
Kondisi desa-desa dekat perbatasan Provinsi Damaskus dan Istanbul cukup menyedihkan, karena banyak tuan tanah yang meninggalkan tempat itu dan mengungsi ke Provinsi Athena dan Torus.
“Sepertinya kita harus menangkap lebih banyak Goblin untuk diintrogasi, aku takut mereka mengembangkan senjata rahasia yang membuat kita kesulitan menahan gempuran Pasukan Kerajaan Yakjud,” kata Pangeran Regar Virmilion setelah melewati banyak desa, tetapi mereka tidak menemukan Balamon-Balamon lain. Mungkin cara bermain mereka lebih rapi dan terorganisir dengan baik.
“Percuma saja kita pangeran menangkap mereka. Bukannya Goblin yang kemarin bilang bahwa Elf-Elf itu di kirim ke laboratorium. Sudah pasti hanya Goblin berpangkat tinggi saja yang bisa mengakses data laboratorium itu,” sela Alisa.
Regar juga setuju dengan ucapan Alisa, kini ia memutuskan kembali ke kota Ereck untuk melaporkan kejadian yang mereka temukan di perbatasan itu. Regar juga ingin melihat senjata peninggalan Alien yang tersimpan di istana.
***
Anso De Beleza sedang grasak-grusuk di ruang rahasia istana Kerajaan Yakjud. Besok usianya akan memasuki 17 tahun, yang berarti ia sudah dewasa dan akan dipinang oleh Raja Makjud.
Beleza, nama panggilannya adalah makhluk hasil penelitian laboratorium. Dia merupakan satu-satunya yang bertahan hidup hingga saat ini. Beleza sendiri hasil persilangan antar Ras; sel telur Elf wanita, ****** Raja Makjud, ****** kambing jantan dan Sel tanaman.
Raja Makjud sangat berambisi menciptakan senjata mematikan untuk Ras Goblin. Makanya ia dengan sukarela mendonorkan ******, maupun darahnya untuk bahan penelitian.
Ribuan makhluk cacat tercipta dan kebanyakan akan mati. Namun, khusus kasus Beleza cukup unik, padahal bukan dia saja Beleza yang diciptakan.
Waktu itu ada 100 Beleza dengan wajah dan tubuh yang mirip, seperti kloning. Namun satu-persatu mereka mati atau tidak bertahan lama, kecuali dia.
Dia bahkan mempu mengeluarkan tanaman merambat dari tangannya atau dengan cara membayangkannya saja. Raja Makjud sangat tertarik padanya, apalagi ia memiliki wajah yang cukup cantik. Mungkin gen dari ibunya yang berasal dari Elf, sedangkan gen dari Raja Makjud tidak mengalir padanya, padahal itulah yang ingin para peneliti harapkan. Untuk gen dari kambing, terlihat dari penampilannya yang memiliki tanduk, serta telapak kakinya sama dengan kambing.
Beleza tak mau memakan daging, ia tumbuh menjadi vegetarian dan memiliki sifat yang lembut, tidak cocok untuk dijadikan mesin pembunuh. Makanya Raja Makjud ingin menikahinya saja, mana tahu menciptakan anak dengan jenis baru.
***
“Beleza, ayo keluar! Kami akan membawamu kabur ke Kerajaan Sirius,” kata Traidor, yang merupakan salah satu mantan pengawal Raja Kerajaan Yakjud sebelum Raja Makjud. Dia menantang keras perang ini, apalagi menciptakan makhluk-makhluk aneh seperti Beleza.
Traidor sudah melihat makhluk terbaru ciptaan laboratorium, Siluman Cerberus dan Siluman Burung yang diberi makan Elf hidup-hidup. Traidor sangat sedih mendengar jeritan Elf-Elf itu, ia merasa pihak laboratorium itu seperti setan saja, menikmati penderitaan Ras Elf itu.
“Tuan Traidor, apakah itu tidak membahayakan keselamatan kita? Nanti Raja Makjud marah,” sahut Beleza.
“Apa kamu mau menikah dengannya? Bukannya kamu menyukai Elf tampan, nanti aku akan carikan kamu Elf tampan di Kerajaan Sirius,” kata Traidor lagi.
Beleza menurut, ia mengikuti Traidor menyelinap keluar istana. Kebetulan pelayan-pelayan di istana sedang sibuk mendekorasi istana untuk persiapan acara pesta pernikahan besok.
Traidor memasukkan Beleza ke dalam kereta kuda, dan ia sendiri yang bertindak sebagai kusirnya.
“Jangan melirik keluar, nanti ketahuan,” kata Traidor, karena Beleza sangat penasaran bagaimana pemandangan diluar istana dan laboratorium itu.
Kereta kuda mendekati gerbang istana, di sana ada beberapa Prajurit Goblin sedang berjaga. Mereka mengcegat kereta kuda untuk dilakukan pemeriksaan.
Prajurit Goblin yang ingin memeriksa kereta kuda berhenti melangkah. Tiba-tiba nyalinya ciut, karena Traidor apakah Swordman Rank S.
“Silahkan Swordman Traidor, anda mungkin buru-buru,” kata Prajurit Goblin yang cuma Swordman Rank Platinum itu.
Dengan senyum tipis, Traidor memacu kereta kuda meninggalkan kota Diabhal. Karena ia tahu sebentar lagi Raja Makjud akan menyadarinya kalau Anso De Beleza telah kabur dari kamarnya.
“Apakah aku akan hidup bahagia bersama Elf tampan di Sirius? Ah, aku ingin membayangkan seperti apa wajah suamiku, tetapi aku melihat semua Elf laki-laki sangat tampan. Bagaimana aku memilih salah satu diantara mereka?”
Beleza mengoceh di dalam kereta kuda, ia malah memikirkan Elf pria, bukan keselamatan mereka yang akan menjadi buruan seluruh Goblin di daratan Yakjud itu.
“Kita tidak boleh sembarangan memilih Elf pria. Ingat Beleza, dunia itu sangat kejam. Bisa saja baik dilihat, ternyata isinya jahat,” sela Traidor takut Beleza malah tak bisa menjaga diri di Sirius nanti. “Elf-Elf yang kau lihat di Laboratorium itu dijual oleh Elf yang lebih berkuasa atau lebih kuat. Itu sudah hukum alam, yang kuat memakan yang lemah.”
Beleza diam dan meresapi kata-kata Traidor, ia akhirnya mengerti. Agar jangan terlalu mudah percaya dengan Elf lain nantinya.
“Terus, bagaimana kita memilih pasangan untukku, agar aku bisa hidup damai di sana,” tanya Beleza.
“Kita memegang rahasia laboratorium. Pihak Elf pasti belum tahu, kalau Raja Makjud telah mengembangkan senjata rahasia. Nanti kita akan membuat perjanjian dengan salah satu Elf yang berpangkat tinggi atau pejabat tinggi di sana. Dia harus menikahimu, bukan menjadi budak dan kita membocorkan rahasia laboratorium,” sahut Traidor.
Beleza mengangguk, ia sebenarnya memiliki otak yang cerdas. Dengan sekali terangkan saja, Beleza sudah mengerti.
“Bagaimana dengan tuan Traidor? Apakah kamu akan kembali ke sini. Menurutku lebih baik kita di Sirius saja,” kata Beleza, karena Traidor tak pernah mengatakan apa yang akan ia lakukan setelah mengantarnya ke Sirius.
“Aku bisa menjaga diriku sendiri, lebih baik kamu fokus pada dirimu saja. Jangan mudah dihasut oleh Elf lain, kamu pikirkan ucapan mereka akan berdampak baik atau tidak terhadap dirimu. Turuti perintah suamimu dan kalau dia ternyata kejam terhadapmu, lebih baik kabur dari sana, pergi ke Kerajaan Akkadia. Aku mendengar Kerajaan itu memiliki Pangeran dengan penampilan aneh sepertimu. Mungkin kamu bisa mengabdi padanya, karena sesama orang aneh biasanya akan menjadi teman yang akrab.”
“Pangeran aneh, ya?” gumam Beleza malah tertarik ingin melihat seperti apa rupanya. Namun, Kerajaan Akkadia sangat jauh dan harus melewati beberapa Kerajaan untuk sampai ke sana.
***
“Beleza kabur! Dasar pengawal bodoh! Ke mana saja kalian!” bentak Raja Makjud mencekik salah satu Prajurit yang bertugas menjaga pintu kamar Beleza. Namun, mereka dilumpuhkan oleh Traidor.
“D-dia di bawa kabur Swordman Traidor!” sahutnya terbata-bata, ia kesulitan bernafas.
“Traidor!” gerutu Raja Makjud mengeraskan cekikikannya hingga leher Prajurit itu hancur. “Perintahkan semua pasukan mencarinya, dan perketat perbatasan. Bisa saja mereka kabur ke Sirius,” kata Raja Makjud dengan amarah meluap-luap.
...~Bersambung~...
*Visual Anso De Beleza*