.
“Penyusup mana yang berani menyerang istana, padahal ada dua Rank SSS di sana; sama saja cari mati. Lagi pula, Charlotte, Vanessa, Freya dan Isabella berkantor di sana. Walaupun mereka tidak selalu berada di istana, para penyusup pasti takut dengan mereka.”
Regar tersenyum—ia tahu Hefaistos menduga dirinya tak sayang pada Violet Celestine, dengan melonggarkan pertahanan istana, agar musuh yang bersembunyi selama ini menunjukkan batang hidungnya.
“Pangakalan militer ini adalah tempat yang pas untuk melakukan pelatihan keras pada Prajurit baru, agar mental mereka kuat. Di sini juga tak akan menggangu penduduk kota; kalau terjadi kesalahan dalam latihan. Aku juga berencana mulai hari ini akan latihan, dengan bertarung melawan robot tempur, agar cepat naik Rank.”
“Hahaha ... mudah-mudahan Pangeran segera mencapai Rank SSS, karena aku melihat laju kenaikan Rank Pangeran sangat cepat.”
“Kau terlalu memujiku Hefaistos. Masih panjang untuk menuju puncak, tetapi aku harus segera memanjatnya agar bisa melihat daratan Latinesia hehehe ....”
“Jangan-jangan Pangeran ....” Hefaistos geleng-geleng kepala dengan niatnya itu.
***
Regar memerintahkan robot-robot itu kembali ke ruang bawah tanah Kastil Pangkalan Militer. Sedangkan Dia berlatih tanding dengan Robot tempur R-003. Seperti perkataan Hefaistos, Regar kesulitan mengalahkan robot tempur itu, padahal ia sudah mengeluarkan semua kekuatannya. Untungnya ia memprogram hanya membuat luka ringan saja padanya; tidak seperti robot tempur yang melawan Hefaistos yang ia program untuk membunuh lawan.
***
Sudah seminggu Regar tak pulang ke istana. Violet dan Beleza sudah akrab sekarang; mereka malah terlihat seperti adik kakak. Karena Beleza beradaptasi dengan cepat, sehingga Violet merasa senang , ada yang membantu pekerjaannya.
“Apa Pangeran Regar tidak pulang gara-gara keberadaanku Kak Violet?” Beleza bertanya, karena ia sudah seminggu menjadi istri, tetapi tidak pernah lagi tidur bersama dengan Regar.
Violet tersenyum, “Sudah sifat Pangeran Regar begitu; biarkan saja. Aku yang sudah menikah lebih dulu, baru sekali melakukan itu,” sahut Violet menebak isi pikirannya.
“Betulkah?” Beleza tersenyum juga, Padahal Violet sangat cantik, kalau Pria lain mungkin tak akan meninggalkan istri cantik begitu.
“Dia sekarang menjadi Panglima Militer, pasti sedang membentuk Pasukan baru, karena Panglima Militer yang lama tak akan tinggal diam. Pemasukan mereka juga tak mengalir lagi, cuma mengandalkan upeti di Provinsi Athena dan Torus saja. Setelah perang ini selesai, barulah kita berbagi peran hehehe ....”
Violet menghibur Beleza, ia juga menatap langit biru Kota Ereck melalui jendela. Dia menyeka air matanya, karena kemarin menerima surat dari salah satu rekan Sebastian yang mengatakan Sebastian Harrison telah tewas disergap Patroli Goblin di desa Prosperous.
Rekannya itu juga mengatakan kalau beberapa Rank SS dari Pasukan Jenderal Harrison datang hendak menjadi pengawal Sebastian, tetapi mereka datang terlambat dan membawa jasad Sebastian ke provinsi Athena. Dia mengingatkan Ratu Violet agar bersiap-siap menerima serangan dadakan dari Jendral Harrison.
Violet kecewa dengan Regar, karena tidak mengatakan sahabat masa kecilnya itu telah dimutasi lagi ke desa terpencil. Bahkan Beleza mengatakan dia awalnya bertemu dengan Sebastian, barulah bertemu dengan Pangeran Regar.
Kekecewaan itu hanya bisa ia pendam, karena tak mungkin ia memarahi suaminya itu; yang ada mereka akan bertengkar lagi. Lagi pula nasi sudah menjadi bubur, yang tiada tak mungkin kembali lagi. Cukuplah rasa sakit hati itu ia kubur dalam-dalam dan berharap menghilang dengan seiring berjalannya waktu.
***
Salah satu Swordman Rank Gold berlari tergesa-gesa setelah turun dari kudanya. Dia langsung menuju ruang kerja Sebastian yang sedang menyusun anggaran perbaikan irigasi di desa-desa sekitar Prosperous.
“Tuan Sebastian gawat!”
Prajurit itu lansung berbicara dengan nafas tersengal-sengal.
“Tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan pelan-pelan barulah bicara,” sela Sebastian.
Prajurit itu melakukan, apa yang diperintahkan oleh Sebastian.
“Pasukan Patroli Goblin menculik beberapa petani di desa Adxacente!” lapor Prajurit itu.
“Apaaaaa?” Sebastian terkejut dan langsung berdiri serta mengambil Pedangnya yang tergeletak di sudut ruangan. “Panggil semua rekan-rekan—kita akan menyelamatkan penduduk itu!” seru Sebastian lagi.
“Baik tuan Sebastian!” sahut Prajurit itu bergegas memanggil rekan-rekannya di pos perbatasan dekat mansion milik Balamon itu.
Sebastian bersama lima Swordman dan dua Archer lansung menuju desa Adxacente. Tidak semua bawahannya ikut, karena yang lainnya juga berpatroli di desa-desa lain.
Saat mendekati desa Adxacente, salah satu Prajurit yang mengintai patroli Goblin menghampiri mereka dan mengatakan kalau Para Goblin yang berjumlah dua puluh itu telah pergi.
Mereka mengejar rombongan Goblin itu dengan masuk ke Provinsi Istanbul, padahal dilarang memasuki Provinsi itu; karena ditakutkan disergap oleh Patroli Goblin.
“Aku melihat mereka didepan tuan Sebastian!” seru Archer yang lansung menarik anak panahnya.
“Kalian tembak kuda mereka. Kalau tubuh mereka; takutnya bisa ditangkis.” Sebastian memberikan perintah memanah pada kedua Archer.
Keduanya langsung menghujani patroli Goblin dengan serangan anak panah beruntun.
“Kurang ajar! Berani sekali Elf-Elf sialan itu!” umpat pemimpin rombongan Goblin yang merupakan Swordman Rank Platinum juga.
“Apa yang kita lakukan Komandan Hua-Hua?” tanya anakbuahnya yang kudanya telah mati ditembus anak panah.
“Kita jadikan mereka tumbal juga.” Hua-Hua turun dari kudanya, sembari menangkis serangan anak panah dari Elf Archer Rank Gold itu.
“Hehehe ... mereka cuma Elf lemah tuan Hua-Hua. Hanya Komandannya saja yang Rank Platinum, sedangkan anak buahnya malah Rank Gold dan Silver.”
“Ya, sudah kalian saja yang menyerang mereka. Jangan bunuh kedua Archer itu, bagaimana pun caranya. Kecuali kepala kalian mau saya pecahkan; sedangkan Swordman-nya kalau susah dijinakkan, matikan saja,” sahut Hua-Hua.
Lima Swordman Goblin Rank Platinum lansung maju menyerang Sebastian dan bawahannya. Sedangkan Lima belas Goblin lainnya tertawa terbahak-bahak menonton pertunjukan menarik itu.
...~Bersambung~...